Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diplomasi Sepak Bola Bikin RI-Kamerun Makin Erat

5 min read
Diplomasi Sepak Bola Bikin RI-Kamerun Makin Erat
Jumpa pers Duta Besar RI untuk Kamerun dan kawasan Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat (batik biru). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Indonesia dan Kamerun memperluas diplomasi melalui olahraga, pendidikan, riset, serta kegiatan sosial budaya.

  • Agenda sepak bola direncanakan melibatkan FECAFOOT, mantan pemain Kamerun, dan pemain junior Indonesia.

  • Kerja sama pendidikan mencakup kuliah umum, kolaborasi antarkampus, penelitian bersama, dan webinar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia memperluas pendekatan diplomasi dengan Kamerun melalui olahraga, pendidikan, riset, dan kegiatan sosial budaya. Langkah tersebut dijalankan beriringan dengan agenda perdagangan, termasuk rangkaian kegiatan yang melibatkan delegasi Kamerun dan sejumlah negara Afrika Tengah dalam Trade Expo Indonesia (TEI).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan diplomasi tidak harus hanya mengandalkan pertemuan formal antarpemerintah. Kegiatan yang melibatkan masyarakat, perguruan tinggi, dan komunitas olahraga juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan kedua negara.

“Nah, ini hal yang menurut saya penting kita kapitalisasi karena ini sudah jelas mereka ada di halaman rumah kita. Kelihatannya bisa kita optimalkan juga untuk simbolisasi dari kedekatan antara Indonesia dan Kamerun dari sisi sosial budaya, khususnya di sektor olahraga,” kata Agung dalam konferensi pers.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah kegiatan sepak bola pada Minggu, 18 Oktober, mulai pukul 07.30 WIB di Stadion Parigi, BSD. Kegiatan itu direncanakan melibatkan perwakilan Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT), mantan pemain Kamerun yang pernah berkarier di Indonesia, serta pemain junior Indonesia.

Di bidang pendidikan dan riset, Indonesia dan Kamerun juga menyiapkan kuliah umum, kerja sama antarkampus, penelitian bersama, serta webinar. Agung menyebut sejumlah perguruan tinggi Indonesia telah masuk dalam rencana kolaborasi tersebut.

  1. 1. Sepak bola jadi sarana mempererat hubungan kedua negara

    Gelandang PSM Makassar asal Kamerun, Jules Basile Onambele (tengah), saat memperkuat PSM Makassar di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) musim 2010/2011. (Instagram.com/julesbasile11)
    Gelandang PSM Makassar asal Kamerun, Jules Basile Onambele (tengah), saat memperkuat PSM Makassar di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) musim 2010/2011. (Instagram.com/julesbasile11)

    Agung menjelaskan, kegiatan sepak bola dirancang bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai bagian dari rangkaian agenda delegasi Kamerun selama berada di Indonesia. Menurutnya, olahraga dipilih karena sepak bola memiliki daya tarik besar di kedua negara.

    “Sepak bola ini nge-hype banget, baik di Kamerun maupun di Indonesia,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

    Karena waktu persiapan yang terbatas, kegiatan tersebut tidak diarahkan sebagai pertandingan antartim nasional. Sebagai gantinya, pihak penyelenggara merencanakan pertandingan persahabatan yang melibatkan sejumlah delegasi Kamerun yang datang untuk TEI dan perwakilan FECAFOOT.

    Agung menyebut ada sekitar empat hingga lima perwakilan FECAFOOT yang ingin menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Mereka direncanakan bermain bersama sejumlah mantan pesepak bola Kamerun yang pernah berkarier di Liga Indonesia.

    Nama-nama yang disebut antara lain Emile Mbamba, yang pernah bermain untuk Arema; Parfait Ngon A Djam, yang menurut Agung pernah memperkuat Sriwijaya FC; Bruno Casimir, yang pernah bermain untuk Persita; serta Boman Irie Aime, yang pernah memperkuat PSM Makassar.

    Agung mengatakan dirinya sebelumnya juga pernah bertemu dengan sekitar 30 mantan pemain Kamerun yang pernah berkarier di Indonesia. Sebagian dari mereka masih fasih berbahasa Indonesia dan pernah diundang dalam perayaan Hari Kemerdekaan di KBRI Yaounde.

    “Beberapa masih sangat-sangat lancar berbahasa Indonesia. Kalau ada acara 17-an, mereka juga kami undang di KBRI Yaounde,” kata Agung.

    Selain kegiatan sepak bola, agenda tersebut direncanakan mencakup coaching clinic untuk sekitar 30 pemain junior Indonesia di Tangerang Selatan. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai bentuk dukungan dan pertukaran pengalaman sepak bola antara kedua negara.

    Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober di Stadion Parigi, BSD. Karena masih berupa rencana, pelaksanaan akhir dan detail kegiatan tetap perlu mengikuti informasi penyelenggara.

  2. 2. Pendidikan dan kuliah umum menjadi bagian diplomasi

    IMG_1882.jpeg
    Jumpa pers Duta Besar RI untuk Kamerun dan kawasan Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat (batik biru). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain olahraga, Indonesia dan Kamerun juga memperluas kerja sama melalui pendidikan. Salah satu agenda yang direncanakan adalah kuliah umum oleh Profesor Nana Mbapmong dari Kementerian Ekonomi Kamerun di Universitas Nurul Jadid.

    Agung mengatakan nota kesepahaman atau MoU untuk kerja sama terkait kegiatan tersebut telah ditandatangani. Ia berharap kesepakatan itu dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan akademik dan kolaborasi yang berkelanjutan.

    “Selain nanti ada public lecture dari Profesor Nana Mbapmong di Universitas Nurul Jadid, dan sudah ditandatangani MoU, di sektor sosial budayanya kita juga semakin kuat,” ujarnya.

    Rencana kerja sama tidak terbatas pada satu perguruan tinggi. Agung menyebut adanya penjajakan kegiatan dengan Universitas Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Selain itu, perwakilan dari University of Ngaoundéré di wilayah utara Kamerun direncanakan menjalin kolaborasi dengan Universitas Pertamina dan Universitas Pancasila. Bentuk kegiatan dan pelaksanaan kerja sama tersebut masih perlu ditindaklanjuti oleh institusi terkait.

    Menurut Agung, kerja sama pendidikan menjadi salah satu cara untuk mempertemukan akademisi kedua negara dan memperluas pemahaman tentang potensi masing-masing. Pendekatan ini juga melengkapi diplomasi ekonomi yang selama ini dijalankan melalui kegiatan perdagangan dan investasi.

    Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diteruskan menjadi kegiatan yang benar-benar dijalankan oleh perguruan tinggi.

  3. 3. Riset bersama dan diplomasi budaya diperluas

    IMG_1884.jpeg
    Jumpa pers Duta Besar RI untuk Kamerun dan kawasan Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat (batik biru). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain kuliah umum, Indonesia dan Kamerun merencanakan penelitian bersama atau joint research serta webinar berkala. Agung mengatakan KBRI Yaounde akan ikut mengawal proses pelaksanaan agar kerja sama yang telah dirintis dapat berlanjut.

    “Nanti bentuknya macam-macam, ada joint research ataupun webinar secara berkala yang juga akan kami kawal proses pelaksanaannya,” kata Agung.

    Di luar pendidikan dan olahraga, Agung juga menggunakan pendekatan sosial budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kamerun. Ia mencontohkan kegiatan safari kuliner yang dilakukan dengan mendatangi komunitas setempat dan mengenalkan makanan Indonesia, seperti bakwan, singkong goreng keju, dan pisang goreng.

    Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat Kamerun mengenal Indonesia melalui pengalaman langsung, bukan hanya lewat informasi dari media atau pertemuan resmi.

    “Kita tunjukkan cara membuat bakwan, cara membuat singkong keju, pisang goreng ala Indonesia kepada warga-warga kampung di Kamerun karena mereka tidak terbiasa,” ujarnya.

    Agung juga menyebut musik dan tarian sebagai bagian dari pendekatan budaya. Ia berharap kegiatan tersebut membuat masyarakat setempat memiliki pengalaman positif dengan Indonesia dan semakin mengenal kebudayaan Indonesia.

    Ia menilai, hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika memiliki landasan historis yang dapat dikembangkan menjadi kemitraan masa kini. Karena itu, penguatan hubungan tidak cukup dilakukan melalui diplomasi formal, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan institusi pendidikan.

    “Saya hanya ingin supaya Indonesia dikenal sebagai sosok yang berteman dengan Afrika. Kita setara, kita teman seperjuangan di masa perjuangan Asia-Afrika dulu, dan saya ingin Indonesia tetap relevan di Afrika sampai kapan pun,” kata Agung.

    Melalui olahraga, pendidikan, riset, dan kegiatan sosial budaya, Indonesia berharap hubungan dengan Kamerun dapat berkembang lebih luas. Berbagai agenda tersebut masih perlu ditindaklanjuti, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama bilateral.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More