Kondisi Pincang Jadi Penyebab Persija Dihajar Arema

- Absennya Allano berdampak betul
- Opsi di lini belakang minim
- Pemain baru belum beradaptasi maksimal
Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkap salah satu penyebab kekalahan dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026). Skuad Macan Kemayoran dalam kondisi yang kurang optimal.
Persija pincang saat menghadapi Singo Edan. Beberapa pemain vital mereka absen dengan berbagai alasan. Sementara, para pemain baru yang didatangkan di bursa transfer paruh musim belum bisa dimaksimalkan.
1. Absennya Allano berdampak betul

Tidak adanya Allano Lima dalam daftar susunan pemain berdampak besar dalam permainan Persija. Sebab, kehadiran Allano selalu dapat diandalkan untuk menjadi pembeda di atas lapangan. Tanpa dia, Skema serangan Persija pun terganggu.
"Saya tidak meragukan bahwa Allano adalah permain berbeda," kata Souza selepas laga.
2. Opsi di lini belakang minim

Opsi Persija di lini belakang juga minim. Souza tak punya banyak pilihan dalam menyusun stragtegi untuk meredam agresivitas dan kecepatan Arema. Hal itu disebabkan oleh absennya Jordi Amat dan Bruno Tubarao.
"Kami juga tidak bisa diperkuat pemain seperti Jordi atau Tubarao. Kami tidak punya cadangan bek, jadi itu menjadi masalah," ujar Souza.
3. Pemain baru belum beradaptasi maksimal

Di sektor bek, sebenarnya Persija masih memiliki Paulo Ricardo, sementara di lini depan ada Mauro Zijlstra. Namun, mereka baru tiba di Sawangan dan belum beradaptasi dengan baik dan memilih opsi yang fit.
"Beberapa pemain baru masih beradaptasi. Dan hari ini beberapa pemain tidak bisa main. Mauro baru berlatih sekali dengan kami," ucap Souza.


















