Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kekalahan Inter Milan Nodai Italia di Liga Champions
Para pemain Inter Milan meminta maaf kepada fans usai tersingkir dari Liga Champions (AFP / Andreas Solaro)
  • Inter Milan tersingkir dari Liga Champions 2025/26 usai kalah 1-2 dari Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza, menandai hasil mengecewakan bagi wakil Italia.
  • Kekalahan ini jadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya klub Norwegia berhasil menumbangkan wakil Italia di ajang Liga Champions.
  • Hasil tersebut membuat Inter gagal mengulangi prestasi musim lalu yang mencapai final, sekaligus mencoreng reputasi Italia di kompetisi Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Entah apa yang terjadi pada Inter Milan. Mereka bersinar di Serie A, tetapi begitu suram di play-off 16 babak besar Liga Champions 2025/26 karena tak berdaya di hadapan Bodo/Glimt secara back-to-back.

Dalam laga leg 2 play-off babak 16 besar Liga Champions 2025/26 yang digelar di Giuseppe Meazza, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Inter kalah 1-2 dari Bodo/Glimt. Kekalahan ini menghadirkan noda, termasuk bagi Italia.

1. Pertama kalinya, wakil Norwegia kalahkan raksasa Italia

Kekalahan Inter dari Bodo/Glimt ini menjadi sejarah tersendiri di Liga Champions. Opta mencatat, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah kompetisi tersebut, ada wakil Italia yang kalah dari klub Norwegia.

Sebelumnya, Bodo/Glimt juga menorehkan sejarah dengan mengalahkan wakil Italia, Lazio, di Liga Europa 2024/25. Dalam dua musim beruntun, mereka sukses bikin wakil Italia angkat koper di kompetisi antar klub Eropa.

2. Sebelumnya, ManCity dan Atletico alami nasib serupa

Keberhasilan Bodo/Glimt melaju di fase gugur juga tak lepas dari kesuksesan menundukkan tim-tim besar di Liga Champions musim ini. Di fase liga misalnya, mereka berhasil mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid.

Di fase gugur, giliran Inter yang mereka kalahkan secara back-to-back. Menariknya, Bodo/Glimt jadi tim pertama dari luar lima liga top Eropa. yang bisa menang empat kali beruntun di Liga Champions atas tim-tim besar, setelah Ajax pada 1971/72.

3. Gagal mengulangi capaian apik musim lalu

Buntut dari kekalahan ini, Inter gagal mengulangi perjalanan apik musim lalu di Liga Champions, ketika lolos ke final. Musim 2024/25, Inter sangat digdaya di fase gugur atas lawan-lawannya.

Kala itu, Inter Milan mengalahkan tim-tim besar macam Bayern Munich dan Barcelona.

Editorial Team