Heboh Malut United dan Adhyaksa FC Mau Berubah Nama dan Kandang, Bisa?

- I.League mengaku belum menerima konfirmasi resmi soal kabar Malut United akan berganti nama menjadi Jateng United dan pindah markas ke Semarang.
- PSSI disebut sebagai pihak yang berwenang memberikan keputusan akhir terkait izin perubahan nama dan homebase klub tersebut.
- Jika perubahan benar terjadi, I.League akan menyesuaikan kompetisi, memeriksa kelayakan markas baru, serta menilai ulang lisensi klub sesuai regulasi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah kabar mengejutkan datang dari Malut United. Klub yang mentas di Super League itu dikabarkan akan ganti nama jadi Jateng United, dan berpindah markas ke Semarang.
Isu ini berembus seiring beredarnya surat di media sosial, yang berisi permohonan Malut United kepada PSSI untuk berganti nama dan berpindah kandang. Surat tersebut menjadi bola panas di media sosial karena banyak yang mempertanyakan mekanisme klub pindah kandang hingga mengganti nama. Apalagi, bukan cuma Malut United, tapi juga ada Adhyaksa FC, yang musim lalu bermarkas di Banten, mau bergeser ke Kalimantan Tengah (Kalteng).
Warganet masih bingung dengan bagaimana mudahnya klub berpindah kandang dan berganti kemasan. Ditinjau dari segi rekor, sudah banyak yang melakukan praktik tersebut.
1. I.League tak cuma tahu ada surat

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengaku tak tahu soal hal tersebut. Menurutnya, sampai berita ini ditulis, pihak I.League baru menerima surat permohonan yang berkaitan dengan hal tersebut tanpa adanya konfirmasi resmi.
"Kalau secara spesifik, memang kami belum mendapat sesuatu atau konfirmasi yang resmi. Tapi, memang ada satu surat yang sampai ke kami, ditembuskan kaitannya dengan perubahan nama dan homebase," ujar Asep kepada awak media.
2. Menanti tanggapan dari PSSI

Isu perubahan nama dan perpindahan legalitas sebuah klub, dijelaskan Asep, merupakan otoritas PSSI. Permohonan itu bisa ditolak atau diterima, memang melalui Direktorat Lisensi Klub. Sebab, ada prosedur administrasi hingga penilaian atau asesmen yang akan dilakukan, sehingga hal tersebut diajukan.
"Ini ada beberapa step scope organisasi yang memang harus dijalankan. Kami (I.League) belum memiliki otoritas dan kompetensi yang bisa memberikan tanggapan secara langsung karena ada prosedur organisasi," kata Asep.
3. Jika terjadi, akan ada perubahan di kompetisi

Andai nantinya perubahan nama dan kandang terjadi, maka kompetisi bisa berdampak. Nilai lisensi klub juga bisa berpengaruh. Selain itu, I.League juga harus melakukan peninjauan ulang ke markas klub baru tersebut agar sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi Super League, Championship, dan lainnya.
"Misalnya, klub A yang sudah mendapat lisensi dengan lima atribut, infrastruktur, finansial, legal, sporting, dan personal admin, tiba-tiba berubah. Ada konsekuensi sesuai dengan regulasi club licensing," kata Asep.
















