Fakta Jersey Typo, Dicaci Orang dan Dicari Kolektor

Timnas Indonesia mencetak sejarah dalam gelaran Piala Asia 2023 Qatar. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil lolos ke babak 16 besar di kancah tertinggi sepak bola Asia ini. Namun, langkah Tim Garuda harus terhenti setelah dikalahkan Australia dengan skor 0-4 pada Minggu (28/1/2024) lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Rafael Struick mengalami kejadian unik. Terdapat kesalahan nameset pada seragam yang ia kenakan. Nama Struick yang seharusnya tertulis "S-T-R-U-I-C-K" justru tertulis "S-T-U-I-R-C-K". Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola di Indonesia.
Fenomena kesalahan penulisan nama pada seragam sepak bola, yang juga sering disebut jersey typo, juga pernah dialami pemain terkenal. Kesalahan ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor jersey sepak bola. Lantas, apa saja fakta menarik mengenai jersey typo dalam dunia sepak bola?
1. Jersey Diego Maradona pada perempat final Piala Dunia 1986 menjadi jersey termahal di dunia
Sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, tentunya seragam sepak bola menjadi salah satu yang termahal. Hal ini dimanfaatkan para kolektor jersey yang berbondong-bondong berburu jersey match worn, yaitu seragam yang digunakan pemain tertentu di kompetisi resmi. Mereka rela merogoh kocek lebih demi mendapatkan jersey yang menjadi momen bersejarah bagi seorang pesepak bola.
Dilansir GiveMeSport, jersey match worn termahal di dunia yang pernah dilelang adalah jersey Diego Armando Maradona. Jersey yang dimaksud adalah jersey saat Maradona bermain pada perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Seragam tersebut laku senilai 7,1 juta pound sterling atau setara Rp142 miliar. Bahkan, harga jersey Lionel Messi pada final Piala Dunia 2022 yang terjual seharga 6,1 juta pound sterling (Rp122,2 miliar) belum bisa menyamai milik sang legenda.
Perempat final Piala Dunia 1986 menjadi salah satu momen paling diingat dalam dunia sepak bola. Pada pertandingan tersebut, Argentina berhasil memenangi laga dengan skor 2-1 hingga menjuarai turnamen ini. Maradona mencetak dua gol indah dan kontroversial yang dikenal dengan sebutan Goal of the Century dan Gol Tangan Tuhan.
Goal of the Century tercipta saat Maradona menggiring bola melewati enam pemain Inggris dan mencetak gol ke gawang Peter Shilton. Gol ini dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah sepak bola. Sementara itu, gol Tangan Tuhan tercipta saat menggunakan tangannya untuk menyundul bola ke gawang Inggris. Gol ini menjadi salah satu momen kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.
2. Beberapa pesepak bola tenar pernah mengenakan jersey typo
Kejadian seperti yang dialami Rafael Struick bukanlah yang pertama kali terjadi dalam dunia sepak bola. Beberapa pesepak bola tenar lainnya juga pernah mengenakan jersey yang mencuri perhatian publik. Hal ini menuai kritik karena pihak klub dianggap tidak teliti.
Salah satu yang terkenal adalah saat David Beckham masih berseragam Manchester United. Setan Merah kala itu menghadapi Chelsea pada Charity Shield, yang kini menjadi FA Community Shield, pada 1997. Terlihat seragam sang pemain bertuliskan "Beckam” tanpa huruf “H”.
Selain Beckham, Steven Gerrard juga pernah mengenakan jersey salah cetak pada namanya. Ini terjadi pada 2016 saat legenda Liverpool tersebut bermain untuk Los Angeles (LA) Galaxy di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat menghadapi San Jose Earthquake. Dia memakai jersey yang bertuliskan “Gerrrad” hingga menuai kritik dari para penggemar sepak bola, terutama di Inggris.
3. Nilai jual jersey typo lebih tinggi dibanding jersey match worn biasa

Jersey dengan kesalahan penulisan nama memang tidak memiliki nilai yang sama dengan jersey match worn yang dikenakan pemain dalam momen bersejarah. Akan tetapi, jersey typo tetap memiliki harga jual tinggi. Para kolektor bersedia membayar lebih untuk jersey typo ini karena keunikan dan kelangkaannya.
Selain itu, nilai jersey typo bisa makin bertambah jika bertepatan dengan momen bersejarah seorang pemain. Salah satunya terjadi kepada jersey milik David Beckham saat berlaga pada Charity Shield 1997. Meskipun tak ada sumber resmi siapa pemilik jersey ini, diprediksi harganya sangat mahal. Ini karena Manchester United berhasil merengkuh gelar juara setelah berhasil mengalahkan Chelsea melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada laga tersebut.
Fenomena jersey typo dalam dunia sepak bola menjadi salah satu hal unik yang menarik untuk dibahas. Kesalahan penulisan nama pada seragam pemain ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor jersey sepak bola. Dalam kasus Rafael Struick, hal ini tentu menjadi kenangan yang unik bagi sang pemain dan para penggemar Timnas Indonesia.

















