Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kartu Merah Pertama dalam 6 Edisi Terakhir Piala Dunia per 2026
ilustrasi kartu merah (pexels.com/BOOM Photography)
  • Artikel menyoroti enam pemain penerima kartu merah pertama di tiap edisi Piala Dunia sejak 2006 hingga 2026, menunjukkan momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan.

  • Dari Avery John pada 2006 hingga Sphephelo Sithole pada 2026, tiap insiden terjadi dalam konteks berbeda—mulai dari dua kartu kuning cepat hingga pelanggaran profesional di laga pembuka.

  • Kartu merah sering berdampak besar terhadap hasil pertandingan, seperti kekalahan Uruguay, Kolombia, dan Wales setelah pemainnya diusir dari lapangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kartu merah selalu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian di Piala Dunia. Selain mempengaruhi jalannya pertandingan, insiden tersebut kerap menjadi catatan unik dalam sejarah turnamen. Tiap edisi Piala Dunia selalu menghadirkan pemain berbeda yang tercatat sebagai penerima kartu merah pertama di kompetisi tersebut. Per Piala Dunia 2026, inilah enam penerima kartu meraih pada enam edisi terakhir Piala Dunia.

1. Avery John meraih kartu merah pertama di Piala Dunia 2006

Kartu merah pertama di Piala Dunia 2006 didapatkan Avery John dari Trinidad & Tobago. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu mendapatkannya pada laga pertama grup B Piala Dunia 2006 kontra Swedia. Ia tercatat mendapatkan dua kartu kuning (16 dan 46) sehingga harus diusir pada menit 46. Beruntung, Trinidad & Tobago mampu menahan Swedia dengan skor 0-0 pada laga tersebut.

2. Nicolas Lodeiro (Piala Dunia 2010) hanya tampil 18 menit sebelum mendapat kartu merah

Laga Uruguay vs Prancis merupakan pertandingan kedua di Piala Dunia 2010. Pada laga tersebut, sebuah kartu merah keluar dari saku wasit untuk Nicolas Lodeiro. Pemain Uruguay tersebut baru masuk pada menit 63. Namun, ia mendapat 2 kartu kuning yang keluar pada menit 65 dan 81. Ia pun diusir pada menit 81 sehingga hanya tampil selama 18 menit pada laga tersebut.

3. Maxi Pereira (Piala Dunia 2014) mendapat kartu merah langsung pada akhir laga

Pemain Uruguay kembali menjadi penerima kartu merah pertama di Piala Dunia 2014. Kini giliran Maxi Pereira yang menerima kartu merah secara langsung pada menit 90+4. Momen tersebut terjadi pada laga fase grup kontra Kosta Rika. Pada laga tersebut, Uruguay kalah dengan skor 1-3 dari Kosta Rika.

4. Carlos Sanchez (Piala Dunia 2018) mendapat kartu merah pada menit ketiga

Kartu merah pertama di Piala Dunia 2018 didapatkan pemain yang berlaga di grup H. Dia adalah Carlos Sanchez dari Kolombia. Saat itu, pemain berposisi gelandang tersebut melakukan handball secara sengaja untuk mencegah Jepang mencetak gol. Ia pun mendapatkan kartu merah pada menit ketiga dan Kolombia dihukum dengan penalti. Pada laga tersebut, Kolombia kalah dengan skor 1-2.

5. Kartu merah Wayne Hennessey (Piala Dunia 2022) mengubah keadaan

Piala Dunia 2022 masih menjadi Piala Dunia dengan jumlah kartu merah paling sedikit pada era 2000-an. Tercatat hanya empat kartu merah tercipta. Pemain pertama yang mendapat kartu merah di turnamen tersebut adalah kiper Wales, Wayne Hennessey. Kartu merah yang didapatnya pada menit 86 benar-benar mengubah arah laga. Dari laga yang berjalan seimbang, Wales kemudian kalah dengan skor 0-2 dari Iran melalui gol pada menit 90+4 dan 90+5 pada fase grup.

6. Professional foul Yaya Sithole (Piala Dunia 2026) diganjar kartu merah

Laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan dihiasi tiga kartu merah. Pemain pertama yang mendapatkan hukuman tersebut adalah Yaya Sithole dari Afrika Selatan. Ia melakukan professional foul terhadap Brian Gutierrez pada menit 49. Selain Sithole, Themba Zwane (Afrika Selatan) dan Carlos Montes (Meksiko) juga mendapatkan kartu merah pada laga tersebut. Laga Meksiko vs Afrika Selatan sendiri berakhir dengan skor 2-0.

Kartu merah pertama di tiap edisi Piala Dunia selalu menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan turnamen. Beberapa di antaranya bahkan memberi dampak besar terhadap hasil pertandingan dan perjalanan tim yang dibela.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article