Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jebolan Akademi PSG Terbaik Pernah Bermain di EPL  

Patrice Evra (skysports.com)
Patrice Evra (skysports.com)

Paris Saint-Germain (PSG) terhitung sebagai salah satu tim muda di Prancis. Sejak kedatangan Nasser Al-Khelaifi, PSG semakin berkembang sebagai sebuah klub sepak bola profesional.

Kendati banyak disorot setelah dibeli Nasser Al-Khelaifi, nyatanya sistem akademi di PSG telah berjalan baik sejak cukup lama. Terbukti, banyak pemain hebat lahir dari tim terbesar di ibu kota Prancis ini.

Beberapa di antaranya bahkan punya prestasi di kompetisi sepak bola teratas di negara lain, salah satunya English Premier League (EPL). Siapa saja mereka? Langsung simak ulasannya berikut ini, ya!

1. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka (skysports.com)
Nicolas Anelka (skysports.com)

Jebolan akademi PaSG dengan jumlah pertandingan terbanyak di EPL adalah Nicholas Anelka. Penyerang yang juga pernah berkarier di Liga India ini pernah membela enam tim berbeda selama berkarier di Inggris, yakni Arsenal, Liverpool, Bolton Wanderers, Manchester City, Chelsea, dan West Brom.

Dari enam klub tersebut, Anelka sukses mencatatkan 364 pertandingan dengan torehan 128 gol dan 55 assists di Premier League. Sebelum jadi pesepak bola profesional, Anelka setahun menimba ilmu di tim akademi PSG hingga akhrinya promosi ke tim utama pada musim 1995/1996.

2. Patrice Evra

Patrice Evra (skysports.com)
Patrice Evra (skysports.com)

Hingga tahun 2022, Patrice Evra masih jadi jebolan akademi PSG paling sukses di EPL. Selama delapan tahun membela Manchester United, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini sukses persembahkan 5 gelar juara EPL dengan catatan 273 pertandingan serta 7 gol dan 33 assist.

Selain membela The Red Devils, Evra juga pernah membela West Ham United pada musim 2017/2018 sebelum ia pensiun. Sama seperti Nicholas Anelka, Evra juga hanya berada setahun di tim akademi PSG. Momen tersebut terjadi dari tahun 1997 hingga 1998.

3. Steven Nzonzi

Steven Nzonzi (skysports.com)
Steven Nzonzi (skysports.com)

Steven Nzonzi tercatat pernah membela dua tim berbeda selama berkarier di EPL. Tim tersebut adalah Blackburn Rovers yang ia bela selama tiga tahun (2009—2012) dan Stoke City yang juga ia bela selama tiga tahun (2012—2015).

Dalam kurun waktu tersebut, Nzonzi sukses catatkan 195 pertandingan dengan torehan 11 gol dan 8 assists. Jauh sebelum itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini pernah menimba ilmu di akademi Paris Saint-Germain selama tiga tahun (1999-2002).

4. Youssouf Malumbu

Youssouf Malumbu (skysports.com)
Youssouf Malumbu (skysports.com)

Nama selanjutnya adalah Youssouf Malumbu, gelandang Republik Demokratik Kongo yang menghabiskan waktu empat tahun di akademi PSG (2002—2006). Malumbu juga sempat membela tim senior PSG sebelum pindah ke EPL pada tahun 2009 untuk bergabung dengan West Bromwich Albion.

Setelah bertahan selama enam tahun di West Brom, Malumbu kemudian pindah ke Norwich City, tim yang ia bela selama dua musim. Dari total delapan musim berkiprah di EPL, Malumbu sukses catatkan 11 gol dan 9 assist dari 164 pertandingan di kompetisi Premier League.

5. Mamadou Sakho

Mamadou Sakho (liverpoolfc.com)
Mamadou Sakho (liverpoolfc.com)

Sebelum berkarier di EPL, Mamadou Sakho pernah disebut sebagai salah satu pemain potensial di skuad PSG. Pemain yang menimba ilmu di PSG selama lima tahun (2002—2007) ini bermain untuk tim senior PSG selama enam tahun sebelum memulai petualangannya di Liga Inggris pada 2013.

Liverpool jadi tim EPL pertama yang ia bela. Tersingkir sejak kehadiran Jurgen Klopp, Sakho pun memutuskan pindah ke Crystal Palace pada tahun 2017. Selama di Premier League, Sakho sukses torehkan 3 gol dan 2 assist dari 128 laga di sebagai seorang bek tengah.

Jika ditotal, setidaknya ada 20 nama pemain jebolan akademi PSG selain kelima nama yang pernah merumput di Liga Inggris. Beberapa nama pemain top lainnya, antara lain seperti Matteo Guendouzi, Alphonse Areola, Boubakary Soumare, dan Moussa Dembele, juga pernah mencicipi atmosfer ketat kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us