Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia, Cetak 9 Gol atau Lebih!
ilustrasi pertandingan sepak bola (unsplash.com/Tommy Satria Ishar)

Sepanjang sejarah Timnas Indonesia, mereka tidak jarang mencatatkan kemenangan fantastis dengan jumlah gol melimpah. Hasil impresif ini lahir dari dominasi penuh para penyerang Merah Putih yang begitu agresif ketika membongkar pertahanan lawan. Berikut ulasan 5 pertandingan Timnas Indonesia di mana mereka menang dengan mencetak 9 gol atau lebih berdasarkan data RSSSF.

1. Bangladesh ditaklukkan dengan skor 9-2 pada babak penyisihan grup FIFA ASEAN Cup 2026

Pada laga ketiga babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Division A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu, Indonesia mengamuk. Mereka mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2. Mitchell Baker menjadi bintang lewat penampilannya yang fantastis di depan ribuan pendukung sendiri. Striker 19 tahun tersebut memborong 5 gol sekaligus ke gawang lawan, termasuk gol penutup di masa injury time.

Bangladesh berusaha memberikan perlawanan, tetapi tetap gagal membendung derasnya serangan tim asuhan John Herdman, terutama di pengujung waktu normal. Pesta 9 gol menjadi bukti ketajaman lini serang Indonesia di ajang edisi perdana tersebut. Duel ini dibumbui drama sebab Malaysia berhasil menang 6-0 atas Singapura di saat bersamaan. Indonesia butuh selisih 2 gol untuk lolos ke final, dan terwujud pada pengujung pertandingan.

2. Skor 13-1 saat menekuk Filipina di AFF Cup 2002 menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah Timnas

Laga keempat Grup A AFF Cup 2002 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 23 Desember 2002, menjadi catatan kelam untuk Timnas Filipina. Anak asuh Ivan Kolev tampil sangat beringas sejak peluit tanda sepak mula ditiup demi mengamankan tiket menuju fase gugur. Indonesia menang telak 13-1, dan tercatat sebagai rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah Timnas Indonesia.

Duet penyerang Bambang Pamungkas dan Zaenal Arief menjadi bintang pada laga ini dengan masing-masing mengemas 4 gol. Setelah membantai Filipina, Indonesia melangkah ke babak final setelah menumbangkan Malaysia dengan skor 1-0 pada semifinal. Sayangnya, impian mengangkat trofi harus sirna setelah kalah dari Thailand lewat drama adu penalti pada laga puncak.

3. Rochy Putiray mencetak 3 gol saat Indonesia menang 9-2 atas Kamboja pada Kualifikasi Piala Asia 2000

Menjamu Kamboja pada matchday keempat Kualifikasi Piala Asia 2000 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 20 November 1999, Indonesia tampil sangat dominan. Tim tuan rumah langsung mengurung lini pertahanan lawan sejak menit pertama demi mengamankan poin penuh. Alur serangan yang mengalir deras membuat barisan belakang Kamboja terkepung sepanjang laga.

Penyerang legendaris, Rochy Putiray, menjadi pahlawan kemenangan Indonesia lewat hattrick-nya. Ketajaman lini depan Timnas Indonesia yang saat itu dilatih Nandar Iskandar benar-benar tidak terbendung hingga mengunci kemenangan telak dengan skor akhir 9-2. Hasil tersebut menjadi salah satu bukti ketajaman lini serang Indonesia di panggung Asia saat itu.

4. Kamboja babak belur 10-0 saat bertemu Indonesia pada cabor sepak bola putra SEA Games Chiang Mai 1995

Indonesia ditaklukkan Thailand dengan skor 2-1 di partai pembuka Grup A babak penyisihan grup cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 1995. Kurniawan Dwi Yulianto dan kawan-kawan kemudian mengamuk di laga kedua. Kamboja dibantai 10 gol tanpa balas saat bertemu di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Thailand, pada 6 Desember 1995. Skuad Merah Putih tampil dominan sepanjang 90 menit. Mendiang Eri Irianto memamerkan insting menyerangnya dengan mencetak 4 gol ke gawang Kamboja.

Kemenangan fantastis 10-0 ini sempat membangkitkan asa tim asuhan Romano Matte tersebut dalam menjalani dua laga tersisa babak penyisihan grup. Namun, Indonesia akhirnya hanya finis di peringkat ketiga Grup A dan gagal melangkah ke fase gugur. Sempat menang 3-0 atas Malaysia, Indonesia kemudian takluk 1-0 dari Vietnam. Mereka hanya mengumpulkan 6 poin dari 4 pertandingan.

5. Filipina pernah digulung 12-0 oleh Indonesia pada babak penyisihan grup President's Cup 1972

Sebelum AFF Cup 2002, Filipina juga pernah digulung oleh Indonesia dengan skor mencolok. Ini terjadi pada laga ketiga babak penyisihan grup President's Cup 1972. Duel yang berlangsung di Dongdaemun Stadium, Seoul, Korea Selatan, pada 25 September 1972, dimenangi Indonesia dengan skor 12-0. Timnas yang saat itu diasuh Suwardi Arland menunjukkan kelasnya dengan menyajikan permainan ofensif nan atraktif. Legenda sepak bola Indonesia, Iswadi Idris, mencuri perhatian dengan mencetak 4 gol.

Kemenangan telak atas Filipina ini mengantarkan Indonesia keluar sebagai pemuncak klasemen akhir Grup B. Tren positif berlanjut saat Tim Garuda menundukkan Malaysia dengan skor 3-1 pada semifinal. Namun, Indonesia gagal menjadi juara ajang tersebut usai menelan kekalahan 1-3 dari Burma (kini Myanmar) pada laga final.

Deretan pesta gol ini menjadi bukti betapa mautnya gempuran Timnas Indonesia ketika berada di puncak performa. Mampukah Merah Putih kembali mengukir rekor kemenangan spektakuler serupa di masa mendatang? Jawabannya ada di tangan para pemain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article