Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dugaan Rasisme ke Vinicius, Duel Benfica vs Real Madrid Sempat Dihentikan

ilustrasi Liga Champions Eropa
ilustrasi Liga Champions Eropa (unsplash.com/Janosch Diggelmann)
Intinya sih...
  • Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, diduga menjadi korban serangan rasial saat tampil melawan Benfica di Liga Champions.
  • Serangan verbal diduga datang dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang memicu amarah Vinicius dan mengaktifkan protokol anti-rasisme.
  • Meski pemainnya membantah tuduhan rasisme, insiden ini mencoreng wajah sepak bola Eropa yang seharusnya menjunjung tinggi nilai respek.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, diduga menjadi korban serangan rasial saat tampil melawan Benfica di play-off fase gugur Liga Champions, Rabu (18/2/2026). Insiden ini memaksa perangkat pertandingan mengaktifkan protokol anti-rasisme.

Duel di Estadio da Luz, Lisbon, itu sempat dihentikan sementara, sekitar 10 menit. Itu setelah Vinicius melaporkan serangan verbal yang diterimanya kepada wasit Francois Letexier.

1. Berawal dari selebrasi gol

Football Italia melansir, serangan verbal tersebut diduga datang dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Dugaan ini muncul karena sepanjang laga, Vinicius kedapatan sering adu mulut dengan Prestianni, khususnya setelah menjebol gawang Benfica pada menit 50.

Winger asal Argentina itu membisikkan sesuatu yang memicu amarah bintang Brasil tersebut. Tak diketahui apa yang dilontarkan Prestianni, karena berbicara sembari menutup mulutnya.

2. Diduga sebut kata monyet beberapa kali

Vinicius segera berlari ke arah wasit dan mengklaim Prestianni mencemoohnya dengan kata monyet. Wasit Letexier kemudian mengaktifkan protokol antirasisme, yang membuat pertandingan terhenti selama sekitar 10 menit.

Vinicius tampak sangat terpukul dan sempat menepi ke bangku cadangan untuk berbicara dengan pelatihnya, Alvaro Arbeloa, serta pelatih lawan, Jose Mourinho. Dalam momen panas itu, wasit juga mengusir salah satu staf Benfica dari pinggir lapangan.

3. Mourinho merasa pemainnya gak bersalah

Setelah situasi reda, Vinicius dan para pemain Madrid akhirnya bersedia kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan. Pihak Los Blancos menuntut tindakan tegas, meski Prestianni tetap diperbolehkan bermain hingga laga usai.

Usai laga, Mourinho menyatakan pemainnya membantah tuduhan melakukan rasisme tersebut. Namun, insiden ini kembali mencoreng wajah sepak bola Eropa yang seharusnya menjunjung tinggi nilai respek.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

4 Pemain Amerika Serikat di Serie A 2025/2026, Termasuk Pulisic

18 Feb 2026, 11:14 WIBSport