Comscore Tracker

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancis

Kylian Mbappe dan Thierry Henry adalah jebolannya lho!

Kemenangan Prancis atas Kroasia di final Piala Dunia 2018 Minggu (15/7) lalu, mengantarkannya menjadi juara untuk kedua kali. Trofi pertama kali digondol timnas Perancis pada tahun 1998, di mana saat itu negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Di balik moncernya sepak bola Prancis, jangan lewatkan peran Clairefontaine. Akademi sepak bola ini telah mencetak sederet bintang yang perkuat skuat timnas Prancis. Sebut saja Thierry Henry dan yang kini sedang bersinar Kylian Mbappe.

Intip yuk profil Clairefontaine, dan resep rahasia apa yang diterapkan di sini untuk mencetak bintang-bintang lapangan hijau.

1. Mengejar ketertinggalan, Federasi Sepak Bola Prancis membangun pusat latihan nasional

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancissoccerbible.com

Prestasi timnas sepak bola Prancis baru terlihat di tahun 1984 kala menjuarai UEFA Cup. Sebelumnya, Prancis jarang memperoleh kemenangan dan selalu kalah dari sederet negara tetangga. Sebut saja Italia, Jerman, Spanyol dan Inggris yang sudah lebih dulu fokus pada kiprahnya di dunia sepak bola.

Pada tahun 1970-an, Fernand Sastre yang menjabat presiden Federasi Sepak Bola Perancis membangun pusat latihan sepak bola nasional. Tempat latihan ini menjadi cikal bakal Clairefontaine. Stevan Kovacs, seorang pesepak bola andal asal Rumania, juga turut mendukung proyek tersebut.

2. Clairefontaine adalah cikal bakal prestasi Prancis di dunia sepak bola

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancissaranfoot.fr

Clairefontaine baru dibuka pada tahun 1988, setelah melewati 3 tahun proses pembangunan dan penyempurnaan. Sejak itu, prestasi sepak bola Prancis menunjukkan peningkatan hingga terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998.

Tempat latihan nasional ini mengambil tempat di dekat Clairefontaine-en-Yfelines, sebuah kantor lembaga pemerintahan milik Prancis. Di sana berdiri patung Fernand Sastre, yang baru dibangun tahun 2000 untuk mengenang jasa besarnya sebagai mantan presiden Federasi Sepak Bola Prancis.

Para pesepak bola muda berusia 13-15 tahun datang ke Clairefontaine untuk digembleng habis-habisan. Keterampilan teknis dan taktik dilatih setiap hari, kondisi fisik selalu diperhatikan, serta latihan kedisiplinan. Benar memang, hasil gak pernah mengkhianati proses.

3. Menjadi home base timnas Prancis pada Piala Dunia 1998

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancisfootball365.fr

Saat gelaran Piala Dunia 1998, Clairefontaine menjadi home base para atlet timnas Prancis. Di tempat inilah mereka berlatih dan menyusun taktik baru. Kerja keras kala itu berbuah manis, untuk pertama kalinya trofi Piala Dunia berhasil mereka angkat dengan bangga.

Pada momen 20 tahun silam ini, Didier Deschamps ikut memperkuat timnas Prancis. Kini namanya kembali tercatat dalam sejarah, sukses melatih skuat Les Bleus membawa pulang kembali trofi Piala Dunia.

4. Memberlakukan seleksi ketat dan program berkualitas untuk para atlet

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancisonzemondial.com

Sukses mencetak sederet bintang lapangan hijau, apa sih rahasia Clairefontaine? Kedisiplinan tinggi dan program latihan ketat setiap hari ampuh meningkatkan skill para pemain. Setiap musim hanya terpilih 23 orang yang dinyatakan lolos dari akademi ini.

Dilansir dari The Telegraph, Jean-Paul Lafargue yang menjabat sebagai pelatih di Clairefontaine selama 5 tahun terakhir bercerita sedikit soal resep rahasia akademi ini.

Mereka gak hanya mencetak atlet yang bisa berlari dan mencetak gol. Lebih dari itu adalah mindset, bagaimana membuat seorang atlet punya semangat juang dan tetap berpikir jernih sepanjang pertandingan.

Pelatih bertugas mengamati kelemahan setiap pemain, agar bisa memberikan treatment yang sesuai. Bagaimana kelemahan tersebut bisa disikapi dengan bijaksana, dan berakhir menjadi skill andalan Si Pemain. Mantap banget kan?

5. Telah melahirkan sederet nama besar, termasuk Thierry Henry dan Kylian Mbappe

Mengintip Sejarah Clairefontaine, ‘Pabrik’ Bintang Sepak Bola Prancistelegraph.co.uk

Akademi seluas 56 hektar di lembah Chevreuse ini telah mencetak sederet bintang lapangan hijau, baik untuk timnas Perancis maupun sepak bola internasional. Ada Thierry Henry, Louise Saha, hingga Sebastien Bassong yang memperkuat timnas Kamerun.

Di Piala Dunia 2018 Rusia kemarin, Clairefontaine menyumbang 3 alumni terbaiknya yaitu sang peraih penghargaan pemain termuda terbaik Kylian Mbappe, lalu Blaise Matuidi dan kiper Alphonse Areola.

Di balik hasil memuaskan pasti ada usaha keras dan jiwa-jiwa yang gak kenal kata menyerah. Seperti peran Clairefontaine di balik kesuksesan persepakbolaan Prancis. Prinsipnya bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari nih!

Arthasalina Photo Community Writer Arthasalina

bukan orang penting, kecuali anda mementingkan saya. kadang-kadang ngoceh di instagram @arthasalina

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You