Dilansir BBC, Jude Bellingham mengaku sangat bahagia karena skema taktis Jose Mourinho memberikan kebebasan bermain yang jauh lebih fleksibel di atas lapangan. Ia diberikan wewenang penuh untuk menentukan momen tepat saat harus turun menjemput bola atau merangsek ke dalam kotak penalti. Keleluasaan bergerak ini membuatnya mampu menikmati kembali setiap pertandingan dan mengeluarkan potensi terbaik yang sempat terpendam.
Chemistry antara Bellingham dan Mourinho terbentuk dengan cepat karena keduanya memiliki kesamaan karakter serta mentalitas pemenang. Mereka sama-sama mengusung tuntutan standar tinggi dan memiliki ambisi untuk meraih kemenangan dengan cara apa pun. Karakter kuat dan tingkat kepercayaan diri Bellingham yang tinggi dinilai cocok dengan pendekatan kepemimpinan tegas ala Mourinho.
Mourinho turut melejitkan motivasi Bellingham melalui serangkaian pujian yang ia lontarkan secara terbuka di depan media massa. Dirinya tidak ragu menyebut sang pemain sebagai sosok pemimpin unik yang layak masuk dalam bursa pencalonan Ballon d'Or. Pengakuan serta kepercayaan penuh dari sang juru taktik membuat Bellingham merasa sangat dihargai sebagai pilar utama tim.
Efektivitas peran anyar ini langsung membuahkan hasil nyata lewat kontribusi luar biasa Bellingham pada tiga laga awal LaLiga. Bellingham sukses mengemas 2 gol serta 2 assist yang mengantarkan Real Madrid meraih tiga kemenangan beruntun. Penampilan puncaknya tercipta saat membantai Malaga CF pada jornada ke-3 LaLiga lewat aksi solo run yang ditutup dengan tepuk tangan dari publik Santiago Bernabeu.
Penataan peran yang presisi di bawah arahan Jose Mourinho telah berhasil mengembalikan Jude Bellingham ke level permainan terbaiknya di Real Madrid. Kebebasan taktis serta rasa percaya diri yang tinggi dipastikan menjadi kunci utama sang gelandang untuk membawa klub merengkuh kejayaan kembali.