Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Timnas Benin, Lawan Terakhir Messi sebagai Pemain Argentina

4 min read
5 Fakta Timnas Benin, Lawan Terakhir Messi sebagai Pemain Argentina
ilustrasi pertandingan sepak bola (unsplash.com/Max Zindel)
  • Benin kalah 0-3 dari Argentina pada laga perpisahan Lionel Messi, yang mencetak gol ketiga di Estadio Monumental, Buenos Aires.
  • Sejak Agustus 2022, Benin memakai julukan Les Guepards atau Cheetah; prestasi terbaiknya mencapai perempat final Piala Afrika 2019.
  • Benin berada di peringkat 89 FIFA, dilatih Gernot Rohr, dan memuncaki sementara Grup F Kualifikasi Piala Afrika 2027 dengan empat poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laga perpisahan Lionel Messi bersama Timnas Argentina pada Rabu (7/10/2026) lalu menjadi momen bersejarah di dunia sepak bola. Di hadapan 85 ribu pendukung yang memadati Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina sukses menundukkan Timnas Benin dengan skor 3-0. Messi menyempurnakan malam terakhirnya dalam balutan seragam Albiceleste dengan mencetak gol ketiga. Namun, di balik laga perpisahan sang megabintang, keberadaan Timnas Benin sebagai lawan tanding Argentina menjadi keunikan tersendiri.

  1. 1. Mengganti julukan pada Agustus 2022 demi membakar semangat juang pemain

    Timnas Benin kini resmi mengusung identitas baru sebagai Les Guepards atau Macan Tutul (Cheetah). Dilansir The Guardian, Federasi Sepak Bola Benin (FBF) sengaja menanggalkan julukan lama, Les Ecureuils atau Tupai, sejak Agustus 2022. Perubahan identitas ini untuk menanamkan citra skuad yang lebih tangguh dan berani.

    Lebih jauh, FBF menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi membakar semangat juang para pemain ketika bertanding di kancah internasional. Karakter macan tutul yang cepat dan agresif diharapkan mampu tercermin dalam gaya bermain tim di atas lapangan. Perubahan julukan pun diharap menandai era baru Timnas Benin di panggung sepak bola Afrika yang penuh kejutan.

  2. 2. Prestasi terbaik Timnas Benin adalah mencapai perempat final Piala Afrika 2019

    Meski belum pernah meraih satu pun gelar juara, prestasi terbaik Timnas Benin terjadi di Piala Afrika 2019 Mesir. Skuad Les Guepards secara mengejutkan menembus perempat final turnamen bergengsi tersebut. Pada babak penyisihan grup, mereka finis di peringkat 3 berkat perolehan 3 poin, hasil dari 3 kali imbang.

    Lolos sebagai salah satu peringkat ketiga grup terbaik, mereka bertemu salah satu tim kuat, Maroko, pada babak 16 besar. Di luar dugaan, Benin yang saat itu dilatih Michel Dussuyer berhasil menekuk Maroko lewat adu penalti. Pencapaian luar biasa tersebut langsung melambungkan nama Benin meski akhirnya tersingkir pada perempat final setelah kalah 0-1 dari Senegal.

  3. 3. Saat ini berada di ranking 89 FIFA dan pernah menembus peringkat ke-59 dunia

    Berdasarkan peringkat FIFA terbaru (per 13 Oktober 2026) di situs resmi FIFA, Benin saat ini menduduki posisi ke-89 dunia atau peringkat 20 zona Afrika. Posisi tersebut menempatkan mereka di papan tengah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Tim besutan Gernot Rohr tersebut terus berjuang keras untuk memperbaiki posisi di daftar peringkat dunia dan baru-baru ini naik 4 peringkat dari posisi 93 dunia.

    Ranking FIFA terbaik Benin sendiri dicapai pada kurun waktu 2009–2010. Kala itu, mereka berhasil melesat hingga menembus peringkat ke-59 dunia. Sepanjang periode tersebut, Benin menjalani 15 pertandingan. Hasilnya cukup impresif, yakni 5 kemenangan, 5 keimbangan, serta 5 kekalahan.

  4. 4. Pernah diperkuat Stephane Sessegnon dan kini mengandalkan para pemain yang merumput di Eropa

    Benin memiliki sejumlah nama populer yang pernah dan sedang mengukir karier di kompetisi Eropa. Dari barisan legenda ada Stephane Sessegnon yang memegang rekor penampilan terbanyak (89 kali pada 2004–2023) serta top scorer (24 gol). Pengalamannya membela sejumlah klub, seperti Paris Saint-Germain, Sunderland, hingga West Bromwich Albion, diakui menjadi inspirasi banyak pemuda Benin untuk menjadi pesepak bola.

    Saat ini, Timnas Benin mengandalkan para pemain yang merumput di Eropa. Sebut saja Saturnin Allagbe (kiper), Yohan Roche (bek tengah), Sessi D'Almeida (gelandang bertahan), serta Aiyegun Tosin (penyerang). Selain itu, masih ada sejumlah pemain top yang tidak diboyong dalam laga uji coba melawan Argentina. Mulai dari Cedric Hountondji (bek tengah), Dodo Dokou (gelandang bertahan), dan Steve Mounie (striker).

  5. 5. Sang pelatih, Gernot Rohr, mulai menemukan konsistensi bersama Timnas Benin

    Pelatih Timnas Benin saat ini dipercayakan kepada Gernot Rohr, juru taktik berpaspor Jerman. Sosok 73 tahun tersebut memiliki rekam jejak yang sangat panjang dalam menangani berbagai tim di Afrika. Dilansir SofaScore, sebelum menangani Benin, Rohr menukangi tim nasional papan atas Afrika seperti Nigeria (2016–2021) dan Gabon (2010–2012).

    Pengalaman Rohr sebagai pelatih selama lebih dari 3 dekade tersebut dimanfaatkan untuk membangun kedisiplinan serta mental bertanding para pemain. Meski sudah di bawah arahannya sejak Februari 2023, Benin baru menemukan konsistensi beberapa tahun terakhir. Salah satu bukti adalah Benin saat ini memuncaki klasemen sementara Grup F Kualifikasi Piala Afrika 2027 dengan koleksi 4 poin, hasil dari 1 kemenangan dan 1 keimbangan.

    Hingga 13 Oktober 2026, Benin baru lima kali berpartisipasi di Piala Afrika. Selain itu, mereka juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Kendati demikian, pengalaman bertanding melawan Argentina jelas memberi pelajaran berharga untuk Steve Mounie dan kawan-kawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More