3 Fakta Menarik Usai Inter Milan Bekuk Como Lewat Drama 7 Gol

- Inter Milan menang dramatis 4-3 atas Como setelah tertinggal dua gol, lewat brace Marcus Thuram dan dua gol Denzel Dumfries.
- Marcus Thuram mencatat rekor sebagai pemain paling sering mencetak dua gol dalam satu laga Serie A selama dua musim terakhir.
- Kekalahan ini jadi yang pertama bagi Como setelah unggul dua gol, sementara Inter mencatat comeback tandang seperti ini untuk pertama kalinya sejak 2013.
Jakarta, IDN Times - Inter Milan sukses membungkam Como 1907 dalam lanjutan Serie A, musim 2025/26, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. Duel dramatis ini dimenangkan Nerazzurri dengan skor 4-3.
Tuan rumah sempat unggul 2-0 lebih dulu lewat aksi Alex Valle (36') dan Nico Paz (45'). Inter bangkit dan membalikkan kedudukan berkat brace Marcus Thuram (45+1', 49') dan Denzel Dumfries (58', 72').
Asa Como untuk menghindari kekalahan dijaga Luca Da Cunha, lewat gol penaltinya pada menit 89. Namun, skuad berjuluk I Lariani itu harus gigit jari karena gagal menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Di balik drama tujuh gol tersebut, ternyata terselip sejumlah fakta menarik. Berdasarkan catatan Opta, berikut IDN Times ulas tiga fakta menariknya untuk kamu!
1. Marcus Thuram jadi raja brace di Serie A
Atas aksinya di markas Como, Thuram sukses mencatat rekor di kasta tertinggi Italia. Dia menegaskan diri sebagai pemain yang paling sering mencetak dua gol dalam satu pertandingan Serie A dalam dua musim terakhir.
Sejak musim 2024/25, bomber Timnas Prancis itu sudah enam kali melakukan aksi tersebut. Rinciannya adalah lima kali brace dan sekali mencetak hat-trick.
2. Rekor buruk yang menampar Como
Bagi Como, kekalahan ini tentu meninggalkan luka mendalam, karena sempat unggul dengan nyaman, yakni dua gol. Namun, mereka justru ditampar lawan akibat koordinasi pertahanan yang buruk.
Ini merupakan kali pertama Como menelan kekalahan usai unggul dengan margin dua gol di Serie A. Fakta tersebut memaksa pelatih Cesc Fabregas untuk kembali mengencangkan ikat pinggang di sektor pertahanan.
3. Comeback epik Inter Milan setelah 13 tahun
Kemenangan ini tak hanya dramatis, tapi juga bersejarah bagi Nerazzurri di kompetisi domestik. Mengingat, Inter jarang membalikkan keadaan usai tertinggal dua gol di laga tandang.
Bahkan, ini pertama kalinya Inter menang dalam situasi tersebut, sejak Maret 2013 lalu. Kala itu, Inter yang masih di bawah asuhan Andrea Stramaccioni melakukan aksi serupa saat bertandang ke markas Catania.

















