Lionel Messi merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Bintang kidal setinggi 1,7 meter ini sudah beraksi sebanyak 30 kali per 5 Juli 2026. Namun, tidak semuanya dilalui La Pulga sebagai starter. Ada tiga kesempatan ketika pria yang lahir pada 24 Juni 1987 tersebut memulai pertandingan dari bangku cadangan.
3 Laga Lionel Messi Bermain sebagai Pengganti di Piala Dunia

1. Lionel Messi menyumbang gol dan assist sebagai pengganti saat debut di Piala Dunia
Lionel Messi memulai kiprahnya di Piala Dunia pada edisi 2006 yang berlangsung di Jerman. Saat itu, pelatih Jose Peckerman memutuskan untuk membawa Messi meski usianya masih 18 tahun dan tengah mengalami cedera. Talenta istimewa Messi yang terlihat ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia U-20 setahun sebelumnya membuat Peckerman yakin untuk mengambil keputusan tersebut. Argentina lantas memulai kompetisi dengan melawan Pantai Gading. Mereka menang, tapi dengan skor tipis, 2-1.
Unggul lewat gol Hernan Crespo (24’) dan Javier Saviola (38’), Argentina tertekan pada babak kedua hingga akhirnya kecolongan gol Didier Drogba (82’). Messi tidak mendapat kesempatan bermain. Peckerman menggunakan jatah tiga pergantiannya untuk Rodrigo Palacio, Lucho Gonzalez, dan Pablo Aimar. Tim Tango kemudian menghadapi Serbia dan Montenegro pada pertandingan kedua. Mereka berhasil memimpin 3-0 pada babak pertama berkat gol Maxi Rodriguez pada menit 6 dan 41 serta Esteban Cambiasso pada menit 31.
Kondisi tersebut yang memungkinkan Peckerman menghabiskan kuota pergantiannya dengan memainkan Messi pada menit 74. Ia menarik keluar Rodriguez. Messi lantas menjawab kepercayaan tersebut dengan sempurna. Ia berhasil mencetak gol dan assist pada debutnya di Piala Dunia ini. Messi mengirim umpan ke tiang jauh yang diselesaikan Crespo pada menit 78. Carlos Tevez kemudian menciptakan gol kelima Argentina pada menit 78. Messi akhirnya menutup papan skor pada menit 84 usai menerima bola dari Tevez.
2. Lionel Messi membantu Argentina menang dramatis atas Meksiko pada 16 besar Piala Dunia 2006
Kegemilangan Lione Messi saat debut di Piala Dunia membuat Jose Peckerman memasangnya sebagai starter ketika melawan Belanda pada laga terakhir fase grup edisi 2006. Selain itu, Peckerman juga memiliki keleluasaan ini karena mereka yang sudah mengamankan tiket 16 besar. Pertandingan lantas berakhir imbang tanpa gol. Messi bermain selama 70 menit sebelum digantikan Julio Cruz.
Peckerman kemudian kembali menaruh Messi di bangku cadangan dalam laga 16 besar kontra Meksiko. Argentina tertingal akibat sontekan Rafa Marquez di tiang jauh pada menit kelima. Namun, mereka mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Hernan Crespo menuntaskan sepak pojok Juan Roman Riquelme 4 menit berselang. Pertandingan berjalan ketat hingga berlanjut ke babak tambahan.
Empat menit sebelum waktu normal habis, Messi menjadi pemain pemungkas yang masuk ke lapangan. Ia menggantikan Javier Saviola. Messi pada akhirnya ikut berperan dalam gol kemenangan yang tercipta pada menit 98. Ia memindahkan arah permainan dari kanan ke kiri. Messi memberikan bola kepada Juan Pablo Sorin dan Sorin melepaskan umpan panjang yang diselesaikan Maxi Rodriguez.
3. Lionel Messi mencetak gol tendangan bebas sebagai pengganti ke gawang Yordania di Piala Dunia 2026
Setelah laga versus Meksiko, Lionel Messi baru kembali merasakan bermain sebagai pengganti di Piala Dunia pada 28 Juni 2026. Saat itu, ia dan Argentina memainkan laga penutup fase grup Piala Dunia 2026 melawan Yordania. Argentina sudah lolos ke 32 besar berkat kemenangan 3-0 atas Aljazair dan 2-0 kontra Austria. Oleh karenanya, Lionel Scaloni pun merotasi signifikan starting line-up-nya.
Argentina menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Giovani Lo Celso mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas pada menit 19. Lautaro Martinez lantas menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit 31. Mereka mendapat hadiah ini berkat pelanggaran Nizar Al-Rashdan kepada Marcos Senesi. Kaki Al-Rashdan mengenai kepala Senesi saat berusaha membuang bola.
Meski sudah dipastikan tidak lolos ke 32 besar, Yordania mampu menunjukkan perlawanan yang sengit pada awal babak kedua. Mereka akhirnya berhasil memangkas ketertinggalan melalui gol Mousa Tamari pada menit 55. Namun, Messi menetralisasi situasi dengan gol tendangan bebas pada menit 80. Ia berada di lapangan mulai menit 60 usai menggantikan Martinez.
Daftar di atas rasanya tidak akan lagi bertambah tanpa kondisi darurat. Sebab, dengan usia yang kini sudah 39 tahun, Messi tampaknya memang tengah menikmati Piala Dunia terakhirnya pada 2026 ini. Argentina sendiri sudah mencapai 16 besar dan bakal menghadapi Mesir pada Selasa (7/7/2026) malam WIB. Lionel Scaloni tentu tidak berani mencadangkan pemain terbaiknya dalam pertandingan sekrusial fase gugur.
Sebagai tambahan, selain pertandingan perdana di Piala Dunia 2006 yang berakhir dengan kemenangan 2-1 atas Pantai Gading, ada satu kesempatan lain ketika Messi tidak bermain di kompetisi terbesar ini. Itu terjadi pada perempat final edisi tahun tersebut versus tuan rumah Jerman. Messi hanya menyaksikan rekan-rekan setimnya dari bangku cadangan bermain imbang 1-1 selama 120 menit dan kalah via adu penalti.