Ketegangan geopolitik kembali merambah lapangan hijau. Menjelang Piala Dunia 2026, polemik keikutsertaan Iran menjadi sorotan, menyusul memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat.
Isu ini berkembang bukan sekadar rumor. Pernyataan bernuansa politis hingga usulan kontroversial muncul dari lingkaran kekuasaan di Amerika Serikat, sehingga memicu respons keras dari Teheran.
Iran secara terbuka menyindir wacana yang meragukan kehadiran mereka di Piala Dunia. Pemerintah setempat menilai narasi tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang dibungkus dalam isu keamanan.
Kontroversi semakin melebar ketika utusan Trump, Paolo Zampolli, mengusulkan agar Italia dipertimbangkan sebagai pengganti Iran jika situasi memburuk.
