Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Di Balik Teknologi Kembang Api Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026

3 min read
Di Balik Teknologi Kembang Api Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026
FIFA ASEN Cup 2026 resmi dibuka, ditandai dengan sebuah seremoni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (25/9/2026) (IDN Times/Tino Satrio)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Langit Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta dihiasi pesta kembang api dalam Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat (25/9/2026). Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian seremoni pembukaan sebelum pertandingan perdana Indonesia melawan Singapura.

Di balik spektakel itu, Nolimits Fireworks menerapkan teknologi pengendalian kembang api yang memadukan FireOne dan Time Code. Teknologi tersebut membuat rangkaian kembang api dapat disusun secara presisi dan terintegrasi dengan musik serta elemen visual lainnya.

  1. 1. Kembang api disinkronkan dengan musik

    IMG-20260926-WA0038.jpg
    Teknologi Fireworks Dipakai di Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. (Dokumen Nolimits Fireworks)

    Pertunjukan kembang api dalam pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 tidak sekadar menampilkan efek warna-warni di langit. Setiap efek dirancang berdasarkan timing, sequence, posisi, dan cue, yang harus dieksekusi secara presisi.

    Nolimits Fireworks menggunakan FireOne sebagai bagian dari sistem firing dan show control. Sementara Time Code digunakan sebagai referensi waktu untuk menghubungkan timeline musik dengan cue fireworks.

    Dengan sistem tersebut, efek kembang api dapat mengikuti struktur, ritme, transisi, hingga klimaks musik. CEO Nolimits Fireworks, Donny Rochyadi, menyatakan teknologi tersebut membuat pertunjukan fireworks dapat dirancang secara lebih detail.

    "Teknologi seperti FireOne dan Time Code memberikan peluang untuk menciptakan koreografi yang semakin detail dan terukur," kata Donny melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

  2. 2. Ada tiga anak muda Indonesia terlibat di balik layar

    IMG-20260926-WA0037.jpg
    Teknologi Fireworks Dipakai di Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. (Dokumen Nolimits Fireworks)

    Donny mengatakan, penggunaan teknologi tersebut juga melibatkan tiga anak muda Indonesia, yakni Kanta, Bobi dan Rendi. Ketiganya menjadi bagian dari tim teknis yang menangani persiapan dan eksekusi teknologi firing system, show programming, cue sequence, hingga sinkronisasi Time Code dalam pertunjukan fireworks FIFA ASEAN Cup 2026.

    Donny menyebut, keterlibatan mereka menjadi bagian dari regenerasi tenaga teknis dalam industri fireworks di Indonesia. Kemampuan teknis, kreativitas dan keberanian generasi muda dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi dalam event berskala internasional.

    "Bagi Nolimits Fireworks, regenerasi menjadi bagian penting dalam membawa industri fireworks Indonesia menuju standar produksi pertunjukan yang semakin modern dan berteknologi," jelas dia

  3. 3. Nolimits berpengalaman lebih dari 35 tahun

    Cara Nonton FIFA ASEAN Cup 2026, Bisa Lewat YouTube Hingga Vidio
    Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026 (fifa.com)

    Teknologi yang digunakan dalam pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bagian dari perjalanan Nolimits Fireworks yang sudah berpengalaman lebih dari 35 tahun. Nolimits tercatat terlibat dalam berbagai event nasional dan internasional, termasuk gelaran PON sejak 2004 hingga PON XXI 2024, ASEAN Beach Games 2008, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Formula E 2023, hingga KTT ASEAN Summit 2023.

    Perusahaan tersebut juga menangani efek panggung sejumlah konser artis internasional, seperti One Direction, Katy Perry, Justin Bieber, Jennifer Lopez, Michael Buble, Shah Rukh Khan, EXO dan Ed Sheeran. Dalam pertunjukan fireworks modern, lanjut Donny, setiap efek harus menjadi bagian dari keseluruhan konsep pertunjukan.

    "Fireworks sekarang bukan hanya tentang menyalakan kembang api, tetapi tentang bagaimana setiap efek menjadi bagian dari sebuah pertunjukan yang terencana, presisi dan terintegrasi," jelas Donny.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More