Laga perpisahan Lionel Messi bersama Timnas Argentina pada Rabu (7/10/2026) lalu menjadi momen bersejarah di dunia sepak bola. Di hadapan 85 ribu pendukung yang memadati Estadio Monumental, Buenos Aires, Argentina sukses menundukkan Timnas Benin dengan skor 3-0. Messi menyempurnakan malam terakhirnya dalam balutan seragam Albiceleste dengan mencetak gol ketiga. Namun, di balik laga perpisahan sang megabintang, keberadaan Timnas Benin sebagai lawan tanding Argentina menjadi keunikan tersendiri.
5 Fakta Timnas Benin, Lawan Terakhir Messi sebagai Pemain Argentina

Take a Deeper Read
1. Mengganti julukan pada Agustus 2022 demi membakar semangat juang pemain
Timnas Benin kini resmi mengusung identitas baru sebagai Les Guepards atau Macan Tutul (Cheetah). Dilansir The Guardian, Federasi Sepak Bola Benin (FBF) sengaja menanggalkan julukan lama, Les Ecureuils atau Tupai, sejak Agustus 2022. Perubahan identitas ini untuk menanamkan citra skuad yang lebih tangguh dan berani.
Lebih jauh, FBF menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi membakar semangat juang para pemain ketika bertanding di kancah internasional. Karakter macan tutul yang cepat dan agresif diharapkan mampu tercermin dalam gaya bermain tim di atas lapangan. Perubahan julukan pun diharap menandai era baru Timnas Benin di panggung sepak bola Afrika yang penuh kejutan.
2. Prestasi terbaik Timnas Benin adalah mencapai perempat final Piala Afrika 2019
Meski belum pernah meraih satu pun gelar juara, prestasi terbaik Timnas Benin terjadi di Piala Afrika 2019 Mesir. Skuad Les Guepards secara mengejutkan menembus perempat final turnamen bergengsi tersebut. Pada babak penyisihan grup, mereka finis di peringkat 3 berkat perolehan 3 poin, hasil dari 3 kali imbang.
Lolos sebagai salah satu peringkat ketiga grup terbaik, mereka bertemu salah satu tim kuat, Maroko, pada babak 16 besar. Di luar dugaan, Benin yang saat itu dilatih Michel Dussuyer berhasil menekuk Maroko lewat adu penalti. Pencapaian luar biasa tersebut langsung melambungkan nama Benin meski akhirnya tersingkir pada perempat final setelah kalah 0-1 dari Senegal.
3. Saat ini berada di ranking 89 FIFA dan pernah menembus peringkat ke-59 dunia
Berdasarkan peringkat FIFA terbaru (per 13 Oktober 2026) di situs resmi FIFA, Benin saat ini menduduki posisi ke-89 dunia atau peringkat 20 zona Afrika. Posisi tersebut menempatkan mereka di papan tengah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Tim besutan Gernot Rohr tersebut terus berjuang keras untuk memperbaiki posisi di daftar peringkat dunia dan baru-baru ini naik 4 peringkat dari posisi 93 dunia.
Ranking FIFA terbaik Benin sendiri dicapai pada kurun waktu 2009–2010. Kala itu, mereka berhasil melesat hingga menembus peringkat ke-59 dunia. Sepanjang periode tersebut, Benin menjalani 15 pertandingan. Hasilnya cukup impresif, yakni 5 kemenangan, 5 keimbangan, serta 5 kekalahan.
4. Pernah diperkuat Stephane Sessegnon dan kini mengandalkan para pemain yang merumput di Eropa
Benin memiliki sejumlah nama populer yang pernah dan sedang mengukir karier di kompetisi Eropa. Dari barisan legenda ada Stephane Sessegnon yang memegang rekor penampilan terbanyak (89 kali pada 2004–2023) serta top scorer (24 gol). Pengalamannya membela sejumlah klub, seperti Paris Saint-Germain, Sunderland, hingga West Bromwich Albion, diakui menjadi inspirasi banyak pemuda Benin untuk menjadi pesepak bola.
Saat ini, Timnas Benin mengandalkan para pemain yang merumput di Eropa. Sebut saja Saturnin Allagbe (kiper), Yohan Roche (bek tengah), Sessi D'Almeida (gelandang bertahan), serta Aiyegun Tosin (penyerang). Selain itu, masih ada sejumlah pemain top yang tidak diboyong dalam laga uji coba melawan Argentina. Mulai dari Cedric Hountondji (bek tengah), Dodo Dokou (gelandang bertahan), dan Steve Mounie (striker).
5. Sang pelatih, Gernot Rohr, mulai menemukan konsistensi bersama Timnas Benin
Pelatih Timnas Benin saat ini dipercayakan kepada Gernot Rohr, juru taktik berpaspor Jerman. Sosok 73 tahun tersebut memiliki rekam jejak yang sangat panjang dalam menangani berbagai tim di Afrika. Dilansir SofaScore, sebelum menangani Benin, Rohr menukangi tim nasional papan atas Afrika seperti Nigeria (2016–2021) dan Gabon (2010–2012).
Pengalaman Rohr sebagai pelatih selama lebih dari 3 dekade tersebut dimanfaatkan untuk membangun kedisiplinan serta mental bertanding para pemain. Meski sudah di bawah arahannya sejak Februari 2023, Benin baru menemukan konsistensi beberapa tahun terakhir. Salah satu bukti adalah Benin saat ini memuncaki klasemen sementara Grup F Kualifikasi Piala Afrika 2027 dengan koleksi 4 poin, hasil dari 1 kemenangan dan 1 keimbangan.
Hingga 13 Oktober 2026, Benin baru lima kali berpartisipasi di Piala Afrika. Selain itu, mereka juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Kendati demikian, pengalaman bertanding melawan Argentina jelas memberi pelajaran berharga untuk Steve Mounie dan kawan-kawan.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 4 Lawatan Terakhir Barcelona ke Markas Galatasaray di Liga Champions12 Oct 2026, 19:14 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- 3 Kemenangan AS Roma vs Real Madrid di UCL sebelum 202612 Oct 2026, 18:14 WIB
- 3 Kunjungan Terakhir PSG ke Markas Manchester City di Liga Champions12 Oct 2026, 14:14 WIB