Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jude Bellingham Senang dengan Peran Barunya di Real Madrid
potret Santiago Bernabeu, markas Real Madrid (unsplash.com/Alfonso Aguirre)
  • Sebelum Jose Mourinho, Jude Bellingham kerap dipindah dari gelandang serang hingga bertahan, menanggung beban defensif besar dan terganggu cedera yang membuatnya absen total 100 hari.
  • Mourinho memakai formasi 4-2-3-1 dan menempatkan Bellingham sebagai nomor 10 di belakang Kylian Mbappe, dengan pressing tinggi agar energinya fokus untuk kreativitas serta serangan.
  • Bellingham mengaku menikmati kebebasan dalam peran barunya; ia mencatat dua gol dan dua assist pada tiga laga awal LaLiga, saat Real Madrid meraih tiga kemenangan dan mencetak sepuluh gol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jude Bellingham tampaknya langsung klop dengan skema taktik yang diterapkan Jose Mourinho di Real Madrid. Pelatih kawakan ini merancang formulasi khusus untuk memaksimalkan kapasitas Bellingham di lini serang. Pendekatan terukur ini secara efektif menghidupkan kembali ketajaman pemain asal Inggris ini usai mengarungi 2 musim yang diwarnai beragam kendala serta tekanan hebat.

Sudah 2 musim beruntun Los Blancos mengalami masa-masa sulit akibat hampa gelar utama. Mourinho meluncurkan skema baru yang secara langsung menempatkan Bellingham sebagai figur sentral dalam membangun kreativitas serangan tim. Sinergi apik antara sang pelatih dan Bellingham kini menciptakan kombinasi permainan yang tokcer guna melibas para rival.

1. Pelatih sebelumnya menuntut Jude Bellingham turun terlalu dalam hingga menguras fisiknya

Sebelum kehadiran Jose Mourinho di Santiago Bernabeu, beberapa pelatih Real Madrid seperti Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, dan Alvaro Arbeloa terus-menerus menggeser posisi bermain Jude Bellingham. Ancelotti awalnya menempatkan Bellingham di puncak formasi diamond dan sesekali menggesernya ke area sayap kiri. Perubahan posisi itu terus berlanjut saat Alonso serta Arbeloa menarik perannya lebih dalam untuk bertindak sebagai gelandang box-to-box hingga gelandang bertahan murni.

Keputusan Alonso memindahkan peran Bellingham ke area tengah pada dasarnya ditujukan untuk mengatasi kemandekan dalam proses build-up tim. Eksperimen taktis tersebut rupanya tidak membuahkan hasil maksimal, sementara Bellingham justru merasa menjadi korban dari fleksibilitas posisinya sendiri. Ia sempat mengungkapkan kekecewaannya karena kemampuannya dalam memainkan berbagai peran justru berujung pada pengorbanan potensi terbaiknya di lapangan.

Beban kerja bertahan yang dibebankan oleh skema pelatih terdahulu juga menuntut Bellingham mengkover area permainan yang terlampau luas. Kondisi ekstrem ini kerap memaksanya bertahan terlalu dalam hingga ke garis pertahanan sendiri layaknya seorang bek kiri kedua. Tuntutan defensif yang kelewat berat itu menguras stamina sang pemain serta mengikis daya ledak serangan yang menjadi keunggulan utamanya.

Masalah stabilitas Bellingham kian diperparah oleh serangkaian cedera yang melandanya dalam kurun waktu 2 musim terakhir. Ia harus menjalani operasi bahu pada 2025 dan kemudian menderita cedera hamstring pada pertengahan 2025/2026. Kombinasi cedera berulang tersebut memaksa Bellingham absen bertanding hingga total 100 hari dan merusak konsistensi permainannya secara keseluruhan.

2. Di bawah Jose Mourinho, Jude Bellingham cukup melakukan pressing di area lawan

Jose Mourinho datang membawa perubahan mendasar dengan menerapkan formasi andalannya 4-2-3-1 di Real Madrid sejak pramusim 2026. Pelatih asal Portugal itu menetapkan posisi bagi Jude Bellingham sebagai gelandang serang murni di nomor sepuluh. Posisi ideal ini menempatkannya secara permanen di belakang penyerang utama, Kylian Mbappe, untuk memaksimalkan seluruh daya serang yang ia miliki.

Mourinho secara terbuka membuat kesepakatan taktis khusus bersama Bellingham terkait pembagian tugas dan posisi bertahannya di lapangan. Sang pelatih menegaskan, ia tidak ingin lagi melihat Bellingham turun terlalu dalam hingga melapis area bek kiri. Komitmen baru ini secara signifikan mengurangi beban defensif Bellingham sehingga ia mampu menyimpan energi fisiknya untuk fokus menyerang.

Mourinho merombak cara bertahan sang pemain dengan mengalihkan fokus pressing ke area pertahanan lawan yang lebih tinggi. Bellingham tidak perlu lagi berlari jauh mundur ke kotak penalti sendiri saat tim kehilangan penguasaan bola dari lawan. Ia kini memfokuskan daya jelajahnya untuk merebut bola secepat mungkin di wilayah lawan demi mengawali skema serangan balik cepat.

Peran baru Bellingham dalam formasi ini memfungsikannya sebagai poros utama yang menghubungkan aliran bola dari lini tengah ke depan. Ia memegang kendali penuh untuk mendistribusikan umpan serta berkolaborasi langsung dengan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Sinergi tiga pemain lini depan ini sukses menghidupkan kembali ketajaman Real Madrid lewat torehan sepuluh gol dalam tiga laga awal LaLiga Spanyol 2026/2027.

3. Kesamaan karakter membuat Jose Mourinho dan Jude Bellingham langsung menyatu

Dilansir BBC, Jude Bellingham mengaku sangat bahagia karena skema taktis Jose Mourinho memberikan kebebasan bermain yang jauh lebih fleksibel di atas lapangan. Ia diberikan wewenang penuh untuk menentukan momen tepat saat harus turun menjemput bola atau merangsek ke dalam kotak penalti. Keleluasaan bergerak ini membuatnya mampu menikmati kembali setiap pertandingan dan mengeluarkan potensi terbaik yang sempat terpendam.

Chemistry antara Bellingham dan Mourinho terbentuk dengan cepat karena keduanya memiliki kesamaan karakter serta mentalitas pemenang. Mereka sama-sama mengusung tuntutan standar tinggi dan memiliki ambisi untuk meraih kemenangan dengan cara apa pun. Karakter kuat dan tingkat kepercayaan diri Bellingham yang tinggi dinilai cocok dengan pendekatan kepemimpinan tegas ala Mourinho.

Mourinho turut melejitkan motivasi Bellingham melalui serangkaian pujian yang ia lontarkan secara terbuka di depan media massa. Dirinya tidak ragu menyebut sang pemain sebagai sosok pemimpin unik yang layak masuk dalam bursa pencalonan Ballon d'Or. Pengakuan serta kepercayaan penuh dari sang juru taktik membuat Bellingham merasa sangat dihargai sebagai pilar utama tim.

Efektivitas peran anyar ini langsung membuahkan hasil nyata lewat kontribusi luar biasa Bellingham pada tiga laga awal LaLiga. Bellingham sukses mengemas 2 gol serta 2 assist yang mengantarkan Real Madrid meraih tiga kemenangan beruntun. Penampilan puncaknya tercipta saat membantai Malaga CF pada jornada ke-3 LaLiga lewat aksi solo run yang ditutup dengan tepuk tangan dari publik Santiago Bernabeu.

Penataan peran yang presisi di bawah arahan Jose Mourinho telah berhasil mengembalikan Jude Bellingham ke level permainan terbaiknya di Real Madrid. Kebebasan taktis serta rasa percaya diri yang tinggi dipastikan menjadi kunci utama sang gelandang untuk membawa klub merengkuh kejayaan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article