Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harry Kane Disebut GOAT Timnas Inggris, Ini Alasan Bellingham

3 min read
Harry Kane Disebut GOAT Timnas Inggris, Ini Alasan Bellingham
Gelandang Inggris, Jude Bellingham (kiri), merayakan gol pertama timnya bersama rekan setimnya, Harry Kane (kanan), selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Estadio Azteca, Mexico City, pada 6 Juli 2026. (AFP/Yuri Cortez)
  • Harry Kane menyamai rekor 125 penampilan Peter Shilton untuk Inggris saat menang 3-0 atas Republik Ceko di Wembley, sekaligus mencetak dua gol dan memicu gol bunuh diri Vladimir Coufal.

  • Dengan total 91 gol dari 125 laga internasional, Kane mempertegas konsistensinya sebagai kapten Inggris pada usia 33 tahun.

  • Jude Bellingham menyebut Kane pemain Inggris terbaik, menyoroti kepemimpinan, kepedulian terhadap tim, kemampuan mencetak gol, membangun serangan, serta kontribusi bertahannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ada suasana magis di Stadion Wembley yang sulit dijelaskan sekadar lewat angka. Malam itu bukan hanya tentang papan skor yang menunjukkan keunggulan tiga gol tanpa balas atas Republik Ceko.

Ini merupakan perayaan tentang momen bersejarah ketika seorang penyerang mengukuhkan kepemimpinannya di panggung tertinggi. Sebuah kepemimpinan yang tak hanya membakar semangat publik Wembley, tetapi juga memikat seluruh rekan satu timnya.

Harry Kane melangkah keluar lapangan malam itu dengan status baru yang kian mengukuhkan posisinya. Ia resmi menyamai rekor penampilan sepanjang masa milik legenda penjaga gawang Inggris, Peter Shilton.

Catatan 125 penampilan resmi berseragam The Three Lions menjadi bukti nyata dari konsistensi tingkat tinggi. Lebih dari sekadar statistik di atas kertas, setiap gerak-gerik sang kapten di lapangan malam itu terasa begitu elegan.

  1. 1. Pencapaian rekor mentereng dan cetak sejarah baru di Wembley

    Ia menjadi aktor utama di balik gol pembuka tuan rumah yang berujung aksi bunuh diri bek lawan, Vladimir Coufal. Tekanan tanpa henti yang ia lancarkan membuat lini belakang lawan kehilangan fokus sejak awal laga.

    Tak berhenti di situ, dua gol tambahan lahir dari sentuhan dingin kakinya untuk menyempurnakan pesta kemenangan Inggris. Setiap penyelesaian akhirnya menunjukkan kelas seorang penyerang papan atas dunia.

    Koleksi golnya kini resmi menembus angka spektakuler, yakni 91 gol dari 125 laga internasional. Pencapaian luar biasa bagi penyerang yang telah memasuki usia 33 tahun tersebut.

  2. 2. Pengakuan jujur Jude Bellingham soal sosok pemimpin sejati

    Di tengah gemuruh tepuk tangan penonton yang memenuhi tribune, Jude Bellingham menyampaikan pengakuan jujur. Gelandang muda berbakat ini melihat sosok sang kapten dari sudut pandang yang sangat personal.

    "Tak banyak lagi yang bisa dikatakan yang belum pernah disampaikan sebelumnya. Saya hanya bisa berbicara dari perspektif saya. Dia pertama-tama adalah manusia yang luar biasa. Sebagai kapten dan sebagai seorang pria, dia selalu memperhatikan setiap orang. Dia juga selalu menjadi orang pertama yang bertanggung jawab ketika ada sesuatu yang harus dilakukan di luar lapangan," kata Bellingham kepada ITV.

    Bellingham merasa sangat beruntung bisa berbagi lapangan dengan sang juru gedor utama. Pengaruh positif sang senior dirasakan begitu nyata, baik saat bertanding maupun di dalam kamar ganti.

    "Di lapangan, kita sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya. Dia adalah pemain Inggris terbaik yang pernah mengenakan seragam ini dan merupakan sebuah kehormatan bisa bermain bersamanya," ujar pemain Real Madrid itu.

  3. 3. Kualitas permainan lengkap dan etos kerja tanpa batas

    Gaya permainan Kane memang tak pernah terbatas pada tugas utama mencetak gol. Ia kerap turun jauh ke area lini tengah untuk merancang serangan sekaligus memanjakan rekan-rekannya.

    "Saya rasa memang begitu. Dia bermain di level yang sulit ditandingi jika melihat pemain-pemain di seluruh dunia," ujar Bellingham ketika ditanya apakah Kane kini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

    Etos kerjanya saat membantu pertahanan juga menjadi contoh dan teladan nyata bagi deretan pemain muda di skuad Inggris. Ia tak segan melancarkan tekel bersih untuk merebut kembali penguasaan bola.

    "Dia mencetak gol dengan mudah, masih sering turun ke belakang untuk memberikan umpan ke ruang kosong maupun ke sisi lapangan, serta berkontribusi dalam begitu banyak hal. Dia juga ikut turun bertahan, melakukan tekel dan sebagainya! Dia justru semakin bagus. Jadi, kami harus memanfaatkan kemampuannya selama mungkin," kata Bellingham lagi memuji Harry Kane.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More