Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

FIFA AI Pro, Kecerdasan Buatan Jadi Analis di Piala Dunia 2026

FIFA AI Pro, Kecerdasan Buatan Jadi Analis di Piala Dunia 2026
Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda (Dokumentasi Adidas)
Intinya Sih
  • FIFA AI Pro, hasil kolaborasi FIFA dan Lenovo, akan membantu tim Piala Dunia 2026 menganalisis data teknis dari bola Trionda, kamera 3D, hingga pemindai pemain untuk menyusun strategi.
  • Setiap tim akan menerima laporan analisis setebal 50–60 halaman per pertandingan yang bisa digunakan untuk evaluasi performa pemain dan penyesuaian taktik menghadapi lawan.
  • Piala Dunia 2026 disebut paling canggih karena penerapan teknologi baru seperti bola Trionda berchip sensor 500 Hz yang mendukung VAR tanpa menghilangkan peran keputusan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - FIFA AI Pro akan menjadi salah satu fitur andalan bagi setiap tim untuk mengatur taktik dan strategi sepanjang Piala Dunia 2026. Sebab, dengan fitur yang berbasis kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI), setiap tim bisa menganalisis data-data sensitif berkaitan dengan keperluan teknis di lapangan.

Teknologi ini dikembangkan oleh Lenovo sebagai partner utama Piala Dunia 2026 dan FIFA. Pada dasarnya, teknologi ini mengumpulkan data-data di lapangan, dengan mengandalkan teknologi yang digunakan dalam turnamen terbesar dunia empat tahunan itu seperti bola Trionda, kamera 3D, hingga pemindai pemain secara detail.

1. Jadi basis dari setiap tim untuk analisis laga

Ilustrasi Trofi Piala Dunia
Ilustrasi Trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)

Dengan teknologi ini, seluruh tim bisa mengatur taktik dan strategi demi mengantisipasi permainan lawan. Atau, setiap tim juga bisa menggunakan data itu untuk menangkal perubahan di masa jeda dan menyiapkan skema teknis di pertandingan berikut.

Selain itu, para pemain juga bisa mengevaluasi performanya sepanjang laga. Mereka jadi tahu apa yang salah dengan permainannya lewat metrik sepanjang pertandingan.

2. Adanya demokratisasi dalam informasi

Direktur Inovasi FIFA, Johannes Holzmueller, menyatakan data yang muncul nantinya akan berupa laporan sebanyak 50 hingga 60 halaman per pertandingan. Nantinya, data tersebut bisa diinterpretasikan oleh analis setiap tim untuk dibedah. FIFA memastikan, seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 akan diberikan data-data tersebut dan memiliki hak yang sama.

"Kami yakin ini bisa membantu, tak cuma mempercepat. Selain itu, juga menjadi bagian demokratisasi karena setiap tim bisa menganalisis dengan komplet data lawan-lawan yang berat," ujar Johannes, dalam sosialisasi teknologi Piala Dunia 2026 yang digelar FIFA beberapa waktu lalu dan dihadiri IDN Times.

3. Piala Dunia 2026 jadi yang paling canggih sepanjang sejarah

Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda (Dokumentasi Adidas)
Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda (Dokumentasi Adidas)

Piala Dunia 2026 diklaim menjadi yang paling canggih sepanjang sejarah. Sebab ada sejumlah teknologi baru yang diterapkan di dalamnya, selain FIFA AI Pro.

Bola Trionda ditanamkan chip yang menjadi sensor dalam membantu kinerja wasit sepanjang laga. Bola tersebut akan melengkapi data dari teknologi semi-otomatis offside, sehingga membantu VAR dalam mengambil keputusan-keputusan sensitif.

Data dalam bola tak serta-merta akan menentukan keputusan di lapangan. Tetap saja, wasit dan ofisial VAR akan meninjau kembali insiden yang terjadi andai ada kebingungan di lapangan. Artinya, AI yang dipakai juga dikombinasikan dengan sentuhan manusia agar keputusan lebih adil dan cepat.

Tenang, keputusan akan diambil dengan cepat karena sensornya bisa melacak data berkecepatan tinggi, 500 Hz. Dengan rataan itu, wasit bisa mendapatkan keputusan lebih baik atas sederet kejadian sensitif.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More