Piala Dunia 2026 jelas menjadi alasan mengapa Issa Diop bersedia mengkhianati ucapannya. Peluang Diop untuk bermain di ajang tersebut bersama Maroko memang begitu terbuka mengingat krisis yang tengah terjadi di lini belakang mereka. Maroko baru saja ditinggal bek tengah sekaligus sang kapten, Romain Saiss, yang memutuskan pensiun dari sepak bola internasional per 23 Februari 2026. Ironisnya, kondisi Nayef Aguerd yang menjadi tandem Saiss juga mengkhawatirkan. Penggawa milik Olympique Marseille itu tengah menjalani pemulihan usai melakukan operasi pada 12 Maret 2026 untuk mengatasi masalah pubalgia menyerangnya berbulan-bulan.
Aguerd mungkin saja sembuh di Piala Dunia 2026 nanti. Namun, selain dirinya, Maroko tidak memiliki bek tengah lain yang mumpuni. Itu setidaknya terlihat di skuad pada jeda internasional Maret 2026. Selain Diop, bek tengah mereka lainnya adalah Chadi Riad (4 caps, 22 tahun), Abdelhamid Ait Boudlal (1 caps, 19 tahun), Redouane Halhal (1 caps, 23 tahun), dan Ismael Baouf (0 caps, 19 tahun). Maroko sebetulnya mempunyai Jawad El Yamiq (41 caps, 32 tahun) atau Adam Masina (28 caps, 30 tahun). Namun, Mohamed Ouahbi memilih tidak memanggil keduanya. Pelatih yang baru menukangi tim mulai 5 Maret 2026 itu lebih percaya kepada para penggawa muda.
Itu mengapa Diop kemungkinan besar akan menjadi pilar kunci di lini belakang Maroko di Piala Dunia 2026. Itu setidaknya sudah terlihat dari fakta ia selalu bermain penuh dalam dua pertandingan pada jeda internasional Maret 2026. Diop unggul berkat pengalaman kayanya di level klub.