Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Lawan Inggris di Piala Dunia 2026, Skuad Norwegia Pindah Hotel
ilustrasi bendera Norwegia (Unsplash/Max van den Oetelaar)
  • Tim nasional Norwegia memutuskan pindah hotel di Miami setelah menilai akomodasi awal tidak memenuhi standar persiapan jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris.
  • Hotel lama dinilai terlalu bising karena dekat jalan raya dan area konstruksi, serta jaraknya jauh dari pantai, membuat tim merasa kondisi tersebut mengganggu fokus dan pemulihan pemain.
  • Selain masalah hotel, skuad Norwegia juga menghadapi gangguan kesehatan beberapa pemain serta cuaca ekstrem di Miami yang berpotensi memengaruhi persiapan dan jalannya pertandingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Norwegia menghadapi situasi tak biasa jelang laga perempat final Piala Dunia 2026. Seluruh pemain kompak memutuskan meninggalkan hotel tempat menginap di Miami.

Mereka menikai hotel tempat tim menginap tidak memenuhi standar yang dibutuhkan untuk persiapan pertandingan.

Keputusan tersebut diambil setelah skuad besutan Stale Solbakken hanya menghabiskan satu malam di The Dalmar, Fort Lauderdale. Padahal, ini akan menjadi pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka di Piala Dunia 2026. 

1. Seluruh pemain tinggalkan hotel

ilustrasi Piala Dunia (pexels.com/Dar ius)

Rombongan Norwegia tiba di Miami pada Senin (6/7/2026) waktu setempat, sebagai persiapan menghadapi Inggris di Hard Rock Stadium. Namun, suasana hotel yang dipilih ternyata langsung memunculkan keluhan dari para pemain, hingga akhirnya dilakukan voting internal untuk menentukan langkah selanjutnya.

Hasilnya, seluruh anggota skuad sepakat pindah ke hotel lain demi menjaga kondisi fisik dan fokus menjelang pertandingan. Kepala delegasi Norwegia, Truls Daehli, mengakui keputusan tersebut memang berat, tetapi dianggap sebagai solusi terbaik bagi seluruh tim.

"Ada beberapa hal mengenai tempat kami menginap yang kami harapkan bisa berbeda. Kami merasa perlu mengambil tindakan. Kami memasuki pekan keenam dan akan tinggal di sini selama satu minggu penuh. Pertandingan pada Sabtu nanti adalah laga terbesar yang pernah kami jalani. Kami berhasil menghindari sakit akibat akomodasi bergaya asrama, tetapi saya benar-benar tidak menyukai risiko itu pada pekan terakhir sebelum pertandingan. Kami semua sepakat mengenai hal itu,” kata Daehli mengutip TalkSport.

2. Banyak gangguan di hotel lama

ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/myprofittutor)

Menurut laporan, lokasi hotel berada tepat di samping jalan raya yang ramai. Hal itu dikhawatirkan mengganggu kualitas tidur dan pemulihan kondisi para pemain.

Tak hanya itu, area konstruksi yang berada persis di depan hotel juga disebut sebagai sumber kebisingan tambahan selama skuad Norwegia menginap.

Masalah lain yang ikut dipertimbangkan adalah jarak menuju pantai yang mencapai hampir empat kilometer. Faktor-faktor tersebut membuat manajemen tim merasa kondisi hotel tidak ideal untuk mendukung persiapan menghadapi pertandingan sebesar perempat final Piala Dunia 2026.

Meski enggan mengungkapkan seluruh detail persoalan, Daehli memastikan masalah yang muncul cukup banyak hingga membuat tim tidak memiliki pilihan selain pindah. 

"Ada beberapa hal, tetapi saya tidak ingin membahasnya secara rinci. Ada begitu banyak masalah sehingga kami memutuskan untuk mengambil tindakan ini,” ujar Daehli.

3. Gangguan bukan hanya soal hotel

ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Fauzan Saari)

Skuad Norwegia mengalami beberapa gangguan jelang laga melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 2026. Pergantian hotel bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi Norwegia selama berada di Amerika Serikat. 

Sebelumnya, muncul kekhawatiran mengenai potensi penyebaran penyakit di dalam skuad setelah beberapa pemain sempat absen karena sakit sepanjang turnamen, termasuk Jorgen Strand Larsen dan Marcus Holmgren Pedersen.

Pelatih Stale Solbakken juga sempat terlihat batuk-batuk hebat dalam konferensi pers usai pertandingan fase grup melawan Prancis. 

Situasi tersebut membuat tim semakin berhati-hati dalam menjaga kondisi fisik seluruh pemain menjelang laga hidup-mati melawan Inggris.

Selain ancaman kesehatan, cuaca di Miami juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri. Potensi badai petir dan suhu yang sangat tinggi bisa memengaruhi jalannya pertandingan, bahkan aturan FIFA memungkinkan laga dihentikan sementara apabila petir terdeteksi di sekitar stadion.

Curated For You

Editorial Team

Related Article