Performa Antony mencapai puncaknya di pentas Eropa. Dalam dua leg semifinal Europa Conference League melawan Fiorentina, ia mencetak 2 gol dan 1 assist. Gol pembuka lahir lewat tendangan bebas dan assist cemerlang untuk gol penentu yang dicetak Abde Ezzalzouli. Selain membawa Real Betis ke final Eropa pertama kalinya, ini juga menjadikannya sebagai sosok kunci dalam perjalanan bersejarah klub.
Secara statistik, kontribusi Antony begitu mencolok. Dilansir Transfermarkt, ia mencatatkan 0,65 kontribusi gol per 90 menit di Betis, meningkat drastis dari 0,22 per 90 menit saat di Manchester United. Dalam hal progresi bola, ia mencatat rata-rata 12,1 penguasaan bola progresif per 90 menit, hanya kalah dari Lamine Yamal dan Vinicius Junior di LaLiga. Dengan 2,1 peluang dari situasi open play per 90 menit, ia pun menjadi salah satu pencipta peluang terbanyak di kompetisi domestik Spanyol.
Terlebih lagi, Antony berperan besar dalam mengantarkan Betis finis di peringkat ke-6 LaLiga setelah sebelumnya tertahan di posisi ke-9 saat ia bergabung. Keberhasilannya juga memastikan Betis lolos ke Liga Europa musim berikutnya. Dalam skema taktik Manuel Pellegrini, ia mampu beradaptasi baik sebagai winger kanan maupun second striker ketika Isco Alarcon mengambil peran lebih dalam, sehingga menambah variasi serangan tim.
Namun, masa depan Antony masih penuh tanda tanya. Tanpa opsi beli dan harga pasarnya yang naik menjadi 23 juta euro (Rp422,7 miliar) per Mei 2025, Real Betis kemungkinan besar tak mampu mempertahankannya secara permanen. Meski begitu, kisah kebangkitan ini sudah utuh. Ia telah menunjukkan, tempat yang memberi kepercayaan dapat menjadi panggung terbaik bagi bakat yang sempat tenggelam.
Antony bukan hanya sosok yang berhasil menghidupkan kembali kariernya. Ia membuktikan bagaimana lingkungan yang mendukung, kepercayaan yang tulus, dan kesempatan kedua yang dijalani dengan sabar bisa melahirkan perubahan besar. Kisahnya menjadi bukti bahwa tempat yang tepat dapat memulihkan semangat dan mengangkat potensi seseorang sepenuhnya.