Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rasa Sakit Lionel Messi: Gak Bisa Bela Timnas Argentina Seumur Hidup

2 min read
Rasa Sakit Lionel Messi: Gak Bisa Bela Timnas Argentina Seumur Hidup
Lionel Messi menjalani pertandingan perpisahan dalam laga persahabatan Argentina menghadapi Benin di Stadion Mas Monumental, Buenos Aires, (dok.AFP/JUAN MABROMATA)
  • Lionel Messi menutup perjalanan bersama Timnas Argentina setelah laga perpisahan kontra Benin di Estadio Monumental.

  • Messi menyebut meninggalkan seragam Argentina sebagai rasa sakit mendalam dan ingin membela negaranya seumur hidup.

  • Ia tetap mendukung Argentina dari tribune setelah perjalanan menuju final Piala Dunia 2026 menguras fisik dan emosional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lionel Messi resmi menutup buku perjalanannya bersama Timnas Argentina. Perpisahan itu tersaji dalam laga perpisahan kontra Benin yang emosional di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026).

Usai peluit panjang berbunyi, peraih delapan trofi Ballon d'Or itu mengambil mikrofon untuk mengucapkan salam perpisahan. Dengan suara bergetar, Messi menggambarkan momen gantung sepatunya ini sebagai hari paling menyakitkan sepanjang karier sepak bolanya.

  1. 1. Hancur harus tinggalkan seragam kebanggaan

    AFP__20261007__D2FK6C7__v1__HighRes__FblFriendlyArgBen.jpg
    Selebrasi Lionel Messi usai mencetak gol ke gawang Benin dalam pertandingan persahabatan melawan Benin yang juga menjadi laga perpisahannya dengan timnas Argentina (AFP/LUIS ROBAYO)

    Messi mengaku sangat bangga telah diberi kesempatan membela panji negaranya selama lebih dari dua dekade. Pria berjuluk La Pulga itu menegaskan tidak pernah menyerah atau berhenti berjuang untuk Argentina, bahkan saat berada di titik terendah.

    Keharusan untuk tidak lagi memenuhi panggilan tim nasional diakuinya sebagai sebuah rasa sakit yang teramat dalam. Jika bisa, Messi sebenarnya mau membela Tim Tango seumur hidupnya.

    "Tidak bisa datang lagi akan sangat menyakitkan. Saya bersumpah saya ingin bermain seumur hidup saya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada Anda," kata Messi dikutip dari The Guardian.

  2. 2. Kembali ke Monumental dengan memori campur aduk

    AFP__20261007__D2FK6C9__v1__HighRes__FblFriendlyArgBen.jpg
    Selebrasi Lionel Messi usai mencetak gol ke gawang Benin dalam pertandingan persahabatan melawan Benin yang juga menjadi laga perpisahannya dengan timnas Argentina (AFP/LUIS ROBAYO)

    Kembali bermain di Estadio Monumental rupanya memicu kenangan manis bercampur pahit di benak sang legenda. Stadion tersebut adalah saksi bisu euforia pertama kalinya Argentina bermain di kandang usai mengunci gelar juara Piala Dunia 2022 Qatar.

    Messi berjanji akan tetap bersama Argentina. Bedanya, tempatnya bukan lagi di lapangan, namun di tribune penonton.

    "Sekarang saya akan berada di sisi sana (bersama fans), selalu bersatu mendukung semua anak-anak yang akan datang," ujar Messi.

  3. 3. Kehabisan bensin di Piala Dunia 2026

    Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
    Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)

    Meski dirundung kesedihan, pemain berusia 39 tahun itu merasa tidak menyesal atas keputusannya pensiun dari tim nasional. Messi mengakui perjalanan Argentina hingga ke final Piala Dunia 2026 sangat menguras fisik dan emosionalnya hingga mencapai batas maksimal.

    Penyebab tim asuhan Lionel Scaloni menyerah dari Spanyol di final adalah karena kehabisan bensin setelah harus susah payah menyingkirkan Inggris pada semifinal. Kondisi itu yang membuat Argentina tak berdaya menghadapi Spanyol.

    "Kami memiliki mimpi menjadi juara dunia lagi dan kami sudah sangat dekat, tapi semuanya terlalu berat. Kami berjuang dengan apa pun yang tersisa, seperti yang selalu kami lakukan dengan seragam ini," ucap Messi.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More