Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kala Jay Idzes Dikalahkan Emil Audero di Serie A

ilustrasi pertandingan Serie A Italia (commons.wikimedia.org/Milanellopv)
ilustrasi pertandingan Serie A Italia (commons.wikimedia.org/Milanellopv)

Jakarta, IDN Times - Duel Cremonese versus Sassuolo menjadi panggung adu kuat antara dua pemain bertahan Timnas Indonesia, Emil Audero dan Jay Idzes. Dalam duel yang digelar di Stadio Giovanni Zini, Sabtu dini hari WIB (30/8/2025), Audero bersama Cremonese berhasil membungkam Sassuolo yang diperkuat Idzes dengan skor 3-2.

Laga memang berlangsung ketat. Filippo Terracciano menjebol gawang Sassuolo terlebih dulu dengan tandukannya lewat skema sepak pojok pada menit 37. Kemudian, pada menit 39, Sassuolo kembali kebobolan.

Idzes yang mengawal lini belakang gagal menghentikan manuver Franco Vazquez. Dengan aksi individunya, Vazquez sukses menjebol gawang Sassuolo untuk kedua kalinya di babak pertama.

1. Sassuolo sempat bangkit, tapi akhirnya kalah

Paruh kedua, Sassuolo mulai bangkit. Andrea Pinamonti mencetak gol buat Sassuolo di menit 63, lewat tembakan jarak dekatnya.

Berselang 10 menit, Domenico Berardi menyamakan skor lewat titik putih. Drama tersaji di masa injury time, ketika Manuel De Luca berhasil menjebol gawang Sassuolo lewat titik putih pula.

Penalti juga terjadi dengan skenario kontroversial. Lantaran ada pemain Sassuolo yang tak sengaja menendang kaki Romano Floriani.

2. Debut Idzes yang buruk

Hasil ini menjadi debut yang pahit buat Idzes. Sebab, duel melawan Cremonese merupakan penampilan pertama Idzes bersama Sassuolo. Namun, dia malah gagal membawa timnya menang atas Cremonese.

Secara performa, Idzes juga terbilang buruk menurut WhoScored. Nilainya cuma 5,9. Meski begitu, dia mampu mencatatkan 98,5 persen akurasi umpan, dan sapuan empat kali. Namun, Idzes sama sekali gak melepaskan tekel, potongan, hingga blok

Sebaliknya, Audero masih tampil impresif, mencatatkan nilai 6,58. Dia juga sudah dua kali menang dalam dua giornata Serie A. Sebelumnya, Audero tampil gemilang di bawah mistar gawang Cremonese dan memaksa AC Milan gigit jari dengan skor 1-2.

3. Kekalahan Sassuolo yang menyakitkan

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, mengakui kekalahan dari Cremonese begitu menyakitkan. Grosso merasa sebenarnya kualitas Sassuolo tak kalah bagus, namun harus menelan pil pahit lantaran ada kesalahan kecil di menit akhir.

"Saya percaya dengan pemain yang ada dan rekrutan baru. Kami harus meningkatkan level, karena ini kompetisi yang sulit. Kami juga harus bekerja lebih keras," kata Grosso dilansir situs resmi klub.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us