Jakarta, IDN Times - Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid datang seperti petir di siang bolong. Meski sudah bisa diprediksi, tapi tetap saja keputusan memecat Alonso dianggap begitu terburu-buru dan kontroversial.
Sebab, secara statistik, Alonso merupakan salah satu pelatih Madrid dengan persentase kemenangan terbesar, 71 persen. Ketika datang ke Santiago Bernabeu, Alonso juga disambut dengan baik, bahkan dielu-elukan seluruh pihak.
Namun, ternyata akhir dari Alonso begitu tragis. Dia dipecat secara tidak hormat dan penuh dengan friksi. Seperti apa?
