Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Kali Beruntun, Brasil Keok dari Tim Eropa di Babak Gugur Piala Dunia

6 Kali Beruntun, Brasil Keok dari Tim Eropa di Babak Gugur Piala Dunia
Ekspresi kecewa penyerang Brasil, Neymar, setelah gawang timnya dibobol oleh penyerang Norwegia, Erling Braut Haaland, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Minggu (5/7/2026). (Foto: Odd ANDERSEN / AFP)
Intinya Sih
  • Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia, dengan dua gol Erling Haaland dan satu penalti Neymar.
  • Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Brasil di babak 16 besar sejak Piala Dunia 1990, menandai kegagalan generasi emas mereka.
  • Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Brasil yang selalu kalah dari tim Eropa dalam enam edisi Piala Dunia berturut-turut sejak 2006.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Langkah Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 terhenti secara tragis setelah ditumbangkan Norwegia dengan skor tipis 1-2. Kekalahan mengejutkan di babak 16 besar ini membuat Selecao mencatatkan rekor minor.

Erling Haaland jadi mimpi buruk Brasil usai mencetak brace dalam duel yang digelar di New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Sedangkan, juara lima kali Piala Dunia hanya bisa memperkecil kedudukan lewat penalti Neymar.

Dilansir Squawka, kekalahan dari Norwegia di Texas menorehkan tinta hitam yang menyamai catatan buruk 36 tahun silam. Ini adalah pertama kalinya Selecao harus tersingkir di babak 16 besar sejak Piala Dunia 1990 di Italia.

Kegagalan prematur ini menjadi tamparan keras bagi generasi emas Brasil yang datang dengan ambisi besar.

Jika ditarik garis ke belakang, hasil minor ini juga memperpanjang tren buruk Brasil yang selalu dipecundangi wakil Eropa dalam enam edisi Piala Dunia beruntun sejak 2006.

Nestapa ini dimulai saat Prancis menjegal Brasil 0-1 di perempat final 2006, disusul kekalahan 1-2 dari Belanda di fase yang sama pada 2010. Puncaknya adalah tragedi memilukan di semifinal 2014 saat mereka digulung Jerman 1-7 di rumah sendiri.

Siklus sekadar numpang lewat di hadapan tim Eropa terus berulang pada dua edisi berikutnya. Di Rusia 2018, langkah Brasil kembali terhenti di perempat final usai keok 1-2 dari generasi emas Belgia.

Empat tahun berselang di Qatar 2022, giliran Kroasia yang mendepak mereka lewat drama adu penalti 2-4 pada babak delapan besar, sebelum akhirnya Norwegia melengkapi derita mereka di babak 16 besar tahun ini.

Enam kegagalan beruntun Brasil di Piala Dunia membuat pengoleksi lima gelar juara ini perlahan menjadi romansa sejarah masa lalu.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More