Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Kekalahan Comeback Pertama Como Era Cesc Fabregas
ilustrasi pertandingan Como (unsplash.com/David Jones)
  • Como kembali kalah secara comeback 3-4 dari Inter Milan pada 12 April 2026, meski sempat unggul dua gol di babak pertama lewat Alex Valle dan Nico Paz.
  • Sejak Cesc Fabregas menjadi pelatih permanen pada Juli 2024, Como sudah enam kali kalah setelah sempat unggul lebih dulu dari total 23 kekalahan yang dialami tim.
  • Kekalahan comeback Como terjadi melawan tim-tim besar seperti AC Milan, AS Roma, dan Atalanta, menunjukkan mereka mampu bersaing namun sering kehilangan fokus di babak kedua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Como era Cesc Fabregas kembali keok secara comeback pada Minggu (12/4/2026). I Lariani menyerah 3-4 dari Inter Milan setelah unggul 2-0 terlebih dahulu. Sejak Fabregas menjadi pelatih permanen mereka pada 19 Juli 2024, ini merupakan kali keenam klub yang bermarkas di Stadio Giuseppe Sinigaglia tersebut tumbang dengan skenario seperti itu dari total 23 kekalahan pertama.

1. Como tidak berdaya pada babak kedua saat menghadapi Inter Milan pada 12 April 2026

Como berhadapan dengan Inter Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Minggu (12/4/2026) untuk melakoni pekan ke-32 Serie A Italia 2025/2026. Mereka kalah 3-4 meski sempat unggul lebih dulu melalui gol Alex Valle pada menit 36 dan Nico Paz pada menit 45. Indikasi kekalahan Como mulai terlihat beberapa saat sebelum babak pertama berakhir. Mereka kecolongan aksi Marcus Thuram yang menyontek crossing Nicolo Barella.

Como akhirnya benar-benar tidak siap menghadapi Inter yang kembali dari ruang ganti dengan motivasi ekstra. Mereka berbalik tertinggal akibat gol kedua Thuram pada menit 49 dan Denzel Dumfries yang juga mengemas brace pada menit 58 dan 72. Como mendapat asa ketika Video Assistant Referee (VAR) menyatakan pelanggaran Ange-Yoan Bonny kepada Paz pada menit 89 terjadi di dalam kotak penalti. Lucas Da Cunha mampu memaksimalkan hadiah tersebut, tetapi laga berakhir tidak lama berselang.

2. Como kalah 1-3 dari AC Milan pada 15 Januari 2026

Sebelum 12 April 2026, Como juga menelan kekalahan comeback terakhirnya saat bertarung di Stadio Giuseppe Sinigaglia melawan tim asal Lombardy lain, AC Milan. Mereka menyerah 1-3 saat memainkan laga pekan ke-16 Serie A 2025/2026 pada 15 Januari 2026. Como membuka papan skor pada menit 10 usai Marc Oliver Kempf menanduk umpan Martin Baturina.

Namun, mereka pun lengah jelang babak pertama berakhir. Kemp melanggar Adrien Rabiot di dalam kotak penalti dan Christopher Nkunku sukses mengeksekusi hadiah tersebut. Rabiot menasbihkan statusnya sebagai antagonis utama bagi Como pada laga ini. Sebab, gelandang asal Prancis itu membawa Milan merebut kemenangan dengan skor 3-1 usai mengukir brace pada menit 55 dan 88.

3. Como keok 1-2 dari AC Milan pada 15 Maret 2025

Sebelum 15 Januari 2026, Como lebih dulu kalah comeback dari AC Milan pada 15 Maret 2025. Namun, mereka mengalaminya ketika hadir sebagai tamu di San Siro untuk merampungkan pekan ke-29 Serie A 2024/2025. Como mengejutkan publik tuan rumah melalui tendangan kaki kiri mendatar Lucas Da Cunha dari luar kotak penalti pada menit 33.

Da Cunha sebetulnya sempat kembali mencetak gol pada menit 49. Namun, wasit menganulirnya karena offside. Momen ini benar-benar membangunkan Milan. Mereka akhirnya menyamkan kedudukan setelah Christian Pulisic menyelesaikan umpan Tijjani Reijnders pada menit 53. Reijnders lantas mencetak gol kemenangan Milan pada menit 75.

4. Como dibekuk AS Roma 1-2 pada 2 Maret 2025

Tiga belas hari sebelum kalah comeback 1-2 dari AC Milan pada 15 Maret 2025, Como juga menelan hasil dengan skor dan skenario serupa. Mereka pun merasakannya sebagai tamu. Satu gol mereka bahkan dicetak pemain yang sama, Lucas Da Cunha. Kapten tim tersebut membungkam publik Stadio Olimpico pada menit 44 sehingga unggul dulu atas AS Roma pada pekan ke-27 Serie A 2025/2026 ini.

Alexis Saelemaekers lantas menyamakan kedudukan pada menit 61. Ia mencetak gol tersebut 2 menit setelah masuk ke lapangan menggantikan Matias Soule. Como makin terdesak beberapa detik kemudian akibat Marc Oliver Kempf yang menerima kartu kuning kedua. Roma akhirnya merebut kemenangan lewat gol Artem Dovbyk pada menit 76. Striker asal Ukraina itu menyontek umpan dari Devyne Rensch.

5. Como tumbang 1-2 saat melawan Atalanta pada 25 Januari 2025

Mateo Retegui menjadi momok Como saat menjamu Atalanta di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada pekan ke-22 Serie A 2024/2025 (25/11/2025). Striker Timnas Italia kelahiran Argentina itu mencetak brace yang membuat mereka kalah comeback 1-2. Retegui dua kali melakukan aksi klinis setelah mendapat umpan dari Marco Brescianini pada menit 56 dan 70.

Sebelumnya, Como memang unggul lebih dulu melalui sepakan Nico Paz pada menit 30. Gelandang Timnas Argentina yang lahir di Spanyol itu menyelesaikan umpan tarik dari Alieu Fadera lewat tembakan kaki kiri pada sentuhan pertama. Hakim garis awalnya menganulirnya karena menilai Fadera offside. Namun, VAR menunjukkan ada Sead Kolasinac yang membuat Fadera onside.

6. Como kalah comeback untuk pertama kali pada era Cesc Fabregas saat melawan AC Milan

AC Milan menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan comeback bagi Como pada era Cesc Fabregas. Ini terjadi pada pekan ke-10 Serie A 2024/2025 (14/1/2025). Como mengalaminya di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Mereka kalah 1-2.

Assane Diao membawa Como unggul pada menit 60 melalui sepakan kaki kiri keras di dalam kotak penalti. Milan lantas menyamakan kedudukan usai Theo Hernandez menyelesaikan rebound pada menit 71. Como akhirnya kalah akibat gol Rafael Leao 5 menit berselang.

Como menelan enam kekalahan comeback di atas dari tim-tim papan atas. Ini mengindikasikan mereka sebetulnya bisa memberikan perlawanan. Fabregas kini mesti melatih anak asuhnya untuk lebih tangguh agar hasil serupa tidak terlalu sering berulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team