Prancis Selamat dari Seni Gelap Paraguay di Piala Dunia 2026

- Prancis melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menang tipis 1-0 atas Paraguay lewat gol Kylian Mbappe di menit ke-70 di Philadelphia Stadium.
- Laga berlangsung keras dengan total 12 pelanggaran Paraguay tanpa kartu, sementara tiga pemain Prancis justru mendapat kartu kuning, memicu kritik terhadap gaya bermain kasar lawan.
- Mbappe dan Cherki menegaskan Prancis siap menghadapi permainan keras, menunjukkan tim mampu beradaptasi antara sepak bola indah dan pertarungan fisik di turnamen ini.
Jakarta, IDN Times - Prancis berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. Namun, keberhasilan ini tidak didapat dengan cara mudah. Ada seni gelap dari Paraguay yang harus mereka hadapi di 16 besar.
Bertanding di Philadelphia Stadium, Minggu (5/7/2026) dini hari WIB, Prancis menang dengan skor 1-0 via gol tunggal Kylian Mbappe pada menit 70. Sepanjang laga, Pracncis menghadapi kasarnya Paraguay.
1. Total 12 pelanggaran yang tak diganjar apa-apa
Dalam laga ini, Paraguay memeragakan sepak bola keras menjurus kasar. Beberapa kali, mereka melanggar para pemain Prancis dengan keras, dengan total 12 pelanggaran yang mereka ciptakan.
Namun, alih-alih terkena hukuman, mereka justru sama sekali tidak diganjar kartu. Malah, para pemain Prancis-lah yang terkena kartu kuning, dengan torehan tiga kartu.
"Jika kamu dari Paraguay, mungkin kamu akan menganggap tim ini pahlawan. Namun, jika kamu dari Prancis atau penonton netral, pasti kamu akan kesal. Sungguh memalukan seni gelap mereka ini," ujar eks pemain Jerman, Thomas Hitzlsperger, dilansir BBC.
2. Prancis tak mengenakan tuksedo di laga ini
Selepas laga. Mbappe menyebut bahwa Paraguay menyangka Prancis datang ke laga ini mengenakan tuksedo. Ternyata, mereka siap untuk melawan seni gelap dan permainan keras Paraguay.
"Kami tahu cara main sepak bola kotor. Paraguay mengira kami datang dengan tuksedo, tetapi kami sudah siap. Mereka ingin mengalahkan kami dengan cara seperti itu, tapi mereka gagal," ujar Mbappe.
3. Ultimatum dari Prancis
Pemain Prancis yang lain, Rayan Cherki, menyebut Prancis itu adaptif di Piala Dunia 2026 ini. Dia mengingatkan, Prancis bisa main sepak bola indah, tetapi jika lapangan berubah jadi medan perang, mereka juga siap.
"Memenangi laga macam lawan Paraguay di Piala Dunia 2026 ini penting. Ini jadi pertanda juga bagi lawan-lawan kami, bahwa kami bisa main sepak bola indah, sekaligus siap juga buat berperang," kata Cherki.
















