Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil 4 Klub Italia pada Matchday 2 UCL 2026/2027, Kalah Semua
ilustrasi UCL (unsplash.com/Janosch Jost)
  • Empat wakil Italia kalah pada matchday kedua UCL 2026/2027: Inter tumbang 3-4 dari Club Brugge, Roma kalah 3-4 setelah comeback Real Madrid, Napoli kalah 1-3 di Villarreal, dan Como 2-3 di Feyenoord.
  • Inter masih tanpa poin di peringkat 29 setelah Nicolo Tresoldi mencetak hattrick untuk Club Brugge; Napoli, yang sempat unggul cepat, berada paling bawah di antara klub Italia pada posisi 32.
  • Roma mengoleksi satu poin dan menempati peringkat 25, sedangkan Como tetap di posisi 12 berkat kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada laga pembuka meski kalah di Rotterdam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klub-klub Serie A Italia meraih hasil buruk pada awal fase liga UEFA Champions League (UCL) 2026/2027. Pada matchday pertama, hanya 1 dari 4 tim yang meraih kemenangan. Lanjut ke matchday kedua, situasinya malah makin memburuk. Keempat wakil Italia kompak menelan kekalahan dari lawan-lawannya.

1. Inter Milan dipermalukan Club Brugge di kandang sendiri

Di antara empat klub Serie A yang tampil di UCL 2026/2027, Inter Milan adalah yang paling diunggulkan. Nerazzurri tampil membawa status juara bertahan Serie A Italia. Selain itu, mereka adalah klub Italia dengan prestasi terbaik di UCL dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Inter Milan malah mengawali kiprah di UCL musim ini dengan buruk.

Setelah kalah di markas Real Madrid pada matchday pertama, Inter Milan ganti bermain di kandang sendiri pada laga kedua. Mereka kedatangan Club Brugge, wakil Belgia yang tak dijagokan bisa berbuat banyak di Eropa. Siapa sangka, Inter Milan malah dipermalukan. Mereka tak sekali pun unggul sepanjang laga dan akhirnya keok 3-4.

Striker muda Club Brugge, Nicolo Tresoldi, menjadi momok Nerazzurri dengan torehan hattrick. Satu gol sisanya dibuat Club Brugge via Romeo Vermant. Brace Lautaro Martinez dan gol Ange-Yoan Bonny pun tak mampu menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Alhasil, Inter Milan kini terpuruk di peringkat 29 klasemen fase liga tanpa poin.

2. AS Roma kalah dari Real Madrid setelah terkena comeback dramatis

AS Roma juga kalah 3-4 di kandang sendiri pada matchday 2 UCL 2026/2027. Namun, kekalahan mereka terbilang lebih menyakitkan dibanding Inter Milan. Pasalnya, AS Roma sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan. Mereka berhasil unggul 3-1 hingga laga memasuki 10 menit terakhir.

Sayangnya, lawan AS Roma bukanlah tim sembarangan. Mereka ditantang Real Madrid, tim tersukses Liga Champions yang punya mental luar biasa di Eropa. Dalam waktu singkat, Los Blancos sukses membalikkan keadaan. Aksi Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger membawa Real Madrid membukukan comeback dramatis.

AS Roma pun masih belum menang di Liga Champions musim ini. Namun, setidaknya mereka sudah punya poin berkat hasil seri dengan Fenerbahce pada matchday pertama. Dengan satu angka, AS Roma kini duduk di peringkat 25 klasemen sementara.

3. Napoli pulang dari Villarreal dengan kekalahan setelah unggul duluan

Berikutnya, ada Napoli, yang bertamu ke markas Villarreal. Napoli datang ke Spanyol membawa misi bangkit usai dibekuk Arsenal pada laga pembuka. I Partenopei pun unggul cepat berkat aksi Amir Rrahmani saat laga baru berjalan 8 menit. Sayangnya, keunggulan mereka sirna dengan cepat pula.

Gol-gol Georges Mikautadze dan Alvaro Mourino membawa Villarreal sudah berbalik unggul pada menit 26. Upaya Napoli untuk membalas tak membuahkan hasil hingga akhir. Malah, gawang mereka jebol sekali lagi jelang laga usai hingga keok 1-3. Napoli kini jadi klub Italia dengan posisi terendah di klasemen sementara fase liga UCL, yaitu peringkat 32.

4. Como gagal melanjutkan start gemilang pada musim debut mereka di UCL

Satu-satunya klub Italia yang menang pada matchday pertama UCL 2026/2027 adalah Como. Padahal, Como berstatus debutan karena baru pertama kali tampil di kompetisi Eropa. Mereka tampil luar biasa dan sukses menggilas RB Leipzig 4-1. Sayangnya, start gemilang Como gagal berlanjut pada laga kedua.

Bertandang ke markas Feyenoord, Como sebenarnya tampil apik. Mereka mampu mengimbangi tuan rumah dan sempat unggul lebih dulu. Namun, Feyenoord berbalik unggul berkat tiga gol balasan. Gol kedua Como pun hanya sekadar memperkecil kekalahan mereka jadi 2-3. Meski demikian, Como masih berada di posisi yang cukup bagus, yaitu peringkat 12.

Pada UCL 2025/2026, capaian terbaik wakil Italia hanyalah babak 16 besar. Hal itu bisa berulang melihat start empat klub Italia di UCL musim ini, atau bahkan lebih buruk. Bisakah empat klub di atas bangkit dan mengharumkan nama Italia pada lanjutan kompetisi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article