1.000 Pelari Ikuti Care For Sumut Charity Run, Terkumpul Donasi Rp5 M

- Care for Sumut: Charity Run lahir dari kepedulian sekelompok orang Batak di Jakarta untuk membantu korban banjir Sumatra Utara.
- Donasi sebesar Rp5 miliar terkumpul dari ajang lari amal ini, akan disalurkan langsung ke lapangan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir.
- Penyelenggara menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta penyaluran bantuan melalui mitra lokal yang terverifikasi.
Jakarta, IDN Times - Para pelari menunjukkan kepeduliannya terhadap korban banjir Sumatra Utara. Sebannyak 1.000 pelari mengikuti ajang lari bertajuk Care For Sumut: Charity Run.
Care For Sumut: Charity Run ini berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno pada Minggu (8/2/2026) pagi WIB. Meski cuaca Jakarta diguyur hujan, antusiasme pelari ikut berlari untuk amal sangat tinggi.
1. Lahir dari sebuah kepedulian tinggi

Care for Sumut: Charity Run ini lahir dari kepedulian sekelompok orang berdarah Batak yang tinggal di Jakarta, yang merasa terpanggil untuk berbuat lebih dari sekadar menyampaikan simpati.
Dari kegelisahan bersama atas dampak banjir besar yang melanda kampung halaman, serta kesamaan minat terhadap olahraga lari, inisiatif ini berkembang menjadi sebuah gerakan kemanusiaan yang terbuka untuk publik.
“Sebagai orang yang berdarah Batak, kami tidak ingin kepedulian berhenti pada simpati. Care for Sumut kami rancang sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam proses pemulihan,” ujar Bara Krishna Hasibuan, Ketua Panitia Care for Sumut; Charity Run kepada awak media.
2. Penyaluran donasi hasil Care for Sumut Charity Run akan transparan

Mengusung konsep lari amal, Care for Sumut mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kepedulian sosial. Total, donasi yang terkumpul dari ajang ini sebesar Rp5 miliar (Rp5 M).
Seluruh peserta berkontribusi melalui donasi, dengan komitmen bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke lapangan untuk mendukung pemulihan jangka menengah masyarakat terdampak banjir Sumut.
3. Tegaskan transparansi dalam pemberian bantuan

Penyelenggara menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi dan mitra lokal yang terverifikasi.
“Kami memahami bahwa bantuan yang efektif bukan hanya harus cepat, tetapi juga tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tersebut menjadi pegangan kami sejak awal perencanaan acara ini,” ujar Wakil Ketua Panitia Care for Sumut, Pahala Mansury.
Dengan tagline One Heartbeat, One Purpose, acara ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi masyarakat sipil dalam merespons bencana secara berkelanjutan dan berorientasi pada dampak nyata.


















