Jadwal Timnas Jerman pada Fase Grup Piala Dunia 2026, Lolos?

- Timnas Jerman tergabung di Grup E Piala Dunia 2026 bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador yang berasal dari tiga kawasan berbeda.
- Jerman akan menghadapi Curacao pada 15 Juni, Pantai Gading pada 21 Juni, dan menutup fase grup melawan Ekuador pada 26 Juni 2026.
- Der Panzer menargetkan hasil maksimal sejak laga pembuka, namun lawan-lawannya datang dengan motivasi tinggi dan pemain berkualitas yang bisa memberi perlawanan ketat.
Drawing Piala Dunia 2026 mempertemukan Tim Nasional Jerman dengan negara-negara yang berasal dari tiga kawasan berbeda selama fase grup. Tiga lawan yang menghuni grup E tersebut menjadi rintangan yang harus dilewati Die Mannschaft jika ingin memenuhi ambisi lolos ke fase gugur. Berikut tiga lawan Jerman dan jadwal pertandingan pada fase grup Piala Dunia 2026 menurut Waktu Indonesia Barat (WIB).
1. Jerman menghadapi Curacao pada 15 Juni 2026
Timnas Jerman membuka kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan berebut kemenangan melawan negara asal Karibia. Skuad besutan Julian Nagelsmann akan beradu taktik dengan Curacao di NRG Stadium pada Senin (15/6/2026) pukul 00:00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga pembuka yang berpotensi menentukan kepercayaan diri Der Panzer pada laga berikutnya.
Pertandingan ini sekaligus menjadi pertemuan pertama bagi kedua tim sepanjang sejarah. Dengan pengalaman serta komposisi skuad yang diisi pemain-pemain berkualitas, Jerman layak diunggulkan untuk meraih poin penuh pada penghujung laga. Meski demikian, Curacao bisa saja menyulitkan. Terlebih, mereka datang dengan motivasi tinggi sebagai salah satu debutan.
2. Jerman harus berebut kemenangan dengan Pantai Gading pada 21 Juni 2026
Lawan yang lebih kuat telah menanti Timnas Jerman pada laga kedua. Jerman akan berebut poin dengan salah satu perwakilan Afrika, Pantai Gading, di BMO Field pada Minggu (21/6/2026) pukul 03:00 WIB. Laga ini menjadi pertemuan kedua bagi kedua tim sepanjang sejarah.
Pertemuan pertama yang berlangsung dalam sebuah laga persahabatan pada 18 November 2009 berakhir tanpa pemenang. Setelah Lukas Podolski membawa Jerman, Pantai Gading membalikkan keadaan lewat gol Emmanuel Eboue dan Seydou Doumbia. Lalu pada menit 90+3, Podolski kembali menjebol gawang Pantai Gading dan membuat skor 2-2 bertahan hingga akhir laga.
Ambisi Pantai Gading untuk tampil di Piala Dunia kembali terpenuhi pada 2026 ini usai absen dalam dua edisi sebelumnya. Untuk meraih hasil maksimal, mereka memanggil sederet pemain yang berkarier di Eropa. Amad Diallo (Manchester United), Yan Diomande (RB Leipzig), dan Nicolas Pepe (Villarreal) akan bekerja sama dalam membongkar pertahanan lawan, termasuk Jerman.
3. Timnas Jerman bentrok dengan Ekuador pada 26 Juni 2026
Perjalanan Timnas Jerman pada fase grup Piala Dunia 2026 ditutup dengan pertandingan menghadapi salah satu perwakilan Amerika Selatan. Manuel Neuer dan kolega dijadwalkan bermain menghadapi Ekuador di MetLife Stadium pada Jumat (26/6/2026) pukul 03:00 WIB. Pertandingan ini berpotensi memberi dampak signifikan terhadap klasemen akhir grup E yang sekaligus menentukan tim yang lolos ke fase berikutnya.
Jerman dan Ekuador telah bertemu dalam dua kesempatan berbeda sepanjang sejarah. Pada pertemuan pertama yang menjadi bagian dari fase grup Piala Dunia 2006, Jerman menutup laga dengan keunggulan telak tiga gol tanpa balas. Lalu, Jerman menang 4-2 dalam sebuah laga persahabatan pada 29 Mei 2013.
Ekuador memanggil sejumlah talenta terbaiknya untuk bersaing di ajang ini. Selain ada pemain Arsenal, Piero Hincapie, di lini belakang, Moises Caicedo (Chelsea) juga dilibatkan demi meraih hasil yang lebih baik dibanding keikutsertaan pada edisi-edisi sebelumnya. Sepanjang sejarah, pencapaian terbaik Ekuador ialah melaju ke babak 16 besar pada 2006. Lalu pada 2022, langkah mereka terhenti pada fase grup.
Berbekal pengalaman sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia, Jerman tentu menargetkan hasil maksimal sejak fase grup pada 2026 ini. Namun, Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador memiliki motivasi besar serta kualitas yang tidak bisa diremehkan sehingga Die Mannschaft wajib tampil konsisten di setiap pertandingan.


















