Comscore Tracker

Wasit Liga 1 dan Liga 2 Dievaluasi

Beberapa wasit menjadi sorotan saat memimpin pertandingan

Jakarta, IDN Times - Wasit bak dirigen dalam memandu orkestra. Kepiawaiannya menjadi konduktor membuat nada-nada mengalun indah di lapangan. Sedikit saja salah, maka nada-nada yang dibawakan akan sumbang.

Wasit memang jadi elemen penting dalam pertandingan sepak bola. Kinerjanya bakal menentukan kualitas suatu pertandingan. Tak jarang, kesalahan membuat pertandingan berjalan tidak bagus, bahkan berpotensi menimbulkan pertikaian.

Menilik kinerja wasit di Liga 1 hingga seri dua berlangsung dan Liga 2 yang baru digelar, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, terlihat kurang puas.

Terlebih, wasit yang memimpin dalam beberapa pertandingan mendapatkan protes keras, karena dinilai melakukan beberapa keputusan keliru. Walhasil, dia ingin ada investigasi yang dilakukan Komite Wasit PSSI.

1. Persija protes atas kinerja wasit Oki Dwi Putra

Wasit Liga 1 dan Liga 2 DievaluasiIlustrasi wasit. (Pixabay.com/planet_fox)

Isu soal kinerja wasit masih kurang bagus kembali muncul dalam beberapa pekan terakhir. Terlebih, Persija Jakarta melayangkan surat protes atas kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra. Mereka merasa dirugikan oleh beberapa keputusan saat bentrok dengan Arema di seri dua Liga 1 2021/22. 

Ada beberapa insiden yang menjadi sorotan, salah satunya adalah aksi pemain Arema FC yang dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain Persija, Rio Fahmi. Namun, Oki kala itu tak melihat hal itu sebuah pelanggaran, sehingga tak memberikan penalti untuk Persija. 

Setelah itu, protes juga dilakukan Persija atas dianulirnya gol Marko Simic. Walau pemain Kroasia itu mampu merobek gawang lawan di masa injury time, gol itu tak dianggap, karena dinilai lebih dulu melakukan pelanggaran.

Tak hanya soal kinerja wasit Oki Dwi, beberapa pertandingan pun menjadi sorotan, salah satunya dalam duel Liga 1 antara, Bhayangkara FC melawan Persiraja Banda Aceh, hingga Borneo FC kontra Persita. Lalu ada juga beberapa wasit yang memimpin laga di Liga 2, seperti Kalteng Putra melawan PSBS, Rans Cilegon vs Badak Lampung.

Baca Juga: Menpora Akan Temui PSSI, Bahas Penonton di Liga 1 dan Liga 2

2. Ketua Komite Wasit sudah siap memberikan sanksi tegas

Wasit Liga 1 dan Liga 2 DievaluasiKetua PSSI Jatim sekaligus Calon Exco PSSI, Ahmad Riyadh (23/10). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Ketua Komite Wasit, Ahmad Riyadh, yang ditugaskan oleh Iriawan, langsung melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit-wasit tersebut. Menurut dia, jika ditemukan ada kesalahan, PSSI tentu akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkatannya.

Riyadh pun akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan tingkat kesalahan wasitnya. Untuk kategori sedang, dia akan diistirahatkan selama beberapa laga, kesalahan berat akan diturunkan menjadi wasit Liga 2, dan jika fatal akan diberhentikan.

"Kesalahan fatal ini jika tindakan wasit bisa mengubah pertandingan. Misal seharusnya kedudukan 1-1, tetapi karena kesalahan wasit bisa menjadi 2-1," ujar pria yang jadi anggota Exco PSSI ini.

3. Wasit harus fokus dan meminimalisir kesalahan

Wasit Liga 1 dan Liga 2 Dievaluasisudinfo.be

Riyadh memastikan, sanksi tegas dilakukan agar wasit yang bertugas di Liga 1 dan Liga 2 bisa fokus, tak melakukan kesalahan elementer. Terlebih hal itu memberikan respons negatif dari klub, warganet, sponsor, bahkan pemerintah.

Selain itu, dia juga akan melihat bagaimana apakah ada atensi atau hanya human error yang dilakukan seorang wasit. Dia berjanji akan memberikan sanksi mengacu pada aturan dari FIFA, AFC, dan AFF. 

"Kalau human error, itu bisa dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," bebernya. 

Baca Juga: Persija Protes Kepemimpinan Wasit Kontra Arema

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya