Konflik, 6 Pasang Negara Eropa Ini Diharamkan Bertanding!

Sepak bola memang tak bisa dipisahkan dari politik. Kondisi politik di sebuah negara mau tak mau bisa berimbas pada sebuah pertandingan sepak bola. Bahkan, sebuah pertandingan bisa 'haram' digelar jika dua negara sedang berseteru.
Keputusan ini biasanya diambil federasi sepak bola untuk menghindari konflik makin membesar, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan.
Di Eropa sendiri, ada beberapa pertandingan yang 'haram' digelar karena konflik yang melanda dua negara. Berikut adalah 6 pertandingan yang dilarang digelar dengan alasan politik.
1. Ukraina Vs Rusia

Dua negara bekas Uni Soviet ini sudah bersitegang sejak lama. Puncaknya adalah saat Rusia mencaplok wilayah Crimea dari Ukraina pada tahun 2014.
Dikutip dari Deutsche Welle, federasi sepak bola Eropa alias UEFA akhirnya melarang dua negara ini bertemu sejak tahun 2014. Bahkan, larangan bertanding ini juga berlaku untuk klub sepak bola kedua negara.
Meski sedang begitu, keduanya bukan berarti tak pernah bertemu. Beberapa sumber mencatat mereka pernah bertemu selama dua kali. Hasilnya, Rusia belum pernah mengalahkan Ukraina.
Pertemuan pertama terjadi pada tahun 1998 di kualifikasi Piala Eropa 2000. Saat itu, Ukraina unggul 3-2. Saat bertandang ke Rusia pada leg kedua tahun 1999, pasukan biru-kuning ini mampu menahan imbang sang tetangga dengan skor 1-1.
2. Kosovo vs Serbia

Kosovo merupakan salah satu negara pecahan Serbia. Wilayah ini dulunya merupakan provinsi milik Serbia. Karena perbedaan idelogis, Kosovo memilih untuk merdeka pada tahun 2008. Mereka pun telah diakui oleh EUFA sebagai negara anggota sejak tahun 2016.
Lantaran masih kerap terjadi konflik di wilayah itu, UEFA pun memasukkan pertandingan Kosovo Vs Serbia sebagai pertandingan yang dilarang untuk digelar.
Kosovo sendiri saat ini masih berada di rangking 109 FIFA, jauh dari Serbia yang ada di posisi 25 dunia. Tim ini juga kerap menjadi bulan-bulanan saat bertemu dengan negara-negara besar.
3. Kosovo Vs Bosnia-Herzegovina

Selain dengan Serbia, Kosovo juga dilarang bertanding dengan Bosnia-Herzegovina sejak tahun 2016. Kedua negara ini terlibat konflik ras dan agama sejak puluhan tahun lalu.
Mayoritas warga Kosovo merupakan warga Albania penganut Islam. Sementara penduduk Bosnia-Herzegovina didominasi warga ras Serbs yang beragama kristen ortodoks. Hingga saat ini, Bosnia-Herzegovina bahkan belum mengakui kedaulatan Kosovo.
4. Kosovo Vs Rusia

Negara lain yang dilarang bertemu dengan Kosovo adalah Rusia. Keduanya diharamkan menggelar pertandingan sejak tahun 2019 oleh UEFA. Sebabnya jelas, Rusia merupakan salah satu pendukung Serbia.
Hingga saat ini, Rusia belum mengakui kemerdekaan Kosovo. Bahkan pada tahun 2019 lalu, dua negara ini bergantian mengusir diplomat sang rival.
Pada pertandingan sepak bola wanita, keduanya pernah dijadwalkan bertemu pada 2019. Kala itu, mereka bertanding pada kualifikasi Piala Eropa. Namun, UEFA meminta pertandingan itu ditunda dan digelar di tempat netral.
Hasilnya, Kosovo dan Rusia bertanding pada tahun 2020. Pada pertemuan pertama Rusia menang 3-0. Sementara di leg kedua, Rusia kembali memenangi pertandingan 5-0.
5. Armenia Vs Azerbaijan

Konflik lain yang juga terjadi adalah antara Armenia dan Azerbaijan. Mereka sudah berperang sejak tahun 1924. Masalahnya adalah konflik agama, ras, serta perebutan wilayah bernama Nagorno-Karabakh. Konflik ini akhirnya memuncak pada tahun 2020 lalu saat Azerbaijan akhirnya mampu mencaplok Nagorno-Karabakh.
UEFA sendiri sudah melarang keduanya bertemu di lapangan hijau sejak tahun 2010 lalu.
6. Spanyol Vs Gibraltar

Pertandingan keenam yang dilarang oleh UEFA adalah Spanyol Vs Gibraltar. Sebabnya adalah sebuah konflik yang sudah berusia ratusan tahun.
Spanyol hingga kini masih berkukuh bahwa Gibraltar adalah bagian dari negara tersebut. Sementara pemerintahan Gibraltar sendiri mendaku diri sebagai bagian dari persemakmuran Inggris.
Gibraltar sendiri adalah sebuah negara kecil di Semenanjung Iberia. Negara mini ini hanya dihuni oleh 33 ribu penduduk. Di dunia sepak bola, Gibraltar baru diakui oleh EUFA pada tahun 2013. Sejak saat itu juga, Gibraltar sudah dilarang bertemu dengan Spanyol.
Terlepas dari segala konflik yang ada, Gibraltar hanya sebuah tim hore di Eropa. Sejak mengikuti kompetisi resmi internasional, Gibraltar baru mencatatkan 6 kali kemenangan.
Itu tadi 6 pertandingan yang diharamkan di tanah Eropa karena sebab politik. Semoga tak ada lagi perang di dunia ini ya gaes!

















