Iran Tepis Klaim FIFA, Belum Ambil Sikap soal Piala Dunia 2026

- Iran belum memutuskan apakah akan ikut atau memboikot Piala Dunia 2026 akibat ketegangan politik dengan AS dan Israel, meski persiapan tim nasional tetap berjalan.
- Pernyataan Menteri Olahraga Iran menanggapi klaim Presiden FIFA Gianni Infantino yang menyebut Iran pasti tampil di turnamen, padahal keputusan resmi belum diambil.
- Infantino menegaskan para pemain Iran ingin bertanding dan mengingatkan agar olahraga tidak dicampur politik, sementara permintaan Iran memindahkan laga ke Meksiko ditolak FIFA.
Jakarta, IDN Times - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko tinggal menghitung pekan. Namun, Iran masih belum mengambil keputusan final apakah akan tetap berpartisipasi atau memboikot ajang prestisius tersebut.
Sebelumnya, Iran sempat condong untuk mundur menyusul meningkatnya eskalasi konflik dengan AS dan Israel di Timur Tengah. Situasi ini kian rumit karena mereka dijadwalkan berlaga di wilayah AS, sementara Presiden Donald Trump tidak menjamin penuh terkait aspek keamanan Tim Melli.
Situasi tersebut membuat pemerintah dan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) masih tarik ulur terkait keikutsertaannya. Namun, ada sikap dan rencana baru yang telah mereka keluarkan.
1. Iran tetap sempurnakan tim
Terlepas nantinya ikut atau tidak, kesebelasan besutan Amir Ghalenoei akan tetap menyempurnakan tim. Langkah memanaskan mesin ini diambil agar Iran tetap tangguh ketika memutuskan untuk tetap berpartisipasi.
Pemerintah dan FFIRI telah mengadakan pertemuan terkait hal tersebut. Mereka juga membentuk komite khusus untuk mengkaji secara mendalam terkait kondisi keamanan tim nasional jika dipaksa terbang ke AS.
"Kami harus tetap bersiap. Bagaimanapun, ada kemungkinan diputuskan untuk tidak berangkat. Namun, jika akhirnya berangkat, kami harus dalam kondisi siap, agar kehadiran tersebut benar-benar kuat. Sekali lagi saya tegaskan, keputusan akan diambil berdasarkan kondisi terkini, oleh pemerintah bersama kemungkinan Dewan Keamanan Nasional," kata Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, dikutip dari Sport Bible.
2. Bentuk respons dari klaim sepihak Infantino
Pernyataan Donyamali merupakan respons terkait klaim sepihak Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pria yang memberi penghargaan FIFA Peace Prize kepada Trump itu menyebut Iran tidak akan mundur dari turnamen.
"Tim Iran pasti akan datang. Kami berharap saat itu situasinya sudah damai. Seperti yang saya katakan, itu tentu akan sangat membantu. Tapi Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya. Mereka sudah lolos kualifikasi," kata Infantino.
3. Pemain Iran mau main, olahraga harus di luar politik
Infantino juga mengklaim para pemain Iran memiliki keinginan tinggi untuk bermain di ajang paling prestisius tersebut. Infantino juga mengingatkan pemerintah Iran dan FFIRI agar tidak mancampurkan olahraga dengan politik.
"Para pemain ingin bermain. Mereka benar-benar ingin bermain, dan seharusnya seperti itu. Olahraga seharusnya berada di luar politik," ujar Infantino.
Di sisi lain, Iran sebelumnya juga sempat meminta agar seluruh pertandingan yang dilakoninya dipindah ke Meksiko demi alasan keamanan. Sesuai regulasi turnamen, FIFA punya hak untuk mengabulkan itu, tetapi justru menolaknya.

















