Inggris dan Argentina merupakan dua nama besar di panggung sepak bola internasional. Terlepas dari prestasi yang pernah diraih keduanya, mereka juga punya sejarah rivalitas panas yang terbentuk akibat sejumlah insiden pada masa lalu.
Salah satu contoh bisa dilihat dari insiden yang melibatkan Antonio Rattin pada perempat final Piala Dunia 1966. Rattin yang menjadi kapten Argentina diusir dari lapangan karena dianggap terlalu sering memprotes keputusan wasit. Menariknya, waktu itu belum ada penerapan sistem kartu kuning dan kartu merah sehingga Rattin sempat menolak. Saat akhirnya keluar, ia sempat duduk sebentar di karpet merah yang sejatinya diperuntukkan bagi Ratu Elizabeth II.
Gara-gara kejadian ini, Rattin dihujani makian dan lemparan sejumlah benda dari suporter Inggris. Setelah pertandingan, manajer Inggris, Alf Ramsey, bahkan menyebut para pemain Argentina sebagai 'binatang' karena dirasa tak berlaku sportif. Hal tersebut menjadi penghinaan yang tak akan dilupakan Argentina.
Selain insiden Rattin, ada lagi kejadian-kejadian lain yang menambah ketegangan di antara keduanya. Sebut saja seperti gol tangan tuhan Maradona di Piala Dunia 1986 hingga kontroversi kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998.