Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Liburan Sekolah

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Liburan Sekolah
Suasana Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Lima destinasi wisata bersejarah di Jakarta direkomendasikan untuk libur sekolah dengan harga tiket terjangkau, menawarkan pengalaman edukatif dan budaya tanpa perlu keluar kota.
  • Tempat-tempat seperti Museum Seni Rupa dan Keramik, Monas, serta Museum Nasional menghadirkan koleksi seni, sejarah perjuangan bangsa, hingga artefak budaya Nusantara.
  • Pecinan Glodok dan Museum Taman Prasasti menambah variasi wisata dengan nuansa kuliner legendaris serta peninggalan kolonial yang masih terawat di tengah hiruk pikuk ibu kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Libur sekolah bisa jadi momen yang tepat untuk menikmati suasana Jakarta, sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang penuh edukasi. 

Tak perlu mengeluarkan biaya mahal, sejumlah destinasi wisata di Ibu Kota bisa dikunjungi dengan harga tiket di bawah 50 ribu. 

Mulai dari museum, kawasan pecinan legendaris, hingga ikon bersejarah Jakarta dapat menjadi pilihan wisata murah meriah untuk healing sejenak selama menikmati libur sekolah. 

Berikut lima tempat wisata bersejarah di Jakarta yang murah meriah untuk dikunjungi saat libur sekolah.

Table of Content

1. Menikmati karya seni dan benda bersejarah di Museum Seni Rupa dan Keramik

1. Menikmati karya seni dan benda bersejarah di Museum Seni Rupa dan Keramik

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Libur Sekolah
Museum Seni Rupa dan Keramik/Dok Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

Ingin melihat koleksi lukisan hingga patung bersejarah? Museum Seni Rupa dan Keramik bisa menjadi pilihan wisata edukatif saat libur sekolah.

Melansir laman Dinas Kebudayaan Jakarta, gedung museum ini dibangun pada 1866 hingga 1870 oleh arsitek Jhe W.H.F.H Van Raders dengan gaya arsitektur Neo Classic.

Sebelum menjadi museum, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor Dewan Keadilan Batavia atau Raad van Justitie Binnen Het Casteel Batavia pada 1870.

Kini, museum tersebut menyimpan berbagai koleksi sketsa, lukisan, patung, hingga keramik dari dalam dan luar negeri.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai workshop seperti pottery class, membatik, hingga melukis gerabah.

Museum ini berlokasi di Jalan Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Harga tiket masuk:

  • Selasa–Jumat: Rp10 ribu
  • Sabtu–Minggu: Rp15 ribu
  • Pelajar dan mahasiswa: Rp5 ribu

Jam operasional:
Selasa–Minggu pukul 09.00–15.00 WIB.

2. Melihat panorama Jakarta dari Monumen Nasional

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Liburan Sekolah
Monumen Nasional (Monas) di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. (IDNTimes/Rochmanudin)

Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu ikon Jakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Berdasarkan laman Bapenda Jakarta, Monas dibangun sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Monas dirancang oleh arsitek Soedarsono untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia, sekaligus membangkitkan semangat patriotisme generasi muda.

Selain menikmati panorama Jakarta dari puncak Monas, pengunjung juga dapat melihat diorama sejarah Nusantara, dan ruang kemerdekaan di area museum.

Monas berlokasi di Jalan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Harga tiket:
Museum-Cawan

  • Dewasa: Rp8 ribu
  • Mahasiswa: Rp5 ribu
  • Anak-anak: Rp3 ribu

Museum-Puncak

  • Dewasa: Rp24 ribu
  • Mahasiswa: Rp13 ribu
  • Anak-anak: Rp6 ribu

Jam operasional:

  • Selasa–Kamis: 06.00–18.00 WIB
  • Jumat–Minggu: 06.00–22.00 WIB.

3. Menambah wawasan budaya Nusantara di Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional/Museum Gajah (IDN Times/Rochmanudin)
Museum Nasional/Museum Gajah (IDN Times/Rochmanudin)

Museum Nasional Indonesia merupakan salah satu museum terbesar di Indonesia yang menyimpan ratusan ribu koleksi benda budaya.

Berdasarkan laman resmi Museum Nasional Indonesia, museum ini berawal dari himpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) yang didirikan Pemerintah Belanda pada 1778, untuk mengembangkan penelitian seni dan ilmu pengetahuan.

Salah satu pendirinya, JCM Radermacher, menyumbangkan rumah di kawasan Kalibesar beserta koleksi benda budaya, dan buku yang menjadi cikal bakal museum dan perpustakaan.

Seiring bertambahnya koleksi, pemerintah Hindia-Belanda kemudian membangun gedung museum baru di Jalan Medan Merdeka Barat No.12 pada 1862.

Kini, Museum Nasional atau yang biasa dikenal sebagai Museum Gajah memiliki lebih dari 190 ribu koleksi yang meliputi artefak prasejarah, arkeologi, etnografi, hingga numismatik.

Harga tiket:

  • Dewasa: Rp50 ribu
  • Pelajar: Rp30 ribu
  • Anak usia 0–3 tahun: gratis

Jam operasional:

  • Selasa–Kamis: 08.00–18.00 WIB
  • Jumat–Minggu: 08.00–20.00 WIB.

4. Menikmati kuliner legendaris di Pecinan Glodok

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Libur Sekolah
Potret kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat (jakarta-tourism.go.id)

Pecinan Glodok menjadi salah satu kawasan bersejarah di Jakarta yang terkenal dengan wisata kuliner dan budaya Tionghoa.

Melansir akun Instagram Kota Administrasi Jakarta Barat, nama Glodok berasal dari bahasa Sunda yang berarti pintu masuk rumah. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu Chinatown terbesar di Indonesia.

Di kawasan ini, pengunjung dapat menjelajahi Pasar Petak Sembilan, Gang Gloria, hingga Petak Enam sambil menikmati aneka kuliner legendaris dengan suasana perpaduan budaya Tionghoa dan bangunan tua khas Batavia.

Kawasan Pecinan Glodok berlokasi di Jalan Pancoran, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat dan dapat dikunjungi secara gratis.

5. Menelusuri jejak sejarah Batavia di Museum Taman Prasasti

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta yang Cocok Buat Libur Sekolah
Situasi Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, pada 15 April 2025 (Dok. Pribadi Daffa Ulhaq)

Museum Taman Prasasti dulunya merupakan area pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober, yang dibangun Pemerintah Batavia pada 1795. 

Melansir dari laman Dinas Kebudayaan Jakarta, pemakaman ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan makam di dalam kota Batavia, yang saat itu padat penduduk dan rawan wabah penyakit.

Bekas pemakaman tersebut kemudian diresmikan menjadi Museum Taman Prasasti pada 9 Juli 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Kini, Museum Taman Prasasti menyimpan ratusan koleksi nisan, prasasti, dan ornamen makam peninggalan masa kolonial yang masih terawat hingga sekarang.

Museum Taman Prasasti berlokasi di Jalan Tanah Abang I No.1, Gambir, Jakarta Pusat.

Harga tiket:
Selasa–Jumat

  • Dewasa: Rp10 ribu
  • Pelajar dan mahasiswa: Rp5 ribu

Sabtu–Minggu

  • Dewasa: Rp15 ribu
  • Pelajar dan mahasiswa: Rp5 ribu

Jam operasional:
Selasa–Minggu pukul 09.00–15.00 WIB.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More