Cape Verde, Negara Terkecil yang Kejutkan Spanyol di Piala Dunia 2026

- Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0 di penyisihan Grup H Piala Dunia 2026, hasil yang mengejutkan mengingat perbedaan peringkat FIFA kedua tim.
- Hasil tersebut membuat Cape Verde naik ke peringkat 64 dunia, sementara Spanyol turun dari posisi dua ke tiga dalam daftar FIFA.
- Sebagai negara kecil dengan populasi sekitar 524 ribu jiwa dan liga berisi 12 tim, Cape Verde tampil di Piala Dunia dengan mengandalkan pemain diaspora.
Jakarta, IDN Times - Cape Verde menciptakan sensasi di Piala Dunia 2026. Berhadapan dengan Spanyol pada penyisihan Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026), Cape Verde berhasil memaksakan hasil imbang tanpa gol.
Menjadi sebuah prestasi luar biasa bagi Cape Verde. Sebab, peringkat FIFA mereka jauh di bawah Spanyol. Saat ini, Spanyol berada di peringkat tiga FIFA. Sementara, Cape Verde cuma menempati peringkat 64.
Hasil imbang kontra Spanyol itu yang mengangkat Cape Verde ke peringkat 64. Sebelumnya, mereka ada di posisi 67. Sementara, karena gagal menang atas Cape Verde, Spanyol turun satu kasta dari posisi dua ke tiga.
Patut diapresiasi, karena Cape Verde datang ke Piala Dunia 2026 dengan segala keterbatasannya. Cape Verde merupakan negara terkecil kedua di dunia yang lolos ke Piala Dunia, setelah Islandia. Luas wilayah negaranya hanya sekitar 4.000 kilometer persegi.
Dibandingkan dengan Kabupaten Sukabumi, Cape Verde terasa lebih sempit. Luas Kabupaten Sukabumi, bahkan mencapai 4.164,15 km persegi.
Selain itu, penduduk Cape Verde gak lebih banyak dari Depok. Berdasarkan data World Bank per 2024, penduduk Cape Verde hanya 524.877 jiwa.
Jumlah penduduknya bahkan hanya 23 persen dari populasi di Depok, yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai dua juta jiwa.
Cape Verde juga tak memiliki kompetisi yang kompleks seperti Spanyol. Bahkan, dibandingkan Indonesia, peserta kompetisi Cape Verde lebih sedikit, 12 tim.
Ketika main di Piala Dunia 2026, Cape Verde mengandalkan diaspora. Para pemain yang dipanggil pelatih Pedro "Bubista" Brito berkarier di luar negeri.



















