Tekuk Roma, Real Madrid Masih Jadi Momok Tim Italia di Liga Champions

Real Madrid menang 4-3 atas AS Roma setelah mencetak tiga gol pada penghujung laga di Stadio Olimpico.
Kemenangan tersebut memperpanjang dominasi Madrid atas wakil Italia, dengan 19 kemenangan dari 21 pertandingan Liga Champions.
Jose Mourinho menilai Roma mendominasi sebagian besar laga, tetapi kelelahan membuat mereka kesulitan mempertahankan intensitas hingga akhir.
Jakarta, IDN Times - Real Madrid sukses menekuk AS Roma dengan skor 4-3 pada matchday kedua Liga Champions musim ini, pada Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu memperpanjang rekornya atas wakil Italia.
Los Blancos mencuri tiga poin di Stadio Olimpico setelah melakukan comeback sensasional. Tim asuhan Jose Mourinho mencetak tiga gol di menit kritis, lewat aksi Carlos Espi (83'), Endrick (85') dan Antonio Ruediger (90').
1. Baru dua kali kalah dari 21 laga
Berdasarkan data Opta, Madrid baru menelan dua kekalahan dari 22 pertandingannya melawan wakil Italia di Liga Champions. Sedangkan, sebanyak 20 laga lainnya berhasil mereka menangkan.
Dalam periode tersebut, hanya Juventus (2018) dan AC Milan (2024) yang berhasil menundukkan Los Blancos. Juventus dan Milan kompak membekuk raja Liga Champions itu dengan skor 3-1.
2. Mourinho sanjung Roma
Pelatih Madrid, Jose Mourinho, mengakui Roma lebih unggul dalam sebagian besar pertandingan. Menurutnya, duel tersebut terbagi menjadi dua fase yang kontras.
Di awal, pelatih berjuluk The Special One itu juga menyoroti pergerakan Matias Soule di sisi sayap pada awal laga. Strategi tersebut membuat Roma unggul jumlah pemain di area tertentu dan menyulitkan Madrid untuk menghentikan serangan lawan. Kemudian, ketika berada dalam posisi sulit, Madrid mengambil alih kendali pada 20 menit terakhir.
"Ini seperti dua pertandingan dalam satu laga: Roma lebih unggul dalam segala aspek, lalu pada 20 menit terakhir Real Madrid tidak terbendung," ujar Mourinho selepas laga, di laman resmi UEFA.
3. Berkat Roma kehabisan tenaga
Mourinho menilai Roma kesulitan mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit. Situasi itu terlihat pada penghujung laga, yang berakhir dihukum tiga gol dalam kurun waktu tujuh menit.
"Saat skor 3-1, semua orang mengira kami sudah habis. Tapi, justru para pemain mereka yang akhirnya kelelahan. Roma sulit mempertahankan gaya permainan seperti itu selama 90 menit penuh. Pada menit-menit akhir, mereka bahkan tak mampu lagi menghentikan serangan-serangan kami," ujar Mourinho.














