Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kiprah Timnas Meksiko di Piala Dunia ketika Menjadi Tuan Rumah
ilustrasi logo Timnas Meksiko (unsplash.com/Jacob Padilla)

Timnas Meksiko harus mengakhiri mimpinya melaju jauh di Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Javier Aguirre terhenti di babak 16 besar setelah kalah 2-3 dari Inggris. Kendati tersingkir, El Tricolor menampilkan performa bersejarah dan tidak terlupakan sepanjang turnamen.

Pada edisi kali ini, Meksiko menjadi tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat dan Kanada. Meksiko merupakan negara pertama yang tiga kali dipercaya menyelenggarakan Piala Dunia. Termasuk edisi 2026, begini kiprah Meksiko di Piala Dunia ketika menjadi tuan rumah.

1. Meksiko mencapai perempat final ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970

Piala Dunia 1970 menandai edisi perdana Meksiko dipercaya sebagai tuan rumah oleh FIFA. Penyelenggaraan ini bukan hanya bersejarah bagi Meksiko, tetapi Amerika Utara. Sebab, edisi ini merupakan kali pertama Piala Dunia dihelat selain di Eropa dan Amerika Selatan. 

Piala Dunia 1970 merupakan keikutsertaan Meksiko yang ketujuh kalinya. Dari enam kali partisipasi, Meksiko selalu gugur di babak grup. Namun, Meksiko tampil berbeda pada 1970 dengan mencapai perempat final. Status tuan rumah dimanfaatkan secara maksimal.

Pada fase grup, Meksiko tergabung di Grup 1 bersama tim kuat Uni Soviet, Belgia, dan El Salvador. Meksiko berhasil lolos ke fase gugur sebagai runner up di bawah Uni Soviet. Kedua tim sama-sama mengumpulkan 5 poin hasil dari 2 kemenangan dan 1 keimbangan.  

Sayangnya, langkah Meksiko langsung terhenti setelah lolos ke fase gugur. Di perempat final, Meksiko yang kalah pengalaman dihantam Italia dengan skor telak 1-4. Italia sendiri mampu melaju hingga ke final meski akhirnya harus puas sebagai runner up usai kalah 14 dari Brasil.

2. Di Piala Dunia 1986, Meksiko juga melaju sampai perempat final

Meksiko kembali menyelenggarakan Piala Dunia pada 1986. Meksiko menjadi negara pertama yang menghelat Piala Dunia dua kali. Sejatinya, Piala Dunia 1986 digelar di Kolombia. Namun, Kolombia mengalami masalah finansial sehingga Meksiko menjadi tuan rumah pengganti.

Kiprah Meksiko di Piala Dunia 1986 lebih matang sebab dihuni Hugo Sanchez yang kala itu top skor Real Madrid. Terlebih lagi, Meksiko juga gagal lolos pada 1982. Edisi kali ini semacam penebusan bagi Meksiko. Namun, langkah mereka juga sama seperti sebelumnya ketika menjadi tuan rumah. Tim yang saat itu dilatih Bora Milutinovic hanya sampai perempat final.

Piala Dunia 1986 diikuti oleh 32 peserta. Meksiko berada di Grup B bersaing dengan Belgia, Paraguay, dan Irak. Meksiko mampu finis sebagai juara grup berkat torehan 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan 1 kali imbang. Di babak 16 besar, Meksiko menumbangkan Bulgaria 2-0. Sayangnya, Meksiko terhenti di perempat final setelah kalah dari Jerman Barat. Sejatinya, Meksiko menahan imbang Jerman Barat tanpa gol. Namun, Meksiko kalah adu penalti 1-4.

3. Meksiko tampil mengesankan meski terhenti di babak 16 besar di Piala Dunia 2026

Meksiko mengukir sejarah dengan menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia ketiga kalinya. Bukan hanya sekadar status tuan rumah, tetapi Meksiko juga menunjukkan penampilan gemilang di Piala Dunia 2026. Meski harus terhenti di babak 16 besar, Meksiko terbilang impresif sebelum akhirnya gugur di tangan Inggris. 

Performa apik Meksiko tersebut mencuri atensi ketika fase grup. Dianggap hanya sebagai pelengkap karena status tuan rumah, Meksiko membuktikan bisa bersaing. Raul Jimenez dan kolega menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan tanpa kebobolan. Meksiko memulai turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Setelah itu, Meksiko menang 1-0 atas Korea Selatan. Pada laga terakhir grup, Meksiko menghajar Ceko tiga gol tanpa balas.

Berkat penampilan kokoh tersebut, Meksiko masuk daftar elite sebagai tim yang nirbobol selama fase grup. Meksiko menjadi tim keenam yang berhasil melakukannya sepanjang sejarah Piala Dunia. Meksiko mengikuti jejak impresif Belanda, Brasil, Italia, Argentina, dan Uruguay.

Ketangguhan tersebut kemudian diteruskan Meksiko di babak 32 besar. Bertarung kontra Ekuador, Meksiko mendulang kemenangan 2-0. Namun, Meksiko belum mampu melangkah lebih jauh setelah kalah 2-3 dari Inggris di babak 16 besar. Meksiko berhasil memberikan perlawanan meski akhirnya gugur. Kendati kalah, Meksiko tersingkir setelah berjuang maksimal di tanah sendiri. 

Status tuan rumah memang bukan jaminan bisa memenangi Piala Dunia. Sepanjang sejarahnya, baru ada enam negara yang mampu merengkuh trofi ketika menjadi tuan rumah. Kendati begitu, Meksiko telah menciptakan sejarah tersendiri pada 2026. Meski tak melaju jauh, performa mereka merupakan salah satu yang terbaik dalam keikutsertaanya di Piala Dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article