Jejak Ademola Lookman di Atalanta, dari Trofi hingga Konflik

Ademola Lookman resmi berpisah dengan Atalanta pada 2 Februari 2026. La Dea melepas winger Timnas Nigeria itu setelah menerima tawaran 35 juta euro dari Atletico Madrid (Rp608 miliar) dengan potensi pemasukan tambahan sebesar 5 juta euro (Rp99 miliar). Ini mengakhiri kebersamaan keduanya yang mulai terjalin pada 4 Agustus 2022.
Atalanta membeli Lookman dari RB Leipzig setengah harga dari ketika melegonya kepada Atletico Madrid. Keuntungan yang melonjak tersebut tidak terlepas karena performa apik pria yang lahir di Inggris pada 20 Oktober 1997 ini. Namun, selain demi mendapat keuntungan, Atalanta juga menjualnya karena hubungan mereka yang tidak lagi harmonis.
1. Ademola Lookman merupakan pahlawan Atalanta saat menjuarai Liga Europa 2023/2024
Ademola Lookman merupakan pemain bertalenta sejak memulai karier bersama Charlton Athletic. Namun, penggawa setinggi 1,77 meter ini baru benar-benar memenuhi potensinya di Atalanta setelah mencoba peruntungan di Everton, RB Leipzig, Fulham, dan Leicester City. Lookman berkembang menjadi bintang bersama klub asal Bergamo tersebut. Selama 3,5 tahun memperkuat mereka, pemakai nomor punggung 11 itu berhasil mencetak 55 gol dan 27 assist dari 137 penampilan.
Lookman bahkan layak mendapat status pahlawan dalam sejarah Atalanta. Sebab, ia menjadi aktor utama dalam keberhasilan mereka menjuarai Liga Europa 2023/2024. Lookman memborong semua gol Atalanta saat membungkam Bayer Leverkusen dengan skor 3-0 di final. Ini merupakan trofi bergengsi kedua dalam sejarah Atalanta. Sebelumnya, sejak terbentuk pada 1907, mereka cuma mengoleksi satu piala usai kemenangan 3-1 atas Torino pada partai puncak Coppa Italia 1962/1963.
2. Ademola Lookman mulai tidak bahagia di Atalanta usai mendapat penghinaan dari Gian Piero Gasperini
Performa Ademola Lookman makin meningkat usai membawa Atalanta menjuarai Liga Europa 2023/2024. Ia tercatat mencetak 20 gol sepanjang 2024/2025 yang menjadi musim paling produktifnya. Jumlah tersebut mungkin bisa jauh lebih tinggi andai Lookman tetap bahagia pada paruh kedua. Ia mendapat penghinaan dari pelatihnya sendiri, Gian Piero Gasperini, pada 18 Februari 2025. Momen ini menjadi awal dari akhir kisahnya di Atalanta. Semua bermula dari kegagalan Lookman mencetak gol lewat tendangan penalti. Atalanta pun kalah 1-3 dari Club Brugge dan gagal lolos ke 16 besar Liga Champions Eropa (UCL).
Setelah pertandingan, Gasperini mengungkapkan di hadapan media bahwa Lookman adalah salah satu eksekutor penalti terburuk sepanjang karier kepelatihannya. Juru taktik asli Italia ini mengaku sudah sering menyaksikannya dalam sesi latihan. Itu mengapa hadiah penalti tersebut seharusnya diambil Charles De Ketelaere atau Mateo Retegui. Lookman lantas merespon ucapan Gasperini lewat media sosialnya. Ia kecewa karena merasa tidak dihormati dan dianggap sebagai kambing hitam oleh pelatihnya sendiri. Lookman juga menyatakan, ia maju sebagai algojo sebab Retegui atau De Ketelaere justru menyerahkan tanggung jawab itu kepadanya.
3. Ademola Lookman juga berkonflik dengan Ivan Juric
Entah ikut disebabkan konfliknya dengan Ademola Lookman atau tidak, Gian Piero Gasperini memutuskan berhenti melatih Atalanta pada akhir 2024/2025. Sosok yang mulai bertugas pada 2016/2017 tersebut melanjutkan kiprahnya bersama AS Roma. Sementara itu, Atalanta menggantikan Gasperini dengan Juric. Ironisnya, Lookman juga berseteru dengan allenatore asal Kroasia ini.
Itu terjadi pada 5 November 2025 ketika mereka menang 1-0 atas Olympique Marseille di Liga Champions. Juric menggantikan Lookman dengan Yunus Musah pada menit 75. Lookman terlihat berbicara dengan Juric setelah keluar dari lapangan. Juric tampak kesal hingga mendorong Lookman. Keduanya sampai harus dilerai oleh staf pelatih. Lima hari berselang, Atalanta memecat Juric.
4. Ademola Lookman merasa dikhianati Atalanta
Tidak hanya dengan pelatih, Ademola Lookman bahkan berkonflik dengan manajemen Atalanta. Itu terjadi pada bursa transfer musim panas 2025. Lewat media sosialnya, Lookman menyebut Atalanta mengkhianati perjanjian yang telah mereka buat. Lookman mengeluarkan komentar ini akibat Atalanta yang tidak membiarkannya bergabung dengan Inter Milan.
Saat itu, Inter Milan dilaporkan mengirim dua tawaran sebesar 40 juta euro (Rp796 miliar) dan 45 juta euro (Rp895 miliar). Lookman menyebut, nilai tersebut sudah sesuai dengan Atalanta inginkan dalam diskusi mereka. Namun, Luca Percassi, Kepala Eksekutif Atalanta, menyatakan, mereka menolaknya karena telah bersepakat dengan Lookman setahun sebelumnya untuk tidak menjualnya ke sesama klub Italia.
Argumen Atalanta tersebut setidaknya terbukti karena mereka menjual Lookman kepada Atletico Madrid. Namun, Lookman tentu tidak akan peduli dengan semuanya. Sebab, ia jelas lebih memilih untuk fokus melanjutkan kariernya setelah setahun terakhir yang penuh masalah. Meski tidak berakhir indah, trofi Liga Europa 2023/2024 setidaknya akan selalu menjadi legasi Lookman di Atalanta.













