Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Gagal Menang Pertama Inggris Bersama Thomas Tuchel

3 Gagal Menang Pertama Inggris Bersama Thomas Tuchel
Wembley Stadium (unsplash.com/Winston Tjia)
Intinya Sih
  • Thomas Tuchel resmi melatih Timnas Inggris sejak awal 2025, menggantikan Gareth Southgate, dan mencatat sembilan kemenangan dari dua belas laga pertamanya.
  • Tiga laga yang gagal dimenangkan terjadi saat Inggris kalah 1-3 dari Senegal, imbang 1-1 lawan Uruguay, serta tumbang 0-1 dari Jepang di Wembley.
  • Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Tuchel untuk memperbaiki konsistensi permainan dan efektivitas serangan jelang Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tim Nasional Inggris memulai era baru ketika federasi menunjuk Thomas Tuchel sebagai pelatih baru mulai awal 2025. Juru taktik asal Jerman itu datang untuk menggantikan Gareth Southgate. Kesepakatan ini menandai kembalinya Tuchel ke kursi kepelatihan sejak berpisah dengan Bayern Munich pada Juni 2024.

Perjalanan awal The Three Lions bersama Tuchel menunjukkan statistik yang cukup apik. Harry Kane dan kolega meraih 9 kemenangan dalam 12 laga pertama. Dengan demikian, ada tiga laga yang gagal dimenangkan Inggris. Kegagalan menang dalam tiga laga itu menjadi penanda bahwa masih ada celah yang harus diperbaiki oleh Tuchel, terutama sebelum bersaing di Piala Dunia 2026.

1. Senegal menjadi tim pertama yang mengalahkan Inggris era Thomas Tuchel

Timnas Inggris selalu meraih kemenangan dan tak pernah kebobolan dalam tiga laga pertama bersama Thomas Tuchel. Tiga laga tersebut merupakan bagian dari tiga matchday pertama fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, hasil positif itu terhenti pada laga keempat Tuchel bersama The Three Lions.

Timnas Inggris takluk 1-3 dari Senegal dalam sebuah laga persahabatan pada 10 Juni 2025. Mereka memulai laga dengan cukup baik, unggul lebih dahulu lewat gol Harry Kane pada menit 7. Namun, Senegal yang tampil sebagai tim tamu di The City Ground menyamakan kedudukan lewat pemain English Premier League, Ismaila Sarr, pada menit 40. Gol Habib Diarra sempat membuat tim tamu membalikkan keadaan pada menit 62. Detik-detik sebelum laga berakhir, tepatnya pada menit 90+3, Cheikh Sabaly mencetak gol terakhir bagi Senegal.

2. Timnas Inggris ditahan imbang 1-1 oleh Uruguay

Setelah menderita kekalahan pertama, Thomas Tuchel mempersembahkan pencapaian menarik untuk para penggemar bersama Timnas Inggris. The Three Lions selalu menang dan tak pernah kebobolan dalam enam pertandingan beruntun dengan rincian 5 laga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan 1 laga persahabatan melawan Wales. Dengan selalu meraih kemenangan dalam delapan laga, Inggris memuncaki klasemen akhir grup L dan lolos secara otomatis ke PIala Dunia 2026.

Kegagalan kedua Timnas Inggris untuk meraih kemenangan terjadi pada 27 Maret 2026. Duel sengit menghadapi Uruguay di Wembley Stadium berakhir imbang 1-1. Satu gol Ben White pada menit 81 disamakan oleh Federico Valverde pada menit 90+4.

3. Timnas Inggris dipermalukan Jepang pada 31 Maret 2026

Timnas Inggris telah merasakan perlawanan negara dari berbagai benua berbeda dalam 12 laga pertama bersama Thomas Tuchel. Jepang menjadi satu-satunya negara asal Asia yang telah berduel dengan The Three Lions. Samurai Biru sekaligus menjadi negara kedua yang mengalahkan Inggris era Tuchel.

Timnas Inggris tak mampu mencetak gol dalam duel kontrak Jepang di Wembley Stadium pada 31 Maret 2026. Phil Foden, Morgan Rogers, dan Anthony Gordon yang dipasang di lini serang gagal menjebol gawang tim tamu yang dijaga kiper Parma, Zion Suzuki. Di sisi lain, Jepang berhasil menutup laga dengan keunggulan 1-0 oleh gol pemain Brighton & Hove Albion, Kaoru Mitoma, pada menit 23.

Tiga laga pertama yang gagal dimenangkan Inggris bersama Thomas Tuchel memang tak berimbas langsung terhadap perjuangan mereka ke Piala Dunia 2026 karena terjadi dalam laga persahabatan. Namun, hasil duel kontra Senegal, Uruguay, dan Jepang harus segera dievaluasi oleh sang juru taktik. Perbaikan dalam konsistensi permainan dan efektivitas lini serang menjadi kunci agar The Three Lions tampil lebih siap saat menghadapi tekanan di turnamen utama pada Juni 2026 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More