3 Jebolan Akademi Termahal yang Dijual PSG, Ada Mbaye

- Ibrahim Mbaye menjadi penjualan jebolan akademi PSG termahal setelah Aston Villa membelinya permanen seharga 55 juta euro pada musim panas 2026.
- Mbaye, yang bergabung akademi PSG sejak 2018, mencatat 3 gol dan 2 assist dalam 28 laga saat PSG menjuarai Liga Champions dan Ligue 1 musim 2025/2026.
- Xavi Simons dijual ke RB Leipzig seharga 50 juta euro pada Januari 2025, sedangkan Arnaud Kalimuendo pindah ke Stade Rennais senilai 20 juta euro pada 2022.
Paris Saint-Germain (PSG) memutuskan untuk melepas salah satu talenta muda mereka, Ibrahim Mbaye, pada musim panas 2026. Transfer senilai 55 juta euro (Rp1,37 triliun) itu membuat Les Parisens mendapat untung besar karena sang pemain merupakan jebolan akademi sendiri. Menurut data Transfermarkt, Mbaye kini memuncaki daftar jebolan akademi termahal yang pernah dijual PSG per 3 September 2026 pukul 5:00 WIB.
1. Ibrahim Mbaye diboyong Aston Villa seharga Rp1,37 triliun
Ibrahim Mbaye memulai perjalanannya di akademi Paris Saint-Germain ketika berusia 10 tahun pada 2018. Secara perlahan, ia mampu menunjukkan perkembangan potensi yang impresif hingga naik tingkat ke level yang lebih tinggi bersama beberapa tim kelompok umur. Ketika membela skuad U-19, ia memiliki catatan 13 gol serta 14 assist dalam 29 laga. Ia lantas mendapat kesempatan debut bersama skuad utama pada 2024/2025 dan resmi menerima kontrak profesional pada musim panas 2025.
Mbaye sejatinya menunjukkan potensi yang menarik pada 2025/2026. Ia mengemas 3 gol serta 2 assist dari 28 laga dalam keberhasilan tim meraih trofi Liga Champions Eropa dan Ligue 1 Prancis. Salah satu golnya menyelamatkan Les Parisiens dari kekalahan saat menjamu FC Lorient di Ligue 1.
Mbaye meninggalkan PSG pada musim panas 2026 untuk mencari kesempatan bermain yang lebih besar sekaligus menghadapi tantangan baru di English Premier League. Aston Villa di bawah asuhan Unai Emery menawarkan proyek yang menarik bagi pemain berusia 18 tahun tersebut untuk terus mengembangkan potensinya. Ia pun resmi bergabung secara permanen dengan nilai transfer mencapai 55 juta euro (Rp1,37 triliun).
2. Xavi Simons ditebus RB Leipzig seharga Rp1,03 triliun
Xavi Simons kini berada tepat di bawah Ibrahim Mbaye dalam daftar penjualan termahal dalam sejarah Paris Saint-Germain. Ia meninggalkan Les Parisiens dengan biaya transfer mencapai 50 juta euro (Rp1,03 triliun) ke RB Leipzig pada Januari 2025. Namun, perjalanannya bersama klub Jerman itu telah berakhir dengan pindah ke Tottenham Hotspur pada musim panas 2025.
Simons bergabung di akademi PSG ketika belum genap berusia 17 tahun pada 2019. Sebelumnya, ia mengasah kemampuan di salah satu akademi terbaik di Spanyol, La Masia milik Barcelona. Simons lantas menunjukkan penampilan apik di akademi PSG hingga menembus skuad utama pada Januari 2022.
Sayangnya, kehadiran sejumlah bintang membuat Simons kesulitan mendapat menit bermain reguler di PSG. Sebelum hengkang ke Leipzig, ia hanya bermain dalam 11 laga dengan kontribusi 1 assist. Satu-satunya assist itu tercipta dalam kemenangan telak 4-0 atas Vannes di Coupe de France 2021/2022.
3. Arnaud Kalimuendo pindah ke Stade Rennais seharga Rp413 miliar
Arnaud Kalimuendo menempati urutan terakhir daftar ini dengan kepindahannya ke Stade Rennais pada musim panas 2022. Ia yang saat itu belum genap berusia 21 tahun ditebus seharga 20 juta euro (Rp413 miliar). Ini sekaligus menjadi titik awal baginya untuk lebih berkembang hingga dijual kepada Nottingham Forest dengan mahar yang lebih besar 3 musim berikutnya.
Kebersamaan Kalimuendo dengan Paris Saint-Germain dimulai ketika ia berusia 10 tahun pada 2012. Penampilan apik di level junior lantas membawanya ke skuad utama pada 2020. Ketika membela tim U-19, ia tampil ganas sebagai seorang bomber dengan torehan 31 gol dan 4 assist dalam 29 laga.
Namun, perjalanannya di skuad utama tak berjalan mulus. Adanya pemain-pemain berkualitas di lini serang membuat menit bermainnya sangat terbatas. Ia bahkan tak pernah mampu mencetak gol dalam lima laga berbeda.
Ketiga pemain tersebut menunjukkan bahwa akademi Paris Saint-Germain mampu menghasilkan talenta muda dengan nilai jual yang tinggi. Ibrahim Mbaye kini menjadi contoh terbaru setelah kepindahannya ke Aston Villa memecahkan rekor penjualan jebolan akademi PSG. Kepindahan tersebut menjadi awal baru bagi Mbaye untuk membuktikan bahwa dirinya layak dihargai sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari akademi Les Parisiens.
















