Kartu merah melawan Argentina mengubah hidup David Beckham. Sehari setelah pertandingan, ia dihujat habis-habisan oleh media massa dan suporter. Beckham dianggap terlalu kekanak-kanakan. Mereka menyebutnya terlalu dini bersaing di level internasional. The Daily Mirror bahkan memasang judul berita yang sangat menohok: 10 Singa Pahlawan, 1 Bocah Bodoh.
Saking bencinya publik saat itu, sebuah boneka yang menyerupai Beckham digantung di luar sebuah bar di London sebagai bentuk protes. Sepanjang musim berikutnya, ia terus-menerus disoraki suporter lawan. Bahkan, bus Manchester United dilempari berbagai benda oleh massa yang marah.
Dalam film dokumenter Netflix pada 2023, Beckham curhat dirinya merasa sangat rapuh dan sendirian saat itu. Ia sampai tidak bisa makan atau tidur dan merasa seolah-olah seluruh negara membencinya. Sang istri, Victoria, bahkan menyebut Beckham terlihat mengalami depresi. Seperti dilansir situs resmi FIFA, Beckham juga kecewa karena merasa kurang didukung beberapa rekan setimnya, sekaligus sakit hati dengan kritik pelatih Timnas Inggris saat itu, Glenn Hoddle.
Namun, 4 tahun kemudian, David Beckham berhasil menebus dosanya dengan mencetak gol penalti kemenangan melawan Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002. Momen itu mengubah statusnya dari musuh masyarakat menjadi pahlawan. Ia dan Simeone pun akhirnya berdamai. Keduanya bersalaman saat babak pertama usai sebagai bentuk rasa hormat. Saat diwawancarai BBC, gestur tersebut dan gol penalti ke gawang Argentina menghapus beban Piala Dunia 1998 dari pundaknya.