Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kamboja Suarakan Beda Proses Naturalisasi dengan Timnas Indonesia

Kamboja Suarakan Beda Proses Naturalisasi dengan Timnas Indonesia
Timnas Indonesia lawan Kamboja di Piala AFF 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Intinya Sih
  • Kamboja kalah telak 1-5 dari Timnas Indonesia di Stadion Pakansari pada 27 Juli 2026 dalam lanjutan Piala AFF 2026.
  • Pelatih Koji Gyotaku menyebut naturalisasi di Kamboja mengharuskan pemain bermain lima tahun, sementara Indonesia memiliki pemain berdarah Indonesia.
  • Gyotaku tetap memprioritaskan pemain lokal dan talenta muda, serta mengakui kualitas Indonesia sebelum Kamboja menghadapi Timor Leste pada 3 Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kamboja kembali menelan kekalahan di Piala AFF 2026. Kini, mereka kalah dari Timnas Indonesia. Sang pelatih, Koji Gyotaku, tiba-tiba menyinggung soal naturalisasi.

Berlaga di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026), Kamboja kalah dengan skor telak 1-5. Gyotaku mengakui kualitas Indonesia, tetapi menyinggung juga terkait naturalisasi.

1. Beda naturalisasi Kamboja dan Indonesia

WhatsApp Image 2026-07-27 at 21.35.40 (2).jpeg
Timnas Indonesia lawan Kamboja di Piala AFF 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Sama seperti skuad Timnas Indonesia, Kamboja juga sekarang berisikan nama-nama naturalisasi. Abdel Kader Coulibaly, Alisher Mirzaev, Yudai Ogawa, Iago Bento, hingga Hikaru Mizuno, semua pemain naturalisasi.

Gyotaku menyebut, kendati sama-sama dibela pemain-pemain naturalisasi, tetap saja ada beda. Perbedaan itu tampak dalam syarat untuk menaturalisasi pemain di Kamboja dengan di Indonesia.

"Memang berbeda antara Indonesia dan Kamboja soal naturalisasi. Kalau Indonesia ada campuran darah indonesianya, tapi di kami harus main lima tahun dulu di Kamboja," ujar Gyotaku.

2. Akan banyak maksimalkan pemain lokal

WhatsApp Image 2026-07-27 at 21.35.39 (1).jpeg
Timnas Indonesia lawan Kamboja di Piala AFF 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Gyotaku menyebut, terlepas dari dua hasil buruk yang ada, Kamboja akan tetap menggunakan para pemain lokal. Dia punya pengalaman mengampu sebuah akademi di Jepang.

"Ide saya adalah memaksimalkan pemain lokal. Ketika saya di JFA, saya pernah membina akademi sehingga kami harus fokus pada talenta muda," kata Gyotaku.

3. Tetap akui kualitas Indonesia

WhatsApp Image 2026-07-27 at 21.35.39.jpeg
Timnas Indonesia lawan Kamboja di Piala AFF 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Seiring kekalahan ini, Gyotaku pun memuji kualitas Indonesia. Tim Merah Putih jadi salah satu yang terkuat di Grup A Piala AFF 2026 bersama Singapura dan Vietnam.

"Sayang sekali kami kalah dalam laga ini, tapi kami dapat pengalaman bagus karena Timnas indonesia adalah tim dengan pemain-pemain yang berkualitas," ujar Gyotaku.

Usai bersua Timnas Indonesia, Kamboja akan rehat lebih dulu pada 31 Juli 2026. Kemudian, pada 3 Agustus 2026, mereka lanjut mentas di Piala AFF 2026 dengan melawan Timor Leste sebagai tuan rumah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More