Klub Tidak Lolos Verifikasi Jika Ada Tunggakan Gaji Pemain & Ofisial

Klub-klub Liga 1 dan Liga 2 yang masih memiliki tanggungan sisa pembayaran di musim 2017 lalu harus segera menyelesaikan tunggakannya. Hal itu diungkapkan oleh Badan Olah Raga Indonesia (BOPI) melalui siaran persnya, Kamis (8/2/2018) lalu.
BOPI pun menyatakan bila klub-klub tersebut masih memiliki tanggungan, mereka terancam tak bisa mengikuti Liga 1 musim 2018. Sebab hal itu merupakan syarat klub Liga 1 lolos verifikasi.
1. Masih ada klub yang belum melunasi hak pemain

Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, menyebutkan instansinya menerima sejumlah pengaduan terkait adanya klub yang belum melunasi hak pemain. Menurutnya, BOPI selaku instansi terkait memastikan hal ini tak akan terulang kembali pada musim 2018 mendatang.
“Klub-klub peserta Liga 1 atau 2 yang tak memenuhi kewajibannya membayar gaji pemain dan perangkat pertandingan, bukan mustahil tak lulus verifikasi,” tegas Heru Nugroho.
Heru mengaku telah mendapat informasi ihwal penyebab tunggakan tersebut. Klub-klub peserta kompetisi musim lalu belum menerima sepenuhnya hak mereka dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), karena proses pencairan dana sponsor ke operator kompetisi tersebut belum tuntas.
2. Izin kerja tenaga asing harus dipatuhi klub

PT LIB pun mengakui masih memiliki hutang kepada klub, dan berjanji bakal melunasi kewajiban mereka sebelum sepak mula kompetisi resmi musim 2018 bergulir.
Terkait kondisi ini, Heru menegaskan bahwa BOPI tak akan ikut campur. Menurutnya, hal tersebut adalah urusan antara operator dan klub-klub peserta.
"Bagi kami, terpenting adalah semua klub peserta Liga 1 dan Liga 2 harus bersih, tak punya utang pada pemain atau perangkat pertandingan lainnya," ujar Heru.
Selain bebas tanggungan pada pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan, masih ada hal lain yang harus diperhatikan klub. Hal tersebut adalah pemenuhan kewajiban mematuhi prosedur penggunaan pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan yang menggunakan tenaga asing.
"Mereka mutlak harus memiliki KITAS dan IMTA, sebelum diturunkan ke lapangan," tutur Heru.
3. Prosedur verifikasi klub akan lebih ketat

Sebelumnya, BOPI telah memastikan kesiapan mereka untuk menjalankan prosedur verifikasi pada peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2018. Kol (Cba) Iman Suroso kembali dipercaya untuk memimpin tim tersebut.
Heru Nugroho menggaris bawahi prosedur verifikasi ketat yang akan dilakukan BOPI. Pasalnya, menurut Heru, berdasar pengalaman verifikasi pada tahun-tahun sebelumnya, masih ada klub-klub yang sebenarnya belum memenuhi persyaratan sebagai klub profesional, tapi masih diberi toleransi dari pemerintah untuk diluluskan.
“Tahun ini kami yakin pemerintah tak akan memberikan toleransi lagi, karena pesepakbolaan nasional terutama yang aktif di sektor profesional, harus dapat memperbaiki diri, agar mendapat apresiasi total dari masyarakat dan para sponsor," tandas Heru.
Senada dengan Heru, Ketua Umum BOPI, Mayjen (purn) Noor Aman memastikan bahwa musim 2018 proses verifikasi akan diperketat. Hal tersebut dilakukan mengingat wajah kompetisi sepakbola profesional di negeri ini masih memperlihatkan bebeberapa masalah yang mendasar.
“Bukan saja terkait dengan usaha peningkatan prestasi dan kepatuhan terhadap hukum negara, tapi juga masalah fairplay yang berkecenderungan menodai usaha pengembangan industri olahraga,” kata Noor.



















