Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Edisi Piala Dunia saat Kroasia Gagal Lolos dari Fase Grup
ilustrasi pendukung Kroasia (unsplash.com/ddenkovski)
  • Kroasia pernah gagal lolos dari fase grup Piala Dunia pada 2002, 2006, dan 2014 meski sempat tampil impresif sebagai peringkat ketiga di edisi debutnya tahun 1998.
  • Pada Piala Dunia 2002 dan 2006, Kroasia tersingkir setelah hasil buruk melawan Meksiko, Ekuador, Brasil, Jepang, serta Australia meski tampil kuat di babak kualifikasi.
  • Setelah absen di Piala Dunia 2010, Kroasia bangkit dengan menjadi runner-up pada 2018 dan peringkat ketiga pada 2022 sebelum kembali terhenti di babak 32 besar tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pencapaian Kroasia kembali menurun di Piala Dunia. Setelah menjadi runner-up pada 2018 dan peringkat ketiga pada 2022, Luka Modric dan kolega hanya melangkah sampai 32 besar pada 2026. Namun, hasil ini masih lebih baik dibanding tiga edisi lain ketika mereka gagal untuk sekadar lolos dari fase grup.

1. Kroasia merosot di Piala Dunia 2002

Kroasia bukan nama anyar di dunia sepak bola meski baru merdeka pada 1991. Wilayah mereka sudah banyak memproduksi pemain berkualitas sebelum itu. Terbukti, Kroasia mampu mencapai perempat final di EURO 1996 yang merupakan turnamen mayor pertamanya sebagai negara independen. Dua tahun berselang, Kroasia membuat kejutan lebih besar dengan merebut tempat ketiga di Piala Dunia. Mereka hanya kalah dari Prancis yang merupakan tuan rumah dan pada akhirnya keluar sebagai juara.

Sayangnya, prestasi tersebut merosot tajam pada 2002. Kroasia memulai perjalanan di Piala Dunia yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang ini dengan kekalahan 0-1 dari Meksiko. Gol tunggal sang lawan berasal dari tendangan penalti Cuauhtemoc Blanco. Kroasia lantas mampu menunjukkan kualitasnya pada pertandingan kedua dengan menang comeback 2-1 atas Italia. Tertinggal oleh gol Chrisian Vieiri, mereka membalikkan keadaan lewat Ivica Olic dan Milan Rapaic. Naas, pada partai penentuan, Kroasia kembali kalah 0-1 dari Ekuador gara-gara gol Edison Mendez.

2. Kroasia tanpa kemenangan di Piala Dunia 2006

Kegagalan Kroasia lolos dari fase grup di Piala Dunia 2002 berlanjut ke EURO 2004 dan Piala Dunia 2006. Dalam dua turnamen ini, Kroasia bahkan tidak merasakan kemenangan. Di UERO 2004, mereka hanya imbang 0-0 dengan Swiss dan 2-2 melawan Prancis serta kalah 2-4 dari Inggris. Kroasia kemudian mengawali Piala Dunia 2006 dengan kekalahan dari Brasil akibat gol tunggal Ricardo Kaka. Mereka lantas cuma bermain imbang tanpa gol melawan Jepang pada pertandingan kedua. Kroasia akhirnya gugur akibat seri 2-2 versus Australia pada laga pemungkas. Mereka sebetulnya mampu unggul dua kali melalui Darijo Srna dan Niko Kovac, tetapi kebobolan akibat eksekusi penalti Craig Moore yang berasal dari handball Stjepan Tomas serta gol Harry Kewell.

Hasil Kroasia di Piala Dunia 2006 tersebut terbilang mengherankan jika melihat penampilan selama kualifikasi. Mereka lolos tanpa menelan kekalahan di grup 8 yang diisi Swedia, Bulgaria, Hungaria, Islandia, dan Malta. Kroasia meraih 7 kemenangan dan 3 keimbangan serta mencetak 21 gol dan hanya kebobolan 5 gol. Progres Kroasia kemudian membaik dengan menembus perempat final EURO 2008. Ironisnya, Kroasia bukan cuma gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2010. Mereka bahkan tidak ikut serta. Pada kualifikasi, Kroasia berakhir di posisi ketiga di grup 6 yang berisi Inggris, Ukraina, Belarus, Kazakhstan, dan Andorra. Mereka mengumpulkan 20 poin dari hasil 6 kemenangan, 2 keimbangan, dan 2 kekalahan. Di klasemen akhir, Kroasia duduk di bawah Inggris (27 poin) dan Ukraina (21 poin).

3. Kroasia kalah dari Brasil dan Meksiko di Piala Dunia 2014

Kroasia gagal lolos dari fase grup di EURO 2012. Ini hasil yang mengecewakan andai dibandingkan dengan EURO edisi sebelumnya ketika mereka mencapai perempat final. Namun, mereka jelas mensyukurinya jika melihat kegagalan bermain di Piala Dunia 2010. Kroasia lantas kembali mengikuti Piala Dunia pada 2014. Mereka menembus putaran final dengan susah payah. Kroasia menjadi runner-up grup A yang berisikan Belgia, Serbia, Skotlandia, Wales, dan Makedonia Utara. Kroasia kemudian menjalani play-off dan akhirnya terbang ke Brasil usai menaklukkan Islandia 2-0.

Di Piala Dunia 2014, Kroasia juga tergabung di grup A yang dihuni Brasil, Meksiko, dan Kamerun. Mereka mendapat kehormatan untuk menjadi lawan Brasil pada pertandingan pembuka. Kroasia sebetulnya sempat unggul berkat bunuh diri Marcelo, tapi akhirnya kalah 1-3 akibat brace Neymar dan gol Oscar. Kroasia kemudian bangkit dengan membantai Kamerun 4-0 melalui gol Ivica Olic, Ivan Perisic, dan brace Mario Mandzukic. Namun, mereka menyerah di tangan Meksiko dengan skor 1-3. Perisic membuat gol hiburan usai gol dari Rafa Marquez, Andres Guardado, dan Javier Hernandez.

Kroasia membuat kejutan saat debut di Piala Dunia pada 1998. Mereka merebut tempat ketiga. Namun, Kroasia mengalami kemunduran dengan tidak lolos dari fase grup dalam tiga keterlibatan berikutnya pada 2002, 2006, dan 2014. Di antara empat edisi tersebut, ada juga hasil yang lebih mengecewakan karena gagal untuk ikut serta pada 2010.

Kroasia kemudian bangkit dengan menjadi runner-up pada 2018 dan kembali ke posisi ketiga pada 2022. Pada 2026 ini, mereka lantas cuma melangkah sampai 32 besar. Hasil itu pasti memicu mereka untuk comeback elegan pada 2030 nanti. Dengan kualitasnya, Kroasia juga jelas akan berjuang untuk tidak pernah lagi gagal lolos dari fase grup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article