Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Madrid Keok Lagi, Nyerah Kejar Barcelona dalam Perburuan Gelar LaLiga?

Madrid Keok Lagi, Nyerah Kejar Barcelona dalam Perburuan Gelar LaLiga?
Pemain Real Madrid, Federico Valverde (Dok. LaLiga via Footballicious)
Intinya Sih
  • Real Madrid kalah 1-2 dari Real Mallorca, membuat posisi mereka makin tertinggal dalam perburuan gelar LaLiga musim 2025/26.
  • Barcelona sukses menang 2-1 atas Atletico Madrid lewat gol penentu Robert Lewandowski, memperlebar jarak jadi tujuh poin di puncak klasemen.
  • Dengan delapan laga tersisa, Madrid wajib sapu bersih kemenangan sementara Barcelona cukup menjaga konsistensi untuk mengamankan gelar juara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Real Madrid kian tercecer dalam perburuan gelar juara LaLiga 2025/26. Menjalani laga pekan 30 kontra Real Mallorca di Stadion Eberostar pada Minggu (5/4/2026) dini hari, Los Blancos menyerah 1-2.

Tampil begitu dominan, Madrid justru harus tertinggal lebih dulu melalui Manu Morlanes (42'). Walau banyak menciptakan peluang, tim besutan Alvaro Arbeloa sempat menyamakan skor lewat Eder Militao (88'), tapi kemudian dibalas lewat gol pamungkas Vedat Muriqi (90+1').

Kekalahan dari Mallorca menambah tekanan bagi Madrid. Terlebih Barcelona mampu mengamankan tiga poin penting dalam laga pekan 30 ini.

1. Barcelona menang dan perlebar jarak poin

Di laga lainnya, Barcelona memanfaatkan momentum dengan meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano. Blaugrana sempat terhentak usai dibobol Giuliano Simeone (39'), yang direspons cepat lewat gol penyama kedudukan Marcus Rashford (42') untuk menyamakan skor 1-1.

Terus memberi tekanan, Barcelona yang tampil baik sepanjang laga akhirnya bisa memastikan gol penentu kemenangan melalui Robert Lewandowski (87'), sekaligus membawa mereka memperlebar jarak poin di klasemen.

2. Blaugrana unggul tujuh poin, peluang juara Los Blancos mengecil

Hasi itu membuat Barcelona yang kini memimpin klasemen dengan 76 poin. Sementara, Madrid mengumpulkan 69 poin dari 30 laga, tertinggal tujuh angka dan membuat kans juara mereka terus menipis.

Secara matematis, Madrid masih bisa mengejar. Dengan delapan laga tersisa, maksimal poin yang bisa diraih adalah 93 poin. Barcelona, dengan margin tujuh poin, memiliki keunggulan besar: mereka cukup menjaga konsistensi tanpa harus menang di semua pertandingan.

Namun, secara realistis, Madrid harus menang setiap laga dan berharap Barcelona kehilangan poin. Hanya saja, tren inkonsistensi Madrid musim ini, terutama saat menjalani laga krusial, membuat skenario ini sulit terjadi.

3. Beda kondisi tim Barcelona dan Madrid musim ini

Barcelona musim ini tampil lebih konsisten, efektif, dan mampu memanfaatkan peluang di momen krusial. Sebaliknya, Madrid terlihat mudah goyah, terutama di menit akhir laga.

Perbedaan ini bukan hanya soal teknik, tapi Madrid sempat diganggu masalag ruang ganti beberapa waktu lalu. Usai kepergian Xabi Alonso, konsistensi tim masih belum stabil hingga memasuki fase akhir musim.

Dengan selisih tujuh poin dan delapan laga tersisa, Madrid menghadapi tekanan dalam persaingan perebutan gelar. Mereka tidak boleh terpeleset lagi, sementara Barcelona memiliki margin kesalahan.

Jika tren ini berlanjut, LaLiga musim ini berpotensi dipastikan lebih awal. Kans juara Real Madrid masih hidup secara matematis, tetapi momentum, performa, dan mental jelas berada di pihak Barcelona.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More