Juergen Klopp, Nahkoda Baru Timnas Jerman sang Pembangkit Tim Raksasa

Jakarta, IDN Times - Juergen Klopp dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sepak bola modern. Di setiap tim yang ditanganinya, pelatih asal Jerman itu hampir selalu mampu mengubah klub yang sedang terpuruk menjadi penantang gelar.
Klopp dikenal melalui filosofi permainan intensitas tinggi, kepemimpinan kuat, dan kemampuan membangun mental juara. Kini, Klopp menghadapi tantangan baru bersama Timnas Jerman setelah sukses membangkitkan Borussia Dortmund dan Liverpool.
1. Membangkitkan Borussia Dortmund

Klopp mengambil alih Borussia Dortmund pada 2008. Kala itu, Klopp datang ketika klub sedang berupaya kembali ke papan atas Bundesliga.
Mengandalkan filosofi gegenpressing dan keberanian memainkan pemain muda, Klopp mengubah Dortmund menjadi rival utama Bayern Munich dalam waktu singkat.
Di bawah arahannya, Dortmund meraih gelar Bundesliga musim 2010/2011 dan 2011/2012, menjuarai DFB-Pokal 2011/2012, serta mencapai final Liga Champions 2012/2013.
Kesuksesan itu menjadikan Klopp sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Dortmund.
2. Akhiri penantian Liverpool

Klopp bergabung dengan Liverpool pada Oktober 2015. Kala itu, klub dalam kesulitan bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris.
Klopp membangun skuad yang kompetitif melalui rekrutmen pemain, pengembangan talenta muda, dan identitas permainan menyerang yang khas. Hasilnya, Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/2019. Tak hanya itu, Klopp juga mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun pada musim 2019/2020.
Selama berada di Anfield, Klopp juga mempersembahkan Piala FA, Piala Carabao Cup, Community Shield, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
3. Misi besar bersama Timnas Jerman

Setelah membangkitkan dua raksasa liga di Bundesliga dan Premier League, Klopp kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Klopp sekarang resmi menjadi pelatih timnas Jerman menggantikan Julian Nagelsmann.
Sepak bola Jerman sedang berada di titik balik dan membutuhkan pembenahan menyeluruh setelah gagal menembus babak 16 besar dalam tiga Piala Dunia beruntun.
Klopp bertekad membangun kembali hubungan antara tim nasional dan para pendukung melalui permainan yang atraktif dan penuh intensitas.
Bagi Klopp, jabatan pelatih Timnas Jerman adalah puncak karier kepelatihannya.
“Kritik saya jika sesuatu tidak berjalan dengan baik. Juergen Klopp tidak akan punya karier lain setelah timnas. Ini adalah puncak karier saya sebagai seorang pelatih. Saya akan memberikan segalanya yang saya miliki,” kata Klopp mengutip The Guardian.


















