Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ayyoub Bouaddi, Wonderkid Maroko yang Bikin Sejarah di Piala Dunia 2026

Ayyoub Bouaddi, Wonderkid Maroko yang Bikin Sejarah di Piala Dunia 2026
Wonderkid Maroko, Ayyoub Bouaddi (AFP / Mauro Pimentel)
Intinya Sih
  • Maroko menahan imbang Brasil 1-1 di laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, dengan Ayyoub Bouaddi tampil menonjol meski timnya gagal mempertahankan keunggulan.
  • Gelandang muda berusia 18 tahun itu mencatat 60 operan sukses, menjadi pemain termuda kedua dalam enam dekade terakhir yang mencapai rekor tersebut di ajang Piala Dunia.
  • Bouaddi yang sebelumnya membela tim junior Prancis kini memperkuat Maroko dan menarik minat klub besar seperti Bayern Munich, Arsenal, serta Paris Saint-Germain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Maroko sukses menahan imbang Brasil dengan skor 1-1 pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). Hasil yang kurang memuaskan, mengingat mereka berhasil unggul lebih dulu.

Terlepas dari hasilnya yang harus puas berbagi poin, skuad berjuluk Singa Atlas itu sukses memperkenalkan salah satu talenta potensial baru mereka kepada dunia, yakni Ayyoub Bouaddi.

1. Bouaddi jadi raja umpan saat melawan Brasil

Dalam laga tersebut, rekan Calvin Verdonk di LOSC Lille itu menjelma sebagai jenderal lapangan. Gelandang berusia 18 tahun 254 hari itu tampil tenang dan matang saat mengatur aliran bola dari lini tengah.

Data Opta, Bouaddi menjadi metronom Maroko dengan melakukan 60 operan sukses. Catatan itu membuatnya menjadi pemain termuda kedua yang mencatatkan 50 operan sukses lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia, setidaknya dalam 60 tahun terakhir.

Sebelum Bouaddi, wonderkid Spanyol, Gavi, menuliskan tinta emas tersebut lebih dulu saat menghadapi Kosta Rika pada edisi 2022 lalu. Bintang Barcelona itu mencatat 67 umpan sukses dalam usia 18 tahun 110 hari.

2. Statistik lain dari Bouaddi

Bouaddi juga mencatat statistik mengilap lainnya kontra Brasil. Seperti menyelesaikan tiga dribel sukses, memenangkan sembilan duel secara keseluruhan, dan merebut kembali penguasaan bola sebanyak enam kali.

Kehadirannya menjadi momok yang sering mengganggu ritme permainan Brasil di lini tengah. Total, Bouaddi melakukan 87 sentuhan, pemain terbanyak ketiga di bawah Marquinhos dan Gabriel Magalhaes.

3. Bouaddi jadi buruan klub raksasa

Fakta menariknya, Bouaddi pernah membela kelompok umur Timnas Prancis, mulai dari U-16, U-17, U-18, U-20, dan U-21. Namun, pemain kelahiran Senlis, Prancis, itu memutuskan membela Maroko di level senior.

Bouaddi bahkan baru mengukir debutnya bersama Maroko dalam persiapan Piala Dunia, tepatnya saat menghadapi Burundi pada 26 Mei 2026 lalu. Kini, Bouaddi telah mencatatkan empat caps untuk Singa Atlas.

Bagi para pendukung Lille dan publik Prancis, peningkatan karier Bouaddi bukanlah hal yang mengejutkan. Dia telah mencatatkan 96 penampilan bersama Lille, dan kini dirumorkan masuk dalam radar klub raksasa, macam Bayern Munich, Arsenal, dan Paris Saint-Germain (PSG).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More