Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Goretzka: Mari Jujur, Jerman Bukan Lagi Tim Favorit di Piala Dunia

Goretzka: Mari Jujur, Jerman Bukan Lagi Tim Favorit di Piala Dunia
ilustrasi logo Timnas Jerman (unsplash.com/dbrandaof)
Intinya Sih
  • Leon Goretzka menegaskan Jerman kini bukan lagi tim favorit utama setelah dua kegagalan di Piala Dunia, dan harus membangun kembali kepercayaan publik serta identitas tim nasional.
  • Goretzka menyoroti pentingnya mental baru, kerja sama tim, dan konsistensi taktik agar Jerman bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu dan memulai era yang lebih stabil.
  • Ia menekankan bahwa kebugaran fisik, perhatian pada detail kecil, serta fokus menghadapi lawan di Grup E menjadi kunci kebangkitan Jerman menuju level elite dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Timnas Jerman masih belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang dua turnamen besar yang mengecewakan, yakni Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dua kegagalan tersebut membuat posisi Die Mannschaft turun dari status langganan kandidat juara menjadi tim yang kini harus kembali membuktikan diri di panggung dunia.

Dalam situasi itu, ekspektasi terhadap Jerman tetap tidak pernah benar-benar turun. Namun realitas di lapangan menunjukkan mereka kini berada dalam fase transisi yang menuntut pembenahan di berbagai aspek, baik teknis maupun mental.

Gelandang senior Leon Goretzka berbicara terbuka mengenai kondisi tersebut. Ia tidak mencoba membungkus realita dengan optimisme berlebihan, dan justru menegaskan posisi Jerman saat ini bukan lagi di jajaran favorit utama turnamen besar.

“Mari bersikap jujur, saya rasa kami tidak termasuk dalam jajaran favorit utama,” ujar Goretzka, dikutip laman resmi FIFA.

1. Jerman hadapi krisis kepercayaan usai dua edisi Piala Dunia gagal

Di sisi lain, Goretzka juga menyoroti hubungan antara tim nasional dan para pendukung yang sempat mengalami penurunan kepercayaan akibat hasil-hasil buruk di turnamen sebelumnya. Ia mengaku, jarak emosional itu menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki.

“Kepercayaan mereka kepada kami sedikit menurun, dan kami sangat ingin merebut kembali hati mereka,” ucap gelandang berusia 31 tahun itu.

Bagi Goretzka, kebangkitan Timnas Jerman tidak hanya diukur dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari upaya mengembalikan rasa bangga publik terhadap tim nasional mereka.

Meski demikian, ia menegaskan skuad Jerman tidak boleh terus terjebak pada kegagalan masa lalu. Fokus utama saat ini adalah menatap ke depan dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.

“Kami hanya ingin menatap ke depan dan memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata ini,” tegas Goretzka.

2. Goretzka tekankan mental baru dan minta lupakan masa lalu untuk fokus bangun tim

Menurut Goretzka, kunci utama kebangkitan Die Mannschaft terletak pada kemampuan tim untuk berkembang sebagai satu kesatuan, bukan hanya mengandalkan kualitas individu.

“Kami perlu berkembang bersama sebagai sebuah tim dan lebih memahami apa yang dilakukan oleh rekan di sebelah kami di lapangan,” bebernya.

Ia menilai bahwa konsistensi, kerja sama, dan pemahaman taktik menjadi fondasi penting dalam menghadapi persaingan level tertinggi.

Selain itu, Goretzka juga menegaskan Jerman harus berani meninggalkan bayang-bayang kegagalan Piala Dunia 2018 dan 2022 agar bisa benar-benar memulai era baru yang lebih stabil dan kompetitif.

3. Faktor fisik dan detail kecil jadi penentu kebangkitan Jerman

Lebih jauh, Goretzka menyoroti sepak bola modern menuntut kondisi fisik yang sangat prima, terutama dalam turnamen dengan jadwal padat dan intensitas tinggi.

Ia menilai, kebugaran pemain akan menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam perjalanan Timnas Jerman ke depan.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa dalam turnamen besar, detail kecil dan faktor keberuntungan tetap memiliki peran penting, bahkan bagi tim dengan kualitas tinggi sekalipun.

Pada akhirnya, Timnas Jerman kini hanya memiliki satu arah yang jelas: bangkit dan kembali menjadi kekuatan elite dunia.

Jerman sendiri tergabung di Grup E bersama Pantai Gading, Ekuador, dan debutan Curacao. Walau kans lolos besar, pantang bagi Die Mannschaft meremehkan lawan-lawannya itu jika tak mau gagal untuk ketiga kalinya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More